Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 47


__ADS_3

Yuan Zi meminta pada paman Qing agar membuatkan mereka dapur darurat karna besok akan banyak yang membantu memasak,paman Qing dan yang lain mengerti segera membuat dapur darurat lebih dulu karna bahan bangunan yang di minta dari tempat langgangan nya sudah datang jadi mereka bisa membuat nya.


"Paman bisa membersihkan yang bagian belakang nya lebih dulu"tanya Ming Yue karna halaman itu akan mereka buat tempat untuk latihan.


"Bisa nona"jawab paman Qing.


"Setelah halaman belakang selesai paman dan yang lain nya buat saja dulu tembok tinggi"kata Ming Yue.


"Baik nona".


Ming Yue mengangguk puas karna paman Qing bisa melakukan nya ia hanya berjaga-jaga saja agar mereka sedikit ada pelindung walau hanya sebatas tembok tinggi.


"Kalian juga sebaik nya kembali dan beritahu yang lain nya tenang saja untuk bayaran nanti aku akan membayar nya juga asal kan kalian menjadi anggota ku seperti yang aku jelaskan"kata Ming Yue pada Hao Lang.


"Baik nona"sahut mereka serempak segera undur diri dari sana untuk memberi tahu anggota mereka yang lain.


Sekarang mereka hanya tinggal keluarga saja yang duduk di bawah pohon dengan Feng Ray dan Feng Rui karna Ibu Du ada di dapur sedang membumbui daging yang akan di masak untuk makan malam.


"Ibu mereka berdua anggota keluarga kita yang baru nama nya Ray dan Rui"kata Yuan Zi menatap Nyonya Wei.


Nyonya Wei memberikan senyum ramah pada kedua nya"selamat datang di keluarga kami semoga kalian betah dan semoga kalian rukun"sahut Nyonya Wei menatap anak kembar nya.


"Ya bu"sahut mereka senang karna ada anggota baru di keluarga mereka terutama Mei Nuan ia senang mendapatkan teman baru.


"Nah kalian pasti sudah saling mengenal satu sama lain bukan"tanya Ming Yue menatap mereka satu persatu.


"Ya kakak ipar/kakak"sahut mereka kompak karna saat Ming Yue dan Yuan Zi di kamar mereka semua sudah saling mengenalkan satu sama lain.


"Terimakasih Nyonya sudah membiarkan kami tinggal di sini"kata Feng Ray dan Feng Rui pada Nyonya Wei.


"Panggil bibi saja"ujar Nyonya Wei tersenyum tipis.


"Baik bibi"kompak kedua nya.


Di saat mereka semua sedang bersantai menikmati teh dan kue, Di desa sendiri kembali heboh karna para preman yang datang ke kediaman Nyonya Wei kembali pulang begitu saja tanpa membawa apapun membuat mereka heran.


Karna penasaran dengan apa yang terjadi mereka menuju kediaman Nyonya Wei untuk memastikan keadaan di sana namun yang mereka lihat malah keluarga Nyonya Wei sedang bersantai juga ada para pekerja tidak jauh dari jarak mereka sedang membersihkan tanah kosong.


"Bukan itu warga desa sebelah"tanya Xu Tao.


"Kenapa mereka berkerja di kediaman Nyonya Wei"tanya nya kembali.


"Wah seperti nya mereka akan membangun rumah baru"sahut Xu Damo karna ia kenal dengan tukang bangunan itu.


"Ayo ke sana kenapa bisa-bisa nya mereka memperkerjakan warga desa lain jika ada warga desa sini juga yang bisa"kata Xu Damo kesal.


"Ayo"kata yang lain tak kalah kesal karna keluarga Nyonya Wei mempekerjakan warga desa lain.


"Ehemm"dehem Xu Damo keras.


"Oh ada apa"tanya Ming Yue.


"Kenapa kalian malah memperkerjakan desa lain sedangkan di sini juga ada"tanya Xu Damo langsung.

__ADS_1


"Memang nya kenapa jika kami memperkerjakan warga desa lain"tanya Ming Yue balik.


"Itu sama saja melangkahi warga desa,apa kalian tidak menghormati warga desa ini"jawab Xu Damo.


"Kalian pikir kami sebaik itu memperkerjakan kalian yang selalu membuat masalah pada kami"kata Yuan Zi dingin.


"Kami tidak sebaik itu untuk memperkerjakan kalian di tempat kami"sambung nya lagi.


Semua diam mendengar nya karna memang itu benar namun rasa iri dan dengki di hati mereka membuat mereka tidak mau kalah.


"Tapi jika memperkerjakan kalian itu akan lebih mahal lagi"kata Xu Tao.


"Benar tapi kami tidak masalah bahkan kami malah membayar mereka lebih mahal dari yang biasa"kata Yuan Zi.


