
"Kita pergi sekarang"tanya Yuan Zi.
"Ya,,sebelum terlalu siang takut nya kepala desa ingin pergi ke ladang"jawab Ming Yue.
"Baik". Yuan Zi menggerak kan kursi roda nya keluar rumah ke halaman di ikuti Ming Yue dari belakang yang ingin menutup pintu rumah.
Suara langkah kaki riuh menghentikan nya yang akan mengunci rumah,ia berjalan menghampiri Yuan Zi yang menatap ke arah para warga yang kembali datang ke rumah nya begitu juga Ming Yue.
"Kalian mau kemana ramai-ramai"tanya Ming Yue dengan wajah tanpan dosan nya apalagi melihat wajah korban nya semalam bengkak begitu membuat nya ingin tertawa terbahak-bahak.
"Kamu pasti tau jika kami ingin ke sini kenapa masih bertanya"marah Nyonya Wu menatap benci ke arah Ming Yue.
"Untuk apa kalian ke sini kami sedang tidak membagi uang atau pun makanan"kata Ming Yue membuat wajah mereka semua menggelap mendengar nya,sedangkan Yuan Zi rasa nya ingin tertawa mendengar perkataan istri mungil nya.
"Ka-kamu"wajah Nyonya Wei menggelap membuat nya terlihat semakin jelek dengan wajah bengkak membiru.
"Ehmm begini keponakan,kami hanya bertanya apakah kamu yang membuat wajah beberapa warga seperti itu"kata kepala Desa cepat.
"Untuk apa aku membuat wajah mereka begitu tidak ada untung nya pada ku"dengus Ming Yue.
"Aku yakin itu kamu karna setelah kedatangan kalian ke desa ini warga seperti mendapatkan kesialan"kata Xu Damo.
"Benar sebelum nya di desa kami tidak pernah terjadi kejadian seperti ini"sambung Xu Tao.
"Apa kalian memiliki bukti jika istri ku yang melakukan nya"tanya Yuan Zi menatap mereka dingin. Ia juga agak terkejut menatap wajah-wajah mereka yang bengkak seperti itu.
"Lagi pula kenapa istri ku melakukan itu pada kalian,memang apa salah kalian sehingga istri ku harus melakukan nya pada kalian"sambung Yuan Zi membuat mereka semua diam.
"Tapi kami yakin dia pelaku nya"kata Nyonya Wu tidak menyerah apalagi melihat warga yang diam.
Yuan Zi menatap dingin ke arah Nyonya Wu dan berkata"Jangan asal menuduh sembarang aku bisa melaporkan nya pada pihak yemen dengan tuduhan kalian ini yang tidak memiliki bukti".
Nyonya Wu langsung bersembunyi di belakang suami nya dengan wajah masam.
"Ahh ya,,maaf kan keponakan kami hanya bertanya saja"kata kepala Desa.
"Itu bukan bertanya tapi menuduh" ketus Ming Yue.
Kepala Desa hanya tersenyum canggung mendengar kata ketus Ming Yue.
"Untuk apa lagi kalian di sini"tanya Ming Yue menatap mereka semua.
Dengan wajah masam memerah malu mereka meninggalkan kediaman Nyonya Wei.
__ADS_1
"Ehmm kepala desa ada yang ingin kami tanyakan"kata Yuan Zi.
"Ya,,apa itu"tanya Kepala Desa.
"Lebih baik bicara di dalam kepala desa"kata Ming Yue mendorong kursi roda Yuan Zi masuk ke dalam rumah,ia membuka pintu mempersilahkan kepala desa masuk.
"Bicara kah aku akan mengambil minum ke dapur dulu"kata Ming Yue di angguki Yuan Zi.
"Begini kepala desa saya mau bertanya apakah tanah di sekitar rumah kami di jual dan bagaimana proses nya"tanya Yuan Zi setelah Ming Yue ke dapur.
"Kalian ingin membeli tanah"tanya Kepala Desa.
"Rencana seperti itu"jawab Ming Yue.
Kepala desa mengangguk"Tanah di sini di hitung per mu biasa nya kami menjual 10 tael perak per mu nya"kata kepala desa.
