Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 7


__ADS_3

"Bu kita akan tinggal di sini sampai kapan"tanya Mo Tian menatap ibu nya yang kini ikut membantu membersihkan halaman depan karna rumput yang tinggi.


Maklum rumah yang sudah tidak di tempati beruntung isi rumah bersih walaupun kosong.


"Ibu tidak tahu selagi kita aman berada di desa ini lebih baik kita tinggal di sini"jawab Nyonya Wei membuat mereka diam.


Tanpa di beritahu mereka sudah mengerti mengapa mereka di asingkan dan terjadi nya kejadian ini,sebagai seorang pangeran dan purti dari seorang Kaisar yang memiliki banyak istri dan anak hal seperti ini bisa terjadi untuk memperebut tahta.


Walaupun mereka tidak pernah ikut untuk memperebutkan tahta karna bagi mereka hidup damai dan nyaman lebih baik dari pada menghadapi masalah pelik begitu dan taruhan nya adalah nyawa.


Beruntung sang Ibu mendidik mereka dengan baik jadi mereka tidak memusingkan masalah tahta namun Pangeran pertama yang cocok menjadi kandidat pangeran mahkota itu lah yang menjadi halangan bagi pangeran yang lain nya jadi mereka saling menjatuhkan untuk tahta tersebut


Ming Yue yang berada di kota membeli perabotan rumah mereka yang sudah jadi telah selesai dan akan di kirim kan oleh toko sore ini juga sesuai dengan permintaan nya di sanggupi pihak toko karna mereka mendapat tips.


Setelah keluar dari toko ia mendengar banyak orang yang bergosip mengenai kekaisaran Xia yang entah dari mana gosip itu mereka dapatkan padahal jarak nya dari kekaisaran ke kota kecil ini jauh.


"Kami mendengar jika Permaisuri dan anak nya di keluarkan dari Istana karna putra nya mencoba melakukan pemberontakan dan di keluarkan dari Istana bahkan gelar mereka juga telah di cabut dan di asingkan tidak tahu kemana"


"Dari mana berita itu"


"Bangsawan Lu yang mengatakan nya,kalian tahu keluarga nya baru dari ibu kota berkunjung ke rumah kerabat nya di sana"


"Pelayan di rumah nya mendengar pembicaranan itu dan mengatakan nya pada keluar nya jadilah berita ini menyebar"sambung nya.


"Dan yang lebih menghebohkan lagi Ratu dan selir Kaisar juga putri nya mengalami penyakit aneh yang belum bisa di obati oleh tabib mana pun"kata nya lagi.


"Penyakit aneh"tanya yang lain.


"Benar,wajah dan tubuh mereka mengalami luka bernanah dan sekarang sedikit demi sedikit membusuk"jawab nya bergidik ngeri membayang kan hal itu.


"Ihh mengerikan sekali"sahut yang lain.


Ming Yue yang mendengar mata nya mengkilat licik dan kemudian dengan acuh meninggalkan kota kembali ke desa lagi.

__ADS_1


"Kakak Ipar"sapa si kembar kompak melihat kereta kuda masuk ke halaman rumah karna pagar tidak di tutup.


"Kalian yang membersihkan ini"tanya Ming Yue turun dari kereta kuda.


"Iya kakak ipar"jawab Mo Tian.


"Ibu di mana"tanya Ming Yue.


"Ming Yue sudah kembali"kata Nyonya Wei membawa parang di tangan nya.


Ming Yue mengangguk dan menjawab"baru saja bu"


"Bagus lah ibu dan si kembar ke kaki gunung dulu mengambil kayu bakar"


"Biar aku saja bu"kata Ming Yue.


"Tapi.."


"Ibu di rumah saja menunggu barang yang sebentar lagi akan datang"


"Baik bu"jawab mereka.


Ming Yue dan si kembar berjalan santai menuju kaki gunung dimana biasa para warga mengambil kayu bakar dan tanaman liar untuk di makan juga jamur liar.


Sepanjang jalan banyak yang menatap mereka dengan sinis terutama warga desa yang memang tidak menyukai pendatang di desa mereka.


"Jangan pikirkan dan lihat biarkan saja mereka mau berbicara apa,selagi kita tidak meminta apapun pada mereka jangan pedulukan"kata Ming Yue pada ketiga adik ipar nya.


"Baik kakak ipar"jawab mereka kompak.


Tiba di sana mereka segera mengambil batang pohon yang tumbang dan dengan mudah Ming Yue memotong-motong kayu tersebut menjadi kecil-kecil setelah banyak mereka mengingat nya dengan rambai pohon.


"Kalian bisa membawa nya"tanya Ming Yue pada ketiga nya.

__ADS_1


"Bisa kakak ipar"jawab mereka kompak.


"Baiklah"kata Ming Yue membiarkan mereka membawa kayu bakar yang telah di ikat kuat.


Ia sendiri membawa banyak sekali gus dengan santai mengikuti mereka bertiga dari belakang.Sore hari para warga yang ada di ladang mulai pulang ke rumah mereka masing- masing yang bertepatan barang-barang yang Ming Yue beli di kota berdatangan satu persatu membuat warga berhenti berjalan melihat ke arah mana barang begitu banyak tersebut.


"Ming Yue kenapa banyak sekali"tanya Nyonya Wei saat Ming Yue dan sikembar telah tiba di rumah melihat Nyonya Wei di depan pintu halaman.


"Untuk setiap kamar bu juga untuk dapur"jawab Ming Yue.


Nyonya Wei diam masuk ke dalam mengikuti Ming Yue yang sudah meletak kan kayu bakar tersebut ke halaman belakang begitu juga si kembar. Dengan bantuan pelayan toko yang mengantarkan barang menata semua di setiap kamar akhir nya selesai.


Warga yang melihat barang banyak ke rumah pendatang baru tersebut mulai bergosip kembali.


"Seperti nya mereka memiliki banyak uang datang ke desa ini"


"Benar,,masih sehari mereka di sini sudah membeli banyak barang begitu"


"Sebenarnya mereka berasal dari mana"


Banyak warga yang bertanya-tanya mereka dari mana karna jika di lihat dari banyak barang yang datang berarti mereka memiliki banyak uang,bukan kah seharus nya mereka tinggal di kota dari pada di desa.


Sekarang mereka duduk di kursi ruang keluarga di mana ada meja makan di sana karna tidak ada ruangan lain selain ruang tamu, jika meja di taruh di dapur akan sempit. Mereka sedang makan malam setelah membersihkan tubuh mereka lebih dulu.


"Ibu rasa penduduk desa ini tidak menyukai keberadaan kita di sini"kata Nyonya Wei.


"Tidak masalah mereka tidak menyukai kita selagi kita tidak meminta apapun pada mereka yang penting kita aman di sini"kata Yuan Zi.


"Aku tadi ke kota mendengar jika mereka mengatakan jika permaisuri dan putra nya melakukan pemberontakan di keluakan dari istana dan gelar mereka di cabut juga mereka mengatakan jika keluarga kita di buang jauh tapi tidak tahu kemana"jelas Ming Yue membuat semua terdiam.


"Kita akan aman di sini jika tidak ada yang mengetahui tentang kita,jarak dari ibu kota ke sini jauh jadi sementara waktu kita aman"kata Yuan Zi.


"Sampai kapan kita akan seperti ini"tanya Nyonya Wei menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu bu tapi ada baik nya kita menjauh dari sana karna aku yakin masalah ini tidak sederhana kelihatan, Ratu dan Selir Agung yang berambisi melakukan segala macam cara agar tujuan mereka tercapai tidak segan membunuh penghalang untuk tujuan nya"kata Yuan Zi.


__ADS_2