
Malam hari nya selesai makan malam mereka semua segera masuk ke dalam kamar setelah Shu Fan pulang karna ikut malam dengan mereka juga bahkan Nyonya Wei memberi makanan untuk di bawa Shu Fan pulang.
"Kenapa kamu setuju jika aku melatih si kembar"tanya Ming Yue.
"Kondisi kita tidak akan selalu aman,sekarang mungkin kita bisa hidup damai sementara, tapi tidak tahu kedepan nya,belajar bela diri untuk menjaga diri mereka sendiri itu baik untuk mereka karna kita tidak tahu musuh kapan datang,apalagi kondisi ku yang seperti ini tidak bisa menjaga mereka"jawab Yuan Zi.
"Seperti nya kamu memiliki banyak musuh"tanya Ming Yue.
"Bukan memiliki banyak musuh hanya saja mereka yang menganggap ku musuh"
"Kenapa mereka menganggap mu musuh"
"Di dalam kerajaan perebutan tahta sangat lah keji mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan nya,jangan kan di dalam kerajaan di luar pun jika memiliki keinginan mereka bisa mendapatkan nya"
"Maksud mu mereka melakukan kudeta"
"Benar,,sejak awal aku sudah merasakan hal itu maka dari itu aku selalu hati-hati tapi ternyata mereka memanfaat kan hari pernikahan kita untuk menjebak ku"
"Kamu tahu orang nya"
"Hmm aku tahu,,mereka selalu ingin menyingkirkan ku karna kandidat terkuat menjadi putra mahkota menggantikan kaisara adalah aku, sebagai pangeran pertama juga keahlian ku yang mendukung maka dari itu mereka sekuat tenaga menyingkirkan ku,sekarang kamu dapat melihat nya mereka membuat ku seperti ini karna jika aku lumpuh mereka yakin aku tidak bisa melawan mereka"
"Bukan kah setiap pangeran jika ingin merebut gelar itu memiliki pendukung,lalu yang mendukung mu?".
"Tidak banyak namun mereka cukup kuat dan jujur,selain karna Ibu berasal dari Bangsawan menengah yang tidak cukup memiliki pengaruh untuk ada di pihak ku."
"Berbeda dengan Selir Agung yang anak dari seorang panglima yang kuat dulu jadi otomatis Pangeran ketiga memiliki pendukung yang kuat, begitu juga dengan Ratu yang keluarga kuat belum lagi kedudukan nya mendukung Pangeran Kedua"sambung Yuan Zi.
"Biarkan saja mereka berebut kita menonton saja dulu entah siapa di antara mereka yang menang nanti nya setelah itu baru kita bergerak"kata Ming Yue.
"Aku sebenarnya tidak mau kekuasaan dan tahta itu bagiku hidup damai itu lebih baik namun jika di antara mereka menjadi kaisar aku yakin rakyat banyak yang menderita"kata Yuan Zi.
Ia tahu betul bagaimana Ratu Meng dan Selir Agung,belum lagi Pangeran Kedua dan Ketiga yang sama saja hanya bisa menghabiskan uang kerajaan bermain wanita di rumah bordil. Jika mereka yang menjadi Kaisar entah bagaimana Kerajaan ini di pimpin oleh mereka belum lagi orang yang ingin menggulingkan Kaisar.
"Kenapa rumit sekali"dengus Ming Yue.
"Maka dari itu di desa ini kita aman sementara,aku meminta bantuan mu untuk melatih si kembar bela diri"kata Yuan Zi.
"Tenang saja aku pasti akan melatih mereka menjadi kuat"ujar Ming Yue.
"Terimakasih"kata Yuan Zi menatap Ming Yue dengan lembut.
Ming Yue yang salah tingkah berkata"Jangan menatap ku seperti itu".
"Kenapa"tanya Yuan Zi ingin tertawa melihat wajah memerah istri nya juga salah tingkah.
"Lupakan saja,sudah malam lebih baik kita tidur"kata Ming Yue menarik selimut memejamkan mata nya.
Baru saja mata nya terpejam terdengar suara langkah kaki samar dari luar membuat nya membuka mata kembali menatap Yuan Zi yang juga menatap nya.
__ADS_1
"Seperti nya ada mangsa yang datang"kata Ming Yue segera bangkit.
"Hati-hati".
"Okay"
Ming Yue berjalan ke dapur keluar dari halaman belakang dengan langkah ringan tak terdengar. Ia dengan cepat melesat duduk di atas pohon yang berdaun lebat di samping rumah nya menatap dua orang yang kini masuk ke halaman rumah.
"Aiss menyusahkan orang saja"gumam Ming Yue palan segera melompat dari pohon dan berjalan santai masuk ke dalam rumah karna kedua orang itu sudah masuk.
Tanpa kata ia memukul kedua nya sekali pukulan hingga pingsan bahkan mereka tidak mengeluarkan suara apapun.
"Masih muda mau saja jadi pencuri tenaga kuat begitu bukan nya mencari pekerjaan malah menjadi pencuri"dengus Ming Yue.
Ia berjalans ke kamar menatap Yuan Zi yang kini sudah duduk bersandar.
"Suami ku mereka mau di apakan"tanya Ming Yue.
"Ikat saja tangan dan kaki nya lalu bawa ke depan rumah kepala desa"jawab Yuan Zi.
"Eh hanya begitu"
"Hmm biarkan petugas Yemen yang melakukan tugas mereka selanjut nya"
"Okay"
Ming Yue mengangguk segera mengambil tali dan mengikat kedua orang itu dengan kuat tak lupa ia mengambil kertas dan kuas.Ia menulis besar" PENCURI YANG MERESAHKAN WARGA"
"Pingsan sampai pagi okey"kata Ming Yue pada mereka yang pingsan berlalu dari sana setelah ua meletak kan nya tepat di depan pintu rumah kepala desa.
Tiba di rumah Ming Yue masuk ke dalam kamar berbaring di atas tempat tidur kembali.
"Kamu tidak terluka kan"tanya Yuan Zi.
"Tentu saja tidak"jawab Ming Yue.
"Tidur lah besok pagi kamu mau ke gunung bersama anak-anak bukan"
"Hmm,,kamu juga sebaik nya tidur"
"Ya".
"Selamat malam suami ku"ucap Ming Yue menutup mata nya untuk tidur.
"Selamat malam"kata Yuan Zi ikut berbaring di samping Ming Yue.
Pagi-pagi sekali warga desa sudah heboh saat melihat pencuri yang akhir nya tertangkap bahkan ada di rumah kepala desa dengan terikat, itu bermula saat putri Kepala Desa akan keluar rumah ia berteriak melihat ada orang pingsan di depan pintu membuat Kepala Desa dan keluarga nya berlari keluar begitu juga dengam warga yang dekat rumah kepala desa keluar.
"Ini pencuri yang mencuri di rumah kita"
__ADS_1
"Seperti nya begitu lihat ada tulisan nya juga"
"Kembali kan barang kami yang kalian curi"
Semua warga bersuara keras terutama korban yang rumah nya di curi,bahkan ada beberapa warga yang memukul kedua nya hingga babak belur melampiaskan rasa marah dan kesal mereka.
"Lebih baik serahkan pada petugas Yemen biar mereka yang menangani nya"kata Ketua Klan karna sekarang mereka semua berada di aula desa.
"Ayo kita bawa ke sana juga meminta agar barang-barang kita yang di curi kembali"ujar warga yang rumah nya menjadi korban.
Akhir nya para warga yang rumah nya menjadi korban mengikuti Kepala Desa ke kantor Yemen membawa kedua pencuri yang sudah babak belur tersebut menggunakan gerobak sapi karna di desa jarang ada gerobak kuda.
....
Ming Yue yang baru membuka mata nya menatap suami nya yang sudah bangun lebih dulu bersender dengan buku di tangan nya.
"Sudah bangun"kata Yuan Zi.
"Hmm,,selamat pagi"ucap Ming Yue.
"Kamu mau mandi duluan"tanya Ming Yue.
"Ya".
"Okey"
Dia mengambil baju ganti untuk Yuan Zi lalu menggendong Yuan Zi ke kamar mandi agar membersihkan tubuh nya di sana setelah ia lebih dulu menimba air mengisi nya ke dalam ember.
"Kalau sudah selesai panggil aku"
"Baik"
Ming Yue meninggalkan Yuan Zi mandi sendiri sesuai keinginan suami nya di sana dan pergi ke dapur membantu ibu mertua nya dan Mei Nuan.
"Selamat pagi Ibu,Mei Nuan"sapa Ming Yue.
"Selamat pagi Ming Yue/kakak ipar"jawab Nyonya Wei dan Mei Nuan.
"Yuan Zi sedang mandi"tanya Nyonya Wei sedang memasak sup daging babi dengan wortel dan jamur juga tomat.
"Ya bu"jawab Ming Yue membantu Mei Nuan membuat roti tepung putih berisi daging babi cincang juga daun bawang.
Setelah selesai tinggal di kukus di atas kompor yang sudah menyala.Ming Yue menatap lumayan banyak daging yang di asapkan di atas kompor.
"Ming Yue"panggil Yuan Zi dari arah kamar mandi.
"Sebentar"kata Ming Yue berteriak lalu berjalan ke arah kamar mandi di mana suami nya berada. Ia mencuci tangan nya lebih dulu lalu mengeringkan nya baru lah ia menggendong Yuan Zi membawa ke dalam menduduk kan nya di kursi.
"Kakak ipar Shu Fan sudah datang"lapor Mo Tian karna mereka di halaman samping memberi makan kuda milik mereka.
__ADS_1
"Ajak kemari sekalian ikut sarapan dengan kita"kata Nyonya Wei membawa nasi putih yang masih panas ke atas meja di ikuti Mei Nuan membawa sup daging.
"Baik bu". Mo Tian berlari keluar mengajak kembaran nya juga Shu Fan untuk sarapan sebelum lebih dulu mereka mencuci tangan.