Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 32


__ADS_3

"Besok aku akan ke kota melihat apakah ada yang bisa kita ambil untuk pasukan atau orang-orang kuat yang akan kita mendukung kita"kata Ming Yue.


Ia pikir lebih cepat mereka bertindak maka itu akan lebih bagus tidak tahu kapan badai itu akan datang setidak nya mereka telah memiliki persiapan.


"Baik,,tapi kamu harus berhati-hati"Yuan Zi mendukung apapun yang akan di lakukan oleh istri nya sepenuh nya.


"Jika ada pendekar aliran hitam bukan kah itu berarti ada sebalik nya"tanya Ming Yue.


"Benar,,tapi setelah pendekar aliran hitam itu ada para pendekar mulai tak ada yang terlihat di permukaan lagi entah karna apa"jawab Yuan Zi.


"Aku rasa bisa menemukan nya aku akan bertanya pada Lui nanti,,bukan kah seharus nya ada perguruan ilmu bela diri atau semacam nya juga"tanya Ming Yue.


"Ya itu dinamakan Klan".


"Mereka juga sudah lama menghilang setelah pendekar aliran hitam datang seakan mereka musnah begitu saja,,itu juga sebab nya kakek kaisar dulu membuat pasukan rahasia itu untuk menjaga kekaisaran dari mereka"jawab Yuan Zi.


"Baiklah aku akan mencari tahu nya nanti".


Yuan Zi mengangguk dan berkata"Tidur lah sudah larut malam".


"Baik".


"Selamat malam suami ku"kata Ming Yue.


"Selamat malam istri ku".


Ming Yue tersenyum tipis mendengar nya,ia memejamkan mata nya memeluk erat Yuan Zi yang membiarkan saja,ia pun tidur membalas pelukan Ming Yue.


.


Pagi-pagi sekali Ming Yue sudah bangun begitu juga dengan si kembar,saat ini mereka sedang di latih pemanasan oleh Ming Yue di halaman belakang ia sudah mengatakan ini hanya latihan ringan karna setelah semua tanah rata saat pembangunan rumah latihan sebenarnya baru akan di mulai karna langan nya tidak cukup.


Ming Yue sendiri juga ikut latihan,ia akan mengajari mereka ilmu bela diri di zaman modren nanti nya juga mengajari mereka memegang pedang dan panah,Mungkin jika ada pistol itu pasti akan lebih mudah namun tidak ada di zaman ini bagaimana membuat nya juga ia tidak tahu karna yang ia tahu hanya menggunakan saja.


"Ck sial sekali apasalah nya dulu ruang dimesi itu aku isi dengan senjata,sekarang baru menyesal tidak ada isi nya sama sekali hanya racun itu yang ada itu pun terhitung berapa"gerutu nya pelan.


Zaman modren dulu sedari kecil Ming Yue di asuh oleh seorang kakek yang entah kakek kandung atau bukan di sebuah pulau,ia menguasai hampir semua benda tajam maupun senjata juga ilmu bela diri,,ia bahkan bertarung dengan robot di sana juga hingga saat ia berusia dua puluh tahun baru lah mereka ke negara X. Di sana Ming Yue bekerja sebagai pembunuh handal ia bahkan bak robot pembunuh yang tidak kenal mati.


Saat mobil milik nya terjatuh di jurang karna di kejar oleh orang-orang yang ingin membunuh nya ,ia bertemu dengan wanita seusia nya di sana yang hampir mati dengan luka di tubuh nya. Ia menyelematkan nya membawa keluar dari sana meski pun ia terluka. Dari sana lah ia bisa mengontrol diri nya untuk tidak selalu emosi berbicara layak nya manusia karna dulu tidak ada yang bicara pada nya selayak nya bicara pada sahabat nya itu,ada kamera pengawas yang selalu mengawasi nya juga di pulai hanya sedikit manusi selebih nya adalah robot.


Sahabat nya ahli racun maka dari itu ia mendapatkan racun itu untuk berjaga-jaga,sahabat nya itu pula yang mengajari memperlihatkan pada nya bagaimana dunia yang luas itu mereka yang berencana melarikan diri meninggalkan negara itu ketahuan maka dari itu ia dikejar oleh orang-orang kakek yang mengasuh nya.

__ADS_1


"Kakak ipar kenapa melamun"tanya Mei Nuan dengan nafas terengah-engah.


"Sudah selesai latihan nya".Ming Yue malah mengalihkan pembicaraan.


"Ya kakak ipar kami sudah selesai"Mo Tian dan Mu Zian pun sama mereka berjalan ke arah pohon merebahkan tubuh mereka di sana.


"Bagus,,setiap pagi latihan selama seminggu ini,,jika sudah biasa aku akan menambahkan lagi"kata Ming Yue.


"Baik kakak ipar"mereka mengangguk.


"Aku akan ke kota dulu kalian di rumah saja mungkin aku akan pulang malam"kata Ming Yue.


"Okay"si kembar tak bertanya karna kakak ipar nya pasti melakukan sesuatu yang penting di sana.


Ming Yue masuk ke dalam rumah menemui suami dan ibu mertua nya yang sedang berbicara serius karna tadi pagi saat bangun Ming Yue mengatakan pada Yuan Zi agar memberitahu kan ibu mertua nya jika serangan atau yang lain datang ibu mertua nya tidak akan terkejut lagi.


"Suami ku,,ibu aku akan ke kota dulu"kata Ming Yue.


"Tunggu dulu Ming Yue,,sebaik nya kamu pergi setelah sarapan nak"kata Nyonya Wei.


"Benar,,lebih baik setelah sarapan baru pergi".Yuan Zi pun setuju dengan ibu nya.


"Baiklah"Ming Yue duduk di samping Yuan Zi.


"Dari mana ibu tahu"tanya Yuan Zi.


"Kakek mu adalah salah satu pendekar dari sana, tapi jika ingin ke sana harus ada tanda pengenal batu giok khusus klan"jawab Nyonya Wei baru ingat.


"Lalu dimana batu giok milik kakek bu"tanya Yuan Zi.


"Ada di kediaman kakek tepat di bawah tempat tidur ada ruangan rahasia di sana yang tidak akan di temukan siapa pun karna itu seperti lantai biasa di sudut tempat tidur bawah ada tombol nya untuk membuka ruangan itu"jawab Nyonya Wei baru mengingat nya.


"Bagaimana mengambil nya ke sana itu terlalu jauh"kata Yuan Zi membuat mereka menghela nafas panjang.


"Begini saja aku akan mengumpulkan orang-orang kita dulu setelah itu aku akan ke sana mengambil nya sekalian melihat situasi di sana"jelas Ming Yue.


"Ibu tidak setuju jika kembali ke sana itu terlalu bahaya"kata Nyonya Wei.


"Ibu jangan khawatir mereka di kekaisaran tidak ada yang mengenal wajah ku".Ming Yue meyakin kan ibu mertua nya yang khawatir pada nya,Namun bagaimana pun ia harus pergi ke sana karna batu giok itu sangat mereka butuhkan,ia juga merasa hangat di hati nya atas perhatian suami,ibu mertua dan adik-adik iparnya.


"Baiklah"Nyonya Wei hanya bisa mengizinkan menantu nya ini untuk kebaikan mereka juga rakyat seluruh kekaisaran nanti nya.

__ADS_1


"Ibu apa sarapan sudah siap aku sudah lapar?"tanya Mei Nuan masuk ke dalam rumah.


"Ahh hampir lupa,,kita sarapan dulu".Nyonya Wei bergegas ke dapur di ikuti Ming Yue segera mengambil sarapan mereka meletak kan nya di atas meja.


"Mari makan"kata Nyonya Wei.


"Mari makan"Mereka serentak mengatakan nya segera menikmati sarapan mereka dengan nikmat.


Setelah mereka sarapan Ming Yue langsung pergi ke kota menggunakan kereta kuda,Ia berhenti menitipkan kereta kuda nya pada pelayan penjaga toko buah.


Ming Yue berjalan kaki masuk ke dalam pinggiran kota lebih dulu,ia akan menyusuri semua nya satu persatu kalau bisa sampai ke desa-desa.


"Ashhh"ringis seseorang membuat Ming Yue menoleh.


"Kamu kenapa"tanya Ming Yue setelah ia berada di samping pemuda yang mungkin usia nya tiga tahun di bawah nya.


"Kakak Ming"kata anak itu menatap Ming Yue dengan mata berbinar senang.


"Kamu mengenal ku"tanya Ming Yue.


"Tentu,,aku juga berasal dari desa Xu kakak Ming aku sering melihat kakak"jawab nya.


"Lalu kenapa kamu ada di sini"tanya Ming Yue heran.


"Aku bekerja mengangkut barang di pasar kakak Ming tadi ada preman yang mengambil uang ku namun aku berlari ke sini mereka menangkap ku dan memukul ku juga mengambil uang ku"jawab nya pelan.


"Kakak Ming kenapa bisa di sini"tanya Anak itu.


"Siapa nama mu"tanya Ming Yue tak menjawab.


"Nama ku Du Xiang kakak Ming anak dari Ibu Bai"jawab Nya.


"Kamu tahu sudah bekerja lama di pasar kota"tanya Ming Yue.


"Ya kakak Ming"jawab Du Xiang.


"Bagus,,ikut aku pulang aku akan memberi mu pekerjaan lain tenang saja aku akan memberi upah"kata Ming Yue.


"Baik kakak Ming"ucap nya cepat segera berdiri.


"Panggil kakak saja"kata Ming Yue.

__ADS_1


"Baik kakak".


Ming Yue memutuskan untuk pulang dan akan menanyakan pada Du Xiang nanti di rumah. Ia mengambil kereta kuda nya juga membeli beberapa macam buah untuk di rumah karna buah di rumah sudah habis di gunung juga belum matang karna mereka sudah memanen nya habis untuk jual maka dari itu mereka tidak ke gunung sementara.


__ADS_2