"Jika tidak ada yang kalian bicarakan silahkan keluar dari kediaman Nyonya Wei"sambung nya lagi.


"Cih mentang-mentang kalian memiliki banyak uang seenak nya saja"sahut Nyonya Wu menatap benci mereka.


"Itu urusan kami mau kami banyak uang atau tidak"kata Ming Yue.


"Hus hus kalian mengganggu kami saja sana pergi"usir Ming Yue lagi.


Mau tak mau mereka semua segera pergi dari sana dengan umpatan yang keluar dari mulut mereka membuat Ming Yue kesal. Kepala Desa sedang tidak ada di sana ia berada di desa sebelah membantu keluarga nya panen jadi ia tidak tahu tentang masalah tersebut.


"Awas saja kalian nanti"gumam nya pelan tangan nya sudah gatal ingin menghangam mereka dengan tinju nya.


"Paman kalian kembali lah bekerja"kata Yuan Zi karna Paman Qing dan yang lain berhenti dan menatap para warga yang juga menatap mereka dengan marah.


Paman Qing dan yang lain hanya geleng kepala mereka sudah tahu bagaimana penduduk desa Xu ini yang selalu sombong karna desa mereka lebih kaya di bandingkan dengan desa lain nya membuat warga desa merasa di atas.


"Seperti yang bibi tebak"jawab Ming Yue.


"Aku ke gunung dulu seperti nya persediaan daging kita menipis"kata Ming Yue menatap suami nya.


"Apa kamu tidak lelah"tanya Yuan Zi.


"Tidak"jawab Ming Yue dengan jujur.


"Baik,,tapi hati-hati dan jangan pulang terlalu sore".


"Okay".


"Kakak aku ikut mana tahu ada tanaman obat dapat di sana"kata Ray.


"Okay".


"Kami juga ikut kakak"sahut si kembar tidak mau kalah begitu juga Du Xiang dan Shu Fan.


"Aiss kalian ini".


"Ya sudah kalian ikut"kata nya Ming Yue.


"Rui tinggal di sini saja dulu kamu masih sakit"sambung nya lagi.

__ADS_1


"Baik kakak".


Mereka semua bergegas ke gunung mengikuti Ming Yue yang hanya membawa parang saja sedangkan mereka membawa keranjang di punggung mereka.


"Nona"suara dari Lui ada di pikiran Ming Yue.


"Ada masalah,aku sedang ada gunung sekarang"tanya Ming Yue melalui pikiran.


"Nona ada di gunung?".


"Ya,,kenapa?".


"Kebetulan aku melihat rombongan elang hitam menuju gunung nona bisa memanggil mereka untuk ikut memantau pergerakan musuh?".


"Bagaimana aku memanggil nya dan apa mereka akan mau?".


"Aku yang mengabari mereka nona mereka juga berkultivasi sama seperti ku".


"Baiklah katakan saja pada mereka datang menghampiri ku".


"Baik".


Ming Yue menatap berbinar ke atas di mana ada rombongan elang hitam berterbangan di atas sana,ia senang karna akan ada yang membantu nya mengawasi musuh tanpa ada yang mencuragai.


"Kakak awas"teriak Mereka saat rombongan elang itu berterbangan ke arah Ming Yue.


"Tenang lah mereka tidak akan melukai ku"sahut Ming Yue santai karna memang elang hitam itu berhenti tepat di tangan dan pundak nya yang ia julurkan ke depan agar elang itu hinggap di tangan nya.


"Nona muda"sapa mereka melalui pikiran.


"Kalian pasti sudah tahu dari elang putih itu tentang air suci milik ku bukan"tanya Ming Yue.


"Benar nona".


"Aku akan memberikan nya pada kalian dengan syarat harus setia pada ku".


"Baik". Mereka kompak menjawan melalui pikiran.


"Bagus".


Ming Yue memberikan tiga tetes air suci nya pada mereka satu persatu tanpa yang lain ketahui karna ia membelakangi mereka.


"Tanyakan pada Lui apa tugas kalian setiap tiga hari datang lah ke rumah ku aku akan memberikan nya pada kalian".


"Baik nona".Mereka kembali terbang menjalan kan tugas dari Ming Yue.


"Kakak kenapa elang itu...?".


"Mereka teman nya Lui yang ingin jadi mereka ingin kita memelihara mereka juga"potong Ming Yue.


"Nanti akan aku ceritakan lebih baik kita berburu"kata Ming Yue lagi.


"Baik kakak".

__ADS_1


Mereka mengikuti Ming Yue lebih masuk ke dalam hutan Ray sendiri merasa senang ia dapat mengambil tanaman obat sesuka hati nya memasuk kan nya ke dalam keranjang punggung nya.


__ADS_2