
Ming Yue kini fokus membuat rumah untuk Lui di atas pohon yang menjadi tontonan adik-adik nya juga Yuan Zi,Ia menggeleng kepala melihat istri nya yang serius di atas padahal ia seorang wanita namun tingkah nya melebihi seorang pria.
"Kakak ipar sangat hebat"kata Mei Nuan menatap kakak ipar nya yang serba bisa semua.
"Nanti aku ingin seperti kakak ipar yang hebat dan kuat"sambung nya dengan penuh semangat.
"Kami juga".Mo Yian da Mu Zian tidak kau malah dari adik kembar mereka Mei Nuan.
Di atas pohon Ming Yue tidak mendengar pembicaraan mereka ia menatap puas rumah kecil yang ia buat untuk Lui.
"Nah sudah selesai coba masuk ke dalam"kata Ming Yue pada Lui yang bertengger manis di dahan pohon.
Lui mengangguk segera masuk ke dalam rumah baru nya yang kupul luas dan tinggi.
"Bagaimana"tanya Ming Yue.
"Bagus".
"Terimakasih"kata nya di angguki Ming Yue.
Ming Yue segera melompat ke bawah dengan santai tanpa melihat wajah khawatir suami nya.
"Kenapa kamu malah melompat pohon itu cukup tinggai bagaimana kalau kamu terluka". Suara Yuan Zi sedikit keras mengatakan nya.
"Aku sudah biasa tenang saja itu tidak masalah bagi ku".Ming Yue yang kurang peka berkata santai.
"Yuan Zi kenapa suara mu keras sekali"tanya Nyonya Wei.
Yuan Zi diam saja memutar kursi roda nya masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka yang bingung terutama Ming Yue.
"Dia kenapa"ucap nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kakak takut jika kakak ipar terjatuh saat melompat tadi,mungkin kakak khawatir pada kakak ipar"ujar Mo Tian di angguki mereka.
"Ayo masuk ibu membuat kue bolu ketan hitam"ajak nyonya Wei pada mereka.
"Aku cuci tangan dulu bu sebentar"kata Ming Yue berjalan ke sumur mencuci tangan nya,ia pun ikut bergabung dengan mereka yang sudah duduk dengan teh di depan mereka yang masih panas.
"Shu Fan belum kembali ke sini"tanya Nyonya Wei.
Saat si kembar pergi bersama Shu Fan tadi mengantarkan makan siang mereka pulang lebih dulu karna Shu Fan ada urusan yang entah apa namun ia mengatakan akan cepat datang lagi.
__ADS_1
"Ehh iya dimana Shu Fan"tanya Ming Yue yang baru saja sadar.
"Kami tidak tahu kakak ipar dia menyuruh kami pulang duluan"jawab Mo Tian.
"Lebih baik kalian lihat lagi mana tahu terjadi sesuatu"ujar Nyonya Wei.
Ming Yue mengangguk setuju dengan perkataan ibu mertua nya"aku akan melihat nya".
"Kami ikut kakak ipar"kata si kembar.
"Okay"
"Bu kami pergi sebentar"kata Ming Yue di angguki Nyonya Wei.
"Kalian hati-hati".
"Baik bu,,suami ku aku pergi dulu wajah mu jangan terlalu murah kamu kelihatan jelek begitu"kata Ming Yue bangkit dari duduk nya berjalan keluar rumah bersama si kembar yang menahan tawa mendengar perkataan kakak ipar mereka.
Mereka berjalan menuju luar desa dimana biasa nya pendatang tinggal,mereka lebih memilih di luar desa dari pada di kaki gunung karna takut jika sewaktu-waktu binatang buas turun.
"Mereka mau kemana".
"Tidak tahu tapi seperti nya keluar gerbang"
Suara bisik-bisik warga terdengar membuat Ming Yue yang mendengar nya mulai jengah,apa aku terlalu baik pada mereka,pikir nya.
"Kakak itu rumah Shu Fan"suara Mu Zian mengalihkan pandangan Ming Yue yang menatap sekeliling.
"Oh itu ayo ke sana". Ming Yue menatap rumah yang jauh dari kata rumah mungkin itu adalah gubuk yang bobrok.
Tok tok tok
"Shu Fan apa kau di dalam"teriak Mu Zian mengetuk pintu.
"Sebentar"suara lemah seseorang dari dalam yang dapat mereka tebak adalah nenek Shu Fan.
"Ehh Nona muda,tuan Muda"sapa nenek Ming Yue sopan sedikit terkejut karna melihat mereka,ia pikir tadi teman biasa Shu Fan bermain.
"Shu Fan di mana nenek"tanya Mo Tian.
"Ada di dalam tuan muda"jawab nenek itu.
__ADS_1
"Panggil nama saja nek aku Mo Tian,ini kembaram ku Mu Zian dan Mei Nuan dan itu kakak ipar kami Ming Yue"jelas Mo Tian.
"Baik,,mari masuk maaf rumah kami seperti ini"kata Nenek Shu.
Mana berani ia memanggil nama dari aura saja ia tahu mereka bukan orang biasa apalagi Ming Yue,mungkin jika nenek Shu tahu mereka adalah pangeran dan putri ia akan membungkuk hormat.
"Ehh Shu Fan kenapa nek"tanya Mu Zian melihat Shu Fan babak belur. Ming Yue,Mei Nuan dan Mo Tian juga tak kalah terkejut melihat nya.
"Nenek juga tidak tahu dia pulang di antar warga sudah seperti ini"jawab nenek Shu Fan lesu.
"Sudah di panggil tabib nek"tanya Ming Yue.
Nenek Shu menggeleng kepala dan menjawab"nenek sudah mengobati luka nya".
Ming Yue mengangguk"kalau begitu kami pulang dulu nek,Shu Fan juga tidur lebih baik ia istirahat agar luka nya cepat sembuh"jelas Ming Yue.
"Ya,,terimakasih nona dan tuan muda datang menjenguk cucu saya".
"Terimakasih juga nona membantu cucu saya belajar dan memberi kami makanan"sambung Nenek Shu tulus.
"Sama-sama"jawab Ming Yue santai.
"Kalau begitu kami pulang dulu nek"sambung nya di anguki nenek Shu yang mengantarkan mereka ke pintu.
"Kakak kenapa bisa Shu Fan babak belur begitu"tanya Mo Tian heran.
"Aku juga tidak tahu tapi seperti nya ini ulah anak-anak desa ini karna sebelum nya juga mereka memukuli Shu Fan"jawab Ming Yue.
Mereka berjalan kembali ke rumah,saat melewati balai desa cukup banyak orang berkumpul di sana,Ming Yue menatap mereka satu persatu lalu melanjutkan langkah nya.
"Seperti nya benar ini ulah mereka,apa mereka pikir aku takut karna diam saja di ganggu, tunggu saja nanti malam aku akan membalas kalian".Ming Yue berbicara dalam hati.
"Bagaimana"tanya Nyonya Wei saat mereka tiba di rumah.
"Shu Fan babak belur bu ada yang memukulinya"jawab Mo Tian.
"A-apa kenapa bisa".
"Kami tidak tahu juga bu".
"Aku yakin ini ulah anak-anak nakal itu bu, Nanti malam aku akan memberi mereka pelajaran jika orang tua mereka tidak bisa memberi pelajaran dengan baik aku yang akan memberikan nya"kata Ming Yue dengan senyum licik di sudut bibir nya.
__ADS_1
"Istri ku benar bu,kita terlalu baik pada mereka yang selalu mencari masalah tidak jelas ada baik nya mereka di beri pelajaran agar tidak berbuat seenak nya seperti itu". Yuan Zi setuju dengan perkataan istri nya yang mau memberi mereka pelajaran.