
"Suami ku kami gunung dulu"kata Ming Yue pada Yuan Zi.
"Ya hati-hati"ucap Yuan Zi menatap istri nya.
"Okay".
Mereka segera pergi ke gunung lagi bukan untuk berburu tapi mengambil ulat bulu,setiba nya di sana mereka segera memasuk kan ulat-ulat itu ke dalam bambu yang sudah di potong oleh Ming Yue juga dengan daun-daun dimana ulat itu berada.
Saat mereka asyik mengambil ulat-ulat itu suara gemuruh dari dalam membuat mereka berhenti mematap ke asal suara.
"Kalian berdiri di belakang ku"kata Ming Yue menatap ke depan di mana pohon-pohon bergoyang hebat.
"Kakak ipar itu apa"tanya Mei Nuan.
Belum menjawab sekawanan babi hutan keluar dari sana berlari kencang,Ming Yue segera mengeluarkan parang milik nya membunuh enam babi hutan itu dalam sekejap.
"Aiyaa ini nama nya keberuntungan"kata Ming Yue dengan mata berbinar menatap ke enam babi hutan yang sudah tergeletak di tanah.
"Luar biasa"gumam mereka serempak menatap kagum dan berbinar pada Ming Yue.
"Kakak ipar sangat hebat"kata Mei Nuan bertepuk tangan.
"Kakak ipar luar biasa"kata Mo Tian dan Mu Zian tidak mau kalah memuji kakak ipar nya.
"Tentu saja kalau tidak hebat bukan kakak ipar kalian"ucap Ming Yue bangga membuat mereka tertawa.
"Sudah sore ulat bulu nya juga sudah banyak bukan,lebih baik kita pulang sekarang dan ke kota menjual babi ini"kata Ming Yue.
"Baik kakak/kakak ipar".
"Tutup dulu bambu nya dengan banyak daun".
"Okay".
Mereka segera menutup bambu di tangan mereka dengan daun,Ming Yue sendiri mengikat kaki babi dengan sulur pohon untuk membawa nya pulang karna tidak akan sempat jika membuat papan kayu.
Setelah selesai mereka segera pulang ke rumah dengan Ming Yue yang menyeret ke enam babi hutan tersebut,beruntung tidak ada lagi warga yang di kaki gunung ataupun di ladang jadi tidak ada yang melihat mereka.
"Kami pulang"teriak Si kembar membuka pintu pagar masuk ke dalam.
"Kalian baik-baik saja"tanya Nyonya Wei keluar dari rumah begitu juga Yuan Zi.
"Ya bu".
Ming Yue yang terakhir masuk menyeret babi hutan itu membuat Nyonya Wei melongo melihat babi hutan yang banyak tersebut.
"Banyak sekali babi hutan nya Ming Yue"kata Nyonya Wei pada menantu nya.
__ADS_1
"Iya bu lumayan untuk kita jual hehe".sahut Ming Yue.
"Ambil kereta kuda kita ke kota sekarang jika besok pagi daging nya tidak akan segar lagi, kita juga tidak akan bisa membersihkan nya semua malam ini".
"Baik kakak".Du Xiang meletakkan bambu di tangan nya di bawah pohon begitu juga si kembar.
Ming Yue menyeret satu babi hutan ke belakang rumah untuk mereka sedangkan lima lagi akan di jual.
"Ibu tolong panas air untuk membersihkan babi itu nanti setelah dari kota aku akan membersihkan nya"kata Ming Yue.
"Baiklah,,kalian hati-hati jangan pulang terlalu malam"sahut Nyonya Wei.
"Baik bu"kata mereka.
"Kami pergi dulu bu".
Nyonya Wei mengangguk begitu juga Yuan Zi saat Ming Yue menatap nya. Du Xiang segera menghentak kan tali kuda menuju ke kota setelah Ming Yue menaik kan babi hutan itu ke dalam.
Setiba nya di restoran Ming Yue turun di sambut pelayan yang biasa nya di sana.
