Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 19


__ADS_3

"Kalian belum selesai"tanya Ming Yue menghampiri mereka.


"Sedikir lagi ka-kak". Mereka terkejut melihat apa yang di bawa kakak ipar/kakak mereka yang belum lama pergi.


"Kakak banyak sekali buruan nya"kata Mo Tian menatap kagum kakak ipar nya.


"Ini tidak akan seberapa jika aku lebih lama lagi di sini"kata Ming Yue santai membantu mereka memanen nya agar cepat selesai dan ke kota,ia masih memiliki pekerjaan penting membuat kursi roda untuk suami nya.


"Kakak ipar seperti nya sudah semua ini masih belum matang mungkin dua hari lagi baru bisa kembali di panen agar rasa nya lebih manis"kata Mu Zian.


"Okay,,kita pulang sekarang dua hari lagi baru kita panen kembali."


"Baik kakak ipar/kakak."


Mereka pun kembali menuruni gunung membawa keranjang di punggung mereka yang sudah penuh buah begitu keranjang Ming Yue. Penduduk desa yang melihat mereka turun membawa banyak buah-buahan dan hewan buruan menatap mereka iri dan benci.


Ming Yue memutar bola matanya malas "Jangan pedulikan mereka."


"Kami pulang"teriak si kembar Mei Nuan,Mo Tian dan Mu Zian juga Shu Fan dengan wajah gembira.


"Banyak sekali panen nya"kata Nyonya Wei menatap keranjang mereka yang penuh.


Nyonya Wei menatap menantu nya terkejut"Ming Yue kamu berburu?".


"Ya bu lumayan tambahan uang kita".


"Tapi kamu baik-baik saja kan"tanya Nyonya Wei dengan cemas.


"Aku baik-baik saja bu"jawab Ming Yue tersenyum lebar,hati nya merasa hangat karna ibu mertua nya begitu perhatian.


"Ayo masuk ibu membuat bolu ketan tadi"ajak Nyonya Wei di angguki mereka segera masuk dan duduk di kursi.


"Kamu berburu"tanya Yuan Zi menatap istri nya yang duduk di samping nya.


"Hmm"dehem Ming Yue masih sibuk mengunyah.


Setelah menelan nya ia menatap Yuan Zi."Aku mendapatkan rusa dewasa dan tiga babi gemuk lumayan bukan"kata nya.


"Kamu tidak terluka kan?"tanya Yuan Zi menarik tangan Ming Yue memeriksa nya.


"Tidak". Ming Yue diam saja tangan nya di pegang suami nya.


Nyonya Wei dan si kembar tersenyum tipis melihat kakak dan kakak ipar mereka.


"Aku akan ke kota menjual semua nya dulu"kata Ming Yue.


"Ya,hati-hati"


Ming Yue mengangguk beranjak dari tempat duduk nya segera keluar bersama adik-adik nya,mereka mengangkat semua buah dan hewan buruan Ming Yue ke dalam kereta kuda baru lah mereka ikut naik ke dalam.


"Kami pergi dulu bu/bibi"pamit mereka pada Nyonya Wei yang mengantar ke pintu.


"Kalian hati-hati"kata Nyonya Wei.


"Baik"


Ming Yue menghentak kan kereta kuda itu meninggalkan halaman rumah menuju kota untuk menjual semua nya.

__ADS_1


.....


Setelah kepergian Ming Yue warga desa yang melihat hasil buruan Ming Yue ingin segera pergi ke gunung juga.


"Bagaimana kalau kita juga pergi ke gunung".


"Apa tidak masalah di sana ada banyak binatang buas".


"Mereka juga pergi tapi mereka turun baik-baik saja,kalian lihat sendiri jika mereka membawa pulang banyak hasil buruan dari sana"


Setelah sepakat mereka pun bergegas ke rumah mereka mengambil keranjang dan parang untuk pergi ke gunung.


"Ayah ingin pergi ke mana"tanya Xu Niang putri dari Xu Damo juga Nyonya Wu.


"Ke gunung berburu bersama yang lain"jawab Xu Damo.


"Ke gunung"tanya Nyonya Wu mendengar perkataan suami nya.


"Ya,,kami melihat pendatang baru itu turun dari gunung membawa banyak buruan jadi kami ingin mencoba juga berburu"jawab Xu Damo keluar dari dalam rumah berkumpul di balai desa.


"Cih pendatang tidak tahu diri itu menyusahkan saja"kata Nyonya Wu kesal.


"Apa tidak akan ada binatang buas yang datang?"tanya Tetua Klan Xu pada mereka saat mendengar beberapa warga mencoba pergi berburu.


"Keluarga pendatang itu baru turun dari gunung berburu Tetua".


"Benar Tetua mereka membawa banyak hasil buruan."


Tetua Klan mengangguk saja membiarkan mereka pergi berburu ke gunung mungkin binatang buas itu hanya ada jika masuk ke pedalaman hutan pikir nya.


Para warga desa yang ingin pergi berburu pun segera naik ke atas gunung untuk berburu,mereka tiba atas gunung di mana Ming Yue berburu karna mereka mengikuti jejak jalan yang di buat Ming Yue masuk ke dalam hutan.


"Benar,,kita ambil saja mereka sudah memanen banyak tahu begini kita tidak perlu takut ke gunung ini"ujar Xu Tao.


"Ayo cari hewan buruan dulu untuk kita"ajak Xu Damo di angguki yang lain.


Mereka pun mencari hewan untuk di buru baru beberapa langkah mereka mendengar suara gaduh dari arah depan membuat mereka waspada.


"I-itu"warga yang melihat babi hutan dewasa besar berlari kencang ke arah mereka.


"Lari"teriak Xu Tao berlari kencang begitu juga yang lain nya.


Babi hutan dewasa yang seperti nya terluka mengambuk mengejar mereka dengan cepat dan menyeruduk beberapa warga termasuk Xu Damo yang terhempas cukup jauh begitu pun beberapa warga lain nya.


"Aaa"


Suara rintihan kesakitan keluar dari mulut mereka karna babi hutan itu menyeruduk mereka tidak main-main apalagi ada dua warga yang terluka karna taring babi hutan itu.


.....


Di kota Ming Yue selesai menjual buah-buahan semua mendapat 11 tael perak dengan wajah senang si kembar dan Shu Fan menemani Ming Yue ke Restoran Mawar menjual buruannya.


"Nona mau menjual hasil buruan"tanya pelayan.


"Benar"


"Sebentar nona"kata pelayan itu berlari untuk menemui pengurus Restoran.

__ADS_1


"Aiyoo nona menjual buruan apa"tanya pengurus itu menatap Ming Yue.


"3 babi dewasa dan 1 rusa dewasa tuan"jawab Ming Yue menunjuk kan hewan buruan nya ke dalam kereta kuda.


"Jangan panggil tuan panggil saja Paman Chu"kata pengurus Restoran.


"Baik paman"


"Semua masih hidup"


"Benar paman"


"Bagus,,ayo masuk ke dalam dulu saya akan mengambil uang nya".


Ming Yue mengangguk segera masuk mengikuti paman Chu ke dalam restoran.


"Semua 25 tael perak nona"kata paman Chu memberikan uang tersebut pada Ming Yue.


Ming Yue mengangguk "Terimakasih paman".


"Kalau berburu lagi bawa ke sini".


"Baik paman,,kami kembali dulu paman".


"Ya"


Ming Yue segera keluar dari dalam restoran segera menghampiri adik-adik nya.


"Kita membeli buku dulu,kalian harus belajar di rumah"kata Ming Yue membawa mereka ke toko besar buku besar di kota tersebut.


Ming Yue turun dari kuda begitu juga mereka"Ayo masuk ambil buku untuk kalian pelajari di rumah".


"Selamat datang di toko kami nona,tuan"kata pelayan itu ramah.


"Ya"


"Kakak bukan kah ini mahal"bisik Mei Nuan.


"Ambil saja aku yang akan membayar nya,kalian harus belajar agar lebih pintar di masa depan itu akan berguna untuk kalian"kata Ming Yue.


"Terimakasih kakak ipar"si kembar menjawab kompak.


"Shu Fan ambil juga buku yang kamu suka".


"A-ku tidak bisa membaca dan menulis kakak"kata Shu Fan menunduk.


Mereka yang mendengar terdiam sebentar,memang benar yang belajar hanya anak-anak orang kaya saja ke atas karna harga untuk buku dan peralatan menulis lain nya mahal jadi sangat jarang ada warga desa yang bisa membaca dan menulis.


"Ambil saja nanti aku akan mengajari mu di rumah di bantu si kembar juga"kata Ming Yue.


Shu Fan yang mendengar perkataan kakak baik nya ingin menangis"Terimakasih kakak".kata nya lirih.


"Sana kalian ambil buku yang untuk pelajaran di dahulukan".


"Baik kakak ipar"jawab mereka segera mencari buku yang mereka ingin kan begitu juga Shu Fan mengikuti mereka dan bertanya.


Ming Yue sendiri menuju meja kasir."Aku ingin kuas dan kertas kualitas baik juga batu tinta".

__ADS_1


"Baik nona muda"kata pelayan yang di samping penjaga kasir segera menyiapkan semua nya dengan senang hati.


__ADS_2