
Malam hari Ming Yue mengajak jalan-jalan Si kembar Mei Nuan,Mo Tian dan Mu Zian keliling desa di terangi bulan karna tidak banyak yang memasang obor di halaman rumah mereka.
"Kenapa tidak banyak yang keluar rumah kakak Ipar"tanya Mu Zian.
Ming Yue juga yang sedikir heran kenapa mereka tidak ada yang keluar rumah"Aku juga tidak tahu."
Baru saja mereka kembali melanjutkan langkah ada jejak kaki dari arah depan yang terdengar oleh Ming Yue.
"Sembunyi"kata nya segera menarik pelan tangan Ming Yue ke samping pagar rumah warga di ikuti oleh Mo Tian dan Mu Zian.
Mereka mengintip melihat dua orang berpakaian hitam yang seperti nya pria.
"Seperti nya mereka pencuri"kata Mu Zian pelan di angguki saudara kembar nya.
Kedua pencuri itu masuk ke dalam rumah dengan mudah dan tak lama mereka keluar entah membawa apa di tangan mereka yang awal nya kosong. Setelah memastikan kedua pencuri itu pergi Ming Yue menatap adik-adik ipar nya.
"Kalian tunggu di sini sebentar aku tidak akan lama"kata Ming Yue melesat pergi ke rumah yang di curi tersebut karna ia merasa ada yang aneh kenapa pencuri itu mudah masuk ke dalam.
Ming Yue menatap keluarga yang tergeletak di lantai dengan senjata seadanya di tangan mereka yang seperti nya mereka berjaga.
"Obat bius"gumam nya pelan memeriksa mereka yang tidak mengalami apapun. Ming Yue kembali melesat pergi ke tempat di mana ia meninggalkan si kembar.
"Ayo kembali"ajak Ming Yue.
"Baik"
Mereka pun berjalan kembali pulang yang jarak nya cukup jauh dari desa ke rumah mereka. Tiba di rumah mereka langsung masuk dan melihat Nyonya Wei masih duduk dengan Yuan Zi di temani teh dan kue-kue.
"Kenapa kalian lama sekali"tanya Nyonya Wei sedikit cemas.
"Kami ke desa di sana sangat sepi tidak ada orang saat kami ingin berjalan ada dua orang datang dan kami bersembunyi seperti nya mereka pencuri karna masuk ke dalam rumah warga"jawab Mo Tian.
"Seperti nya di sedang musim pencuri karna setelah pencuri itu pergi aku masuk ke dalam rumah untuk melihat mereka dan pencuri itu memakai obat bius untuk menjalan kan aksi nya juga mereka terlihat berjaga dengan senjata di tangan mereka"sambung Ming Yue.
__ADS_1
"Jadi kita harus hati-hati"kata Mo Tian di angguki mereka semua kecuali Ming Yue dan Yuan Zi.
"Lebih baik istirahat sudah malam"kata Nyonya Wei.
"Baik bu"
Mereka kembali ke kamar mereka untuk tidur begitu pun Ming Yue yang telah menggendong Yuan Zi ke kamar mereka dan menduduk kan nya di atas kasur.
"Aku rasa desa ini tidak sesederhana kelihatan nya"kata Ming Yue menatap Yuan Zi.
"Seperti nya begitu". Yuan Zi juga sepemikiran dengan istri nya ini.
"Lebih baik tidur sudah malam"sambung Yuan Zi.
"Baik." Ming Yue melepaskan mantelnya dan menaruh nya lalu berbaring di sebelah Yuan Zi juga yang telah berbaring.
"Selamat malam"ucap Ming Yue menutup mata nya untuk tidur begitu juga Yuan Zi.
Pagi yang cerah di desa sudah heboh karna ada lagi korban pencurian yang memang belakangan ini sudah cukup banyak warga yang menjadi korban. Namun mereka masih belum menemukan pelaku nya maka dari itu setiap malam mereka berjaga di rumah tetapi tetap saja pencuri tersebut bisa masuk ke dalam rumah mereka.
"Aku juga tidak tahu harus melakukan apa lagi,kalian sendiri tahu berjaga di rumah juga mereka masih bisa masuk dan pencuri nya belum di temukan entah siapa"kata Kepala Desa.
"Aku sudah melaporkan nya pada pihak kantor Yemen dan mereka juga belum dapat menangkap pencuri itu,bukan hanya desa kita yang menjadi korban desa lain juga seperti itu"sambung Kepala Desa.
"Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan".
Semua diam berpikir namun buntu karna sudah belakangan ini pencuri itu datang meresahkan warga.
Di kediaman Nyonya Wei mereka semua menikmati sup tulang babi dan daging babi panggang buatan Nyonya Wei karna Ming Yue tidak bisa memasak namun jangan salah jika membuat sate dia ahli nya jadi ia membantu hanya mengupas bawang saja dengan Mei Nuan.
"Bu nanti aku akan hutan untuk menebang kayu dulu"kata Ming Yue.
"Kakak ipar kami ikut."kata si kembar kompak.
__ADS_1
"Tidak boleh".Nyonya Wei dan Yuan Zi menjawab,lalu Nyonya Wei bertanya menatap Ming Yue.
"Untuk apa"tanya Nyonya Wei.
"Membuat kursi roda untuk suami ku bu"
"Tapi hutan di sini bahaya Ming Yue, Ibu dengar hutan di sini banyak binatang buas nya warga desa pun tidak berani masuk ke dalam hutan kecuali ke kaki gunung ini saja"jelas Nyonya Wei.
"Ibu jangan khawatir aku bisa menangani nya."
"Apa ibu ikut saja menemani mu"
"Jangan bu biar aku saja"
"Baiklah tapi kamu harus hati-hati" kata Nyonya Wei.
"Okay"
Setelah sarapan pagi Ming Yue mengambil parang dan keranjang bersiap pergi ke hutan.
"Hati-hati"kata Yuan Zi menatap Ming Yue.
"Pasti."Ming Yue tersenyum lebar meninggalkan kediaman menuju hutan dengan berjalan santai.
"Udara di sini sangat segar berbeda di zaman dulu yang banyak polusi beruntung juga aku tersesat di dunia ini bonus memiliki suami tampan dan keluarga"ujar nya terkekeh pelan.
Ming Yue tiba di tengah hutan menatap sekeliling yang banyak pohon pinus dan seperti yang di katakan oleh ibu nya hutan ini memang belum terjamah sepenuh nya karna sepanjang jalan ia harus menggunakan parang nya untuk membuka jalan.
"Apa yang di takuti di hutan ini tidak ada apa-apa di sini"
Dia pun segera menebang pohon pinus yang besar-besar dan membersihkan nya lalu mengikat nya dengan sulur pohon agar mudah membawa nya ke bawah. Selesai mata nya berbinar melihat pohon apel yang tumbuh subur tidak jauh dari tempat nya mengikat pohon itu.
"Woo apel juga ada di sini"kata nya tertawa senang segera berlari ke arah pohon apel itu dan mengambil nya hingga keranjang nya penuh.
__ADS_1
"Haha seperti nya banyak buah-buahan di sini besok aku akan kembali menjelajah hutan ini mana tahu masih banyak buah lain nya"sambung nya memakan apel di tangan nya yang terasa sangat manis sambil menatap ke atas pohon yang masih banyak buah apel di sana.