"Nona Ming Yue mau menjual hasil buruan"tanya pelayan itu di angguki Ming Yue.
"Ada lima babi hutan aku bawa apa kalian akan menerima semua nya"tanya Ming Yue.
"Sebentar saya panggilkan Paman Chu dulu nona"jawab pelayan itu segera berlari.
"Aiyoo nona kenapa sore datang"tanya Paman Chu.
"Aku baru mendapatkan buruan paman"jawab Ming Yue.
"Jadi bagaimana apa paman akan mengambil semua babi hutan itu"tanya Ming Yue.
"Tentu saja saat ini restoran membutuhkan banyak daging akan ada acara di kediaman bangsawan Wang"kata paman Chu.
"Acara keluarga paman"tanya Ming Yue penasaran.
"Bukan tapi acara penyambutan keluarga nya dari ibu kota"jawab Paman Chu.
"Oh kapan paman?".
"Dua hari lagi akan tiba".
"Semoga sukses paman".
"Ya,,Harga nya seperti biasa ya"kata paman Chu mengeluarkan tael perak dari saku nya memberikan nya pada Ming Yue.
"Terimakasih paman".
__ADS_1
"Sama-sama".
Mereka segera kembali ke desa setelah para pelayan restoran mengangkat semua babi hutan itu ke dalam restoran. Ming Yue sendiri terdiam memikirkan perkataan paman Chu tadi.
"Aku harus memastikan nya"gumam nya pelan.
Kereta kuda tiba di kediaman Nyonya Wei dimana Yuan Zi menunggu kedatangan mereka di pintu,Ming Yue segera melompat turun menghampiri suami nya.
"Kenapa di luar"tanya Ming Yue.
"Aku menunggu kalian"jawab Yuan Zi.
"Ayo masuk di luar dingin"kata Ming Yue mendorong kursi roda Yuan Zi masuk karna memang cuaca mulai terasa dingin.
"Ajak Du Xiang makan malam di sini juga"kata Ming Yue pada si kembar yang akan masuk.
"Ya kakak ipar".
"Ming Yue cuci tangan mu kita makan malam"kata Nyonya Wei.
"Baik bu".Ming Yue segera ke sumur mencuci tangan begitu juga si kembar dan Du Xiang.
Mereka makan malam daging babi kecap,rebus dan panggang dengan nasi putih panas yang mengepul. Du Xiang yang melihat banyak menu daging baru pertama kali merasa senang ia makan dengan lahap.
"Makan yang banyak"kata Nyonya Wei pada mereka.
"Ya bu/bibi".
Selesai makan mereka membantu membawa peralatan yang kotor dan membersihkan nya lalu pergi mandi,Ming Yue sendiri segera menguliti babi hutan itu dan memotong-motong nya di bantu Nyonya Wei membersihkan bulu-bulu babi tersebut.
"Ming Yue mandi lah biar ibu yang menyelesaikan nya"kata Nyonya Wei.
"Baik bu"Ming Yue bergegas ke kamar nya mengambil baju lalu mandi.
Setelah selesai mandi ia melihat Nyonya Wei ternyata sudah selesai membersihkan babi itu dan sekarang membumbui yang akan di masak pagi hari,selebih nya di gantung di dekat kompor.
"Du Xiang sudah pulang bu"tanya Ming Yue.
"Baru saja"jawab Nyonya Wei.
Ming Yue mengangguk segera ke luar dari dapur menghampiri si kembar yang belajar dengan Yuan Zi di ruang tengah.
"Kenapa malah mencuci rambut malam begini"tanya Yuan Zi.
"Aku hanya kepanasan saja"jawab Ming Yue menggosok kan rambut nya dengan handuk.
"Duduk".Yuan Zi menunjuk kan kursi di bawah nya. Ming Yue dengan patuh duduk di depan Yuan Zi yang mengambil handuk di tangan nya dan mengeringkan rambut panjang milik nya dengan lembut.
__ADS_1
Si kembar yang duduk di sana juga tersenyum tipis tanpa mau mengganggu kedua nya mereka kembali belajar.