"Tanah di sekitar rumah kami masih kosong bukan,jadi kami mau membeli semua tanah kosong ini"kata Ming Yue membawa nampan berisi poci teh dan gelas juga kue-kue meletak kan nya di atas meja.
"Ya semua masih kosong".
"Silahkan di minum dulu kepala desa"kata Yuan Zi.
"Terimakasih".
"Jadi kalian ingin membeli semua"tanya kepala desa setelah ia menyesap sedikit teh di gelas nya.
"Baik,,aku akan mengukur semua tapi mungkin itu ada sekitar lebih 5 sampai 6 mu"jelas kepala desa.
"Tidak masalah"kata Ming Yue.
"Ini uang untuk di muka nya jika semua sudah selesai aku akan membayar kurang nya"kata Ming Yue mengambil kantung uang yang ia siapkan meletak kan nya di atas meja.
"Dan ini untuk kepala desa"sambung Ming Yue memberi 1 tael perak pada kepala desa.
"Terimakasih,,terimakasih"kata kepala desa dengan senang.
"Kalau begitu aku pergi dulu sebentar setelah makan siang aku akan kembali mengukur tanah ini"sambung kepala desa di angguki Yuan Zi.
Kepala desa keluar dari rumah Nyonya Wei dengan senyum lebar karna ia mendapatkan tips dari Ming Yue 1 tael perak,untuk masalah tanah memang di jual bagi pendatang yang ingin tinggal di desa walaupun di luar desa kecuali memang yang khusus keturun mereka marga Xu itu akan gratis.
"Aku ke gunung dulu menemui ibu"kata Ming Yue pada Yuan Zi.
"Baik".
__ADS_1
Ming Yue mengambil parang dan keranjang di dapur lalu keluar dari rumah menuju gunung. Ia tidak khawatir meninggalkan Yuan Zi sendiri karna sudah ada kursi roda jadi sekarang ia bebas bergerak.
"Mei Nuan"panggil Ming Yue menatap Mei Nuan.
"Kakak ipar sudah datang".
"Ya,,kamu mengambil apa"tanya Ming Yue.
"Ada buah liar di sini kakak ipar kata bibi Yin ini manis jadi aku mengambil nya"jawab Mei Nuan.
"Benarkah"tanya Ming Yue mengambil satu dan memakan nya.
"Aiyaa,,ini masam sekali"kata Ming Yue meludahkan nya ke tanah wajah nya mengerut geli.
"Hahaha,,,kakak ipar yang kuning belum matang yang hitam baru matang".
"Hais kenapa tidak mengatakan nya tadi".
"Hehe maaf kakak ipar".
Ming Yue mengangguk mengambil buah yang hitam dan memakan nya.
"Hmm ya ini manis"kata Ming Yue.
"Sudah mengambil kayu bakar nya"tanya Ming Yue.
"Belum kakak ipar ibu dan bibi Yin lebih dulu mencari jamur dan sayuran liar"jawab Mei Nuan.
"Oh begitu". Ia mengeluarkan parang dari keranjang punggung nya mulai mengambil batang pohon yang sudah tumbang dan memotong-motong nya.
Setelah banyak ia mengikat nya dengan rambai pohon melihat ke arah Mei Nuan yang masih sibuk mengambil buah yang entah apa nama nya ia pun tidak tahu.
"Ming Yue"panggil Nyonya Wei melihat menantu nya sudah datang.
"Iya bu,,aku sudah mengumpulkan katu bakar itu"tunjuk Ming Yue pada kayu bakar yang telah di ikat.
"I-itu banyak sekali Ming Yue bagaimana membawa nya?"tanya Nyonya Wei.
"Aku yang membawa nya bu"jawab Ming Yue.
"Bibi mau mengambil kayu bakar juga"tanya Ming Yue menatap bibi Yin.
"Tidak,, bibi hanya mengambil jamur dan sayuran liar saja"jawab bibi Yin.
__ADS_1
"Kalau begitu kita langsung pulang saja bu" kata Ming Yue di angguki Nyonya Wei.
Ming Yue segera mengangkat kayu bakar yang banyak itu dengan santai membuat mereