Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 20


__ADS_3

"Sudah selesai"tanya Ming Yue menatap mereka yang membawa buku-buku di tangan mereka.


"Ya kakak ipar/kakak"


Ming Yue mengangguk dan berkata pada kasir itu"hitung juga berapa semua buku-buku ini".


"Baik nona muda".


"Nona muda ini semua di bungkus jadi satu atau di pisah"tanya pelayan.


"Pisah saja buku dan alat tulis nya"


"Baik nona"


"Semua nya 32 tael perak nona muda"kata kasir itu menghitung harga semua buku dan alat tulis yang di beli Ming Yue.


Ming Yue mengangguk segera membayar nya setelah selesai mereka pun pulang kembali ke desa.


"Kakak ipar kenapa mereka semua berjalan cepat begitu"tanya Mo Tian menatap beberapa warga yang berjalan cepat ke arah kaki gunung.


"Tidak tahu"jawab Ming Yue segera mengtak kan tali kuda nya keras agar mereka lebih cepat ke rumah.


Tiba di halaman rumah yang pagar nya sudah terbuka jadi kereta kuda tinggal masuk ke dalam.


"Ibu kenapa mereka semua berjalan cepat begitu"tanya Ming Yue pada ibu mertua nya yang berdiri di pintu dengan wajah khawatir dan cemas.


"Kata nya ada warga yang di serang babi hutan yang mengamuk"jawab Nyonya Wei.


"Astaga"gumam Ming Yue pelan.


Saat mereka masih berbicara terdengar suara teriakan warga yang lain dengan cepat Ming Yue mengambil parang berlari ke arah di mana asal suara itu berada.


Dari jarak lumayan dekat babi butan besar berlari tanpa arah membuat warga berlarian ketakutan,Ming Yue sendiri yang melihat segera melemparkan parang di tangan nya dan...


Jleb


Parang tersebut tepat mengenai leher babi hutan yang kini mati tergeletak di tanah membuat warga yang lain melihat itu lega dan marah.


"Ini semua gara-gara kamu pendatang memberikan contoh tidak baik pada warga kami hingga membuat banyak warga yang terluka"teriak Nyonya Wu melihat Ming Yue yang santai menyeret ekor babi hutan itu.

__ADS_1


"Contoh tidak baik?"


"Memang apa yang aku lakukan?"tanya Ming Yue heran.


"Ka-kamu kenapa berburu di hutan jadi warga yang jadi korban nya"jawab Nyonya Wu.


"Aku yang berburu kalian yang susah,lagi pula aku berburu di hutan,jika kalian tidak mampu berburu kenapa kalian malah ingin ikut berburu juga."


"Maka nya jadi orang jangan punya hati iri dan hitam rasakan saja akibat nya, Sudah tua juga bukan nya mencari kebaikan malah mencari kejahatan,kalau mati susah berurusan dengan di alam baka"sambung Ming Yue dengan kejam.


Ia tidak peduli dengan reaksi warga yang marah atau tersinggung ia dengan santai menyeret babi hutan itu ke rumah nya.


"Ketua Klan lihat dan dengar sendiri bagaimana pendatang baru itu"kata Nyonya Wu dengan wajah marah dan muram.


"Benar Katua Klan dia berani mengatakan tidak sopan pada warga kita"sahut Nyonya Ling juga karna suami nya juga menjadi korban walaupun tidak parah.


"Lebih baik bawa ke balai desa saja Ketua Klan dia telah memberi contoh tidak baik pada warga desa kita"suara yang lain begitu juga warga lain nya ikut bersuara.


Apalagi saat mereka melihat babi besar gemuk itu di bawa Ming Yue di hadapan mereka dengan santai membuat mereka iri.


"Baiklah setelah makan siang selesai kita urus di balai desa"kata Ketua Klan beranjak dari sana di ikuti warga yang membantu orang-orang yang terluka.


Kedatangan Ming Yue kembali ke rumah membawa babi besar membuat si kembar kegirangan karna mereka akan makan banyak daging lagi,sedangkan Nyonya menatap cemas pada menantu nya.


"Tidak bu"


"Syukurlah,,,bagaimana dengan warga desa"tanya Nyonya Wei.


"Biarkan saja bu aku bisa mengurus nya"jawab Ming Yue.


"Ibu apa ada air panas di dapur"tanya Ming Yue.


"Ada"


"Aku akan membersihkan babi ini dulu bu"


Nyonya Wei mengangguk bergegas masuk ke dalam sedangkan Ming Yue menyeret babi hutan itu ke halamab belakang untuk ia kuliti dan potong-potong di ikuti si kembar dan Shu Fan.


"Kalian tidak bermain"tanya Ming Yue menatap mereka.

__ADS_1


"Tidak kakak ipar/kakak"


Ming Yue mengangguk membiarkan mereka melihat dari jauh, tak lama Nyonya membawa air panas dan menyiram babi hutan itu,ia pun ikut membantu membersihkan nya.


"Ini semua daging babi mau kita apakan Ming Yue di dapur saja masih lumayan banyak"tanya Nyonya Wei.


"Di asap saja bu dan di jemur biar awet"jawab Ming Yue.


Nyonya Wei mengangguk,selesai membersihkan bulu babi tersebut Ming Yue membuat api di halaman belakang,lalu ia menaruh daun pohon kesambi untuk mengasap daging babi tersebut.


"Kakak ipar jika di asap begini akan tahan lama"tanya Mo Tian.


"Ya jika begini akan tahan lebih lama dan kena sinar matahari"jawab Ming Yue di angguki mereka.


Setelah babi hutan itu berwarna agak hitam dan tidak mengeluarkan air lagi Ming Yue menggantung nya di atas kompor. Bertepatan Nyonya Wei selesai memasak untuk mereka makan siang.


"Cuci tangan kalian kita makan dulu"kata Nyonya Wei.


"Baik bu"


Mereka mencuci tangan dan mengelap nya baru lah mereka ke meja makan,Ming Yue ke kamar nya menggendong Yuan Zi dan menduduk kan nya di kursi.


"Mari makan"kata Nyonya Wei.


"Mari makan"


Mereka semua makan dengan lahap karna Nyonya memasak berbagai macam daging babi dan nasi putih. Selesai makan siang Nyonya Wei dan si kembar membawa peralatan ke dapur di bantu Shu Fan.


"Kenapa"tanya Ming Yue menatap Yuan Zi.


"Warga desa tidak akan diam setelah yang menimpa mereka"jawab Yuan Zi.


Ming Yue mengangguk dan berkata"Itu bukan salah ku,memang siapa yang meminta mereka untuk pergi juga."


"Mereka saja yang memiliki iri hati sampai hitam begitu mana sudah pada tua juga bukan nya berkelakuan baik malah sebalik nya"sambung Ming Yue mengendus kesal.


Yuan Zi ingin tertawa mendengar ucapan sarkas istri nya itu. Tangan nya reflek terangkat mengusap kepala istri nya dengan lembut membuat Ming Yue terdiam.


Di dapur Nyonya Wei dan anak-anak mengintip dari pintu melihat kedekatan suami-istri tersebut membuat mereka tersenyum senang karna kakak dan kakak ipar nya sudah dekat.

__ADS_1


"Ayo kita ke halaman belakang menanam sayuran saja biarkan kakak dan kakak ipar mu"ajak Nyonya Wei.


"Baik ibu/bibi"kata mereka pelan segera mengikuti Nyonya Wei ke halaman belakang dengan senyum lebarv meninggalkan kedua nya yang seperti pasangan malu-malu kucing.


__ADS_2