
Di kota Kekaisaran ternyata bukan hanya Ratu dan selir juga para putri yang menderita. Para pangeran juga sama bahkan Kaisar sekali pun, mereka sekarang seperti pria Impoten yang tidak memiliki hasrat apalagi Pangeran Kedua dan Ketiga yang selalu bermain wanita tanpa henti.
Banyak wanita yang menjadi korban kekerasan mereka karna tidak juga bisa membangkitkan gairah mereka hingga Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga dengan kasar menyiksa wanita yang mereka bayar bahkan ada yang sampai mati.
"Ayah Kaisar bagaimana sekarang apa yang harus kita lakukan"tanya pangeran Ketiga dengan wajah muram.
"Kalian sendiri sudah tahu jawaban nya bukan jika tabib sedang berusaha menyembuhkan nya"jawab Kaisar Xia.
"Apa ini ada hubungan nya dengan Pangeran Yuan Zi"tanya Pangeran Kedua.
"Seperti nya tidak,,kalian tahu sendiri jika kita mengalami ini setelah mereka pergi"jawab Kaisar Xia.
"Lalu siapa pelaku nya ayah Kaisar?".
"Masih di cari tahu."
"Kalian keluar lah jangan membuat masalah lagi atau kalian aku hukum juga"usir Kaisar Xia pada kedua putra nya itu.
"Baik ayah".
Kedua nya segera keluar dari ruang kerja Kaisar Xia yang kembali sibuk dengan pekerjaan nya,Bagaimana Kaisar Xia tidak sibuk dan pusing memikirkan semua nya.
Harta kekaisaran di curi semua hanya meninggalkan tael perak,Mereka juga mengalami penyakit mendadak yang harus di obati membutuhkan banyak biaya apalagi tidak ada perubahan sedikit pun. Semua anggota Istana harus mengeluarkan uang mereka masing-masing sesuai dengan kata Kaisar Xia jika ia tidak akan mengeluarkan uang untuk mereka satu pun ,jadi jika ingin berobat pakai uang simpanan sendiri.
Beruntung Kaisar Xia memiliki Ratu Dan selir agung yang keluarga mereka mau membantu juga mencari tahu penyebab penyakit yang seperti di sengaja karna tidak mungkin semua anggota di istana sekaligus terserang bersamaan.
Sama hal nya dengan kediaman bangsawan Qiao di juga menderita sama dengan para pangeran,istri dan putri nya juga belum sembuh walaupun sudah tidak terlalu gatal namun luka-luka mereka cukup mengerikan sekarang bahkan pelayan yang menemani mereka banyak yang berhenti karna tidak tahan dengan bau busuk tubuh mereka.
"Ayah panggil tabib hebat untuk mengobati ku"tangis Qiao Ying Yue.
"Diam lah jangan membuat ku pusing"bentak bangsawan Qiao pada putri nya itu.
"A-ayah membentak ku"tanya Ying Yue tak percaya.
"Ck kalian hanya menghabiskan uang kita saja,pakai obat yang sudah di berikan oleh tabib itu saja".
__ADS_1
"Tapi,,".
"Uang keluarga kita sudah menipis karna semua untuk obat dan membayar tabib,jika terus untuk obat kita mau makan apa lagi nanti pihak istana juga sudah mengatakan penurunan gaji kami karna istana juga sedang kekurangan uang"kata Bangsawan Qiao kesal.
"Ba-bagaimana bisa"tanya Nyonya Qiao.
"Aku juga tidak tahu mungkin untuk mereka juga membeli obat,kalian sudah tau mereka semua juga terserang penyakit belum ada tabib yang menyembuhkan nya"jawab Bangsawan Qiao.
"Lalu kami harus bagaimana"tanya Nyonya menangis meratapi nasib nya dengan putri yang selalu ia banggakan, sekarang wajah dan tubuh mereka penuh luka dan bahkan mulai membusuk juga bau. Selama hampir dua bulan mereka tidak keluar karna malu berita mereka yang terserang penyakit aneh menyebar luas.
Tidak hanya bangsawan Qiao pihak dari Istana juga telah menyebar luas jika terserang penyakit yang sama hingga membuat kekaisaran heboh juga kekaisaran lain.
Di kediaman Nyonya Wei setelah Ming Yue sarapan pagi ia akan naik ke gunung sendirian untuk berburu.
"Hati-hati"kata Yuan Zi mengantarkan istri kecil sampai ke pintu.
"Okay".
Ming Yue pergi ke gunung dengan senyum mengembang karna hubungan nya dengan Yuan Zi semakin dekat. Tiba di gunung Ming Yue semakin masuk ke dalam lebih jauh dari tempat mereka biasa jika ke gunung.
Suasana hutan sedikit menyeramkan karna pohon-pohon tinggi yang membuat matahari tidak dapat menembus nya,Namun bukan nya takut Ming Yue malah merasa tertantang ingin mengobrak-abrik gunung tersebut,pasti akan banyak hal yang bagus,pikir nya.
"Bukan kah itu suara burung elang",pikir nya segera berjalan ke arah sumber suara dan benar saja ia melihat elang putih sedang terluka.
"Hey kamu terluka"kata Ming Yue mendekati burung elang tersebut.
Ia mengambil burung elang itu memeriksa nya ada bekas cakaran juga.
"Seperti nya kalian baru berkelahi"tanya Ming Yue menatap ada elang hitam satu lagi tergetak di tanah namun seperti nya sudah mati.
Ming Yue meneteskan air suci milik nya pada elang tersebut yang tidak lama luka yang ada di tubuh elang itu sembuh seketika bahkan tidak berbekas.
"Terimakasih Nona"ucap suara terdengar di pikiran Ming Yue membuat nya kaget hampir terjungkal ke belakang.
"Siapa yang berbicara"kata nya menatap sekitar.
__ADS_1
"Saya nona yang di depan anda".suara itu kembali terdengar membuat Ming Yue menatap elang di depan nya dengan mata memicing.
"Kamu yang berbicara pada ku"tanya Ming Yue.
"Benar nona"
"Wooo luar biasa"
"Aku belum gila kan kenapa bisa suara elang ada di pikiran ku"ujar Ming Yue menggelengkan kepala nya pelan.
"Saya bisa berbicara dengan nona karna binatang yang berkultivasi seperti saya dapat berbicara dengan orang yang memiliki ruang dimensi"jelas Elang itu.
"Ehh kamu tahu jika aku memiliki ruang dimensi?".tanya Ming Yue.
"Benar nona"jawab Elang.
"Baiklah aku pergi berburu dulu,luka mu sudah sembuh"kata Ming Yue segera berdiri.
"Nona belah saya mengikuti anda"tanya Elang itu.
"Jika kamu mau tidak masalah"jawab Ming Yue santai.
"Terimakasih nona"
"Ya,,ya"
Ming Yue melanjutkan langkah nya dengan Elang yang bertengger di bahu nya."Kemana para binatang itu pergi?".
Elang itu hanya diam saja malas mengatakan jika mereka takut pada nona kecil nya itu,bagaimana binatang itu tidak takut mereka dapat merasakan aura kuat dari Ming Yue apalagi binatang yang berkultivasi. Untuk Binatang lain mereka hanya samar merasakan nya saja.
"Mereka mungkin takur pada mu sebaik nya kau bersembunyi dulu jika kau ikut aku tidak akan mendapatkan hewan buruan"kat Ming Yue pada elang putih di bahu nya.
"Baik nona". Elang itu terbang mencari makanan untuk nya.
Ming Yue kembali berjalan lebih dalam mata nya berbinar menatap seekor harimau sedang memakan rusa lumayan besar. Dengan pelan ia melempar batu ke arah harimau yang belum menyadari keberadaan nya.
__ADS_1
Tukkk
Harimau itu ambruk di tanah dengan kepala yang bocor membuat Ming Yue meringis melihat nya.Perasaan aku melemparnya tidak terlalu kuat,pikir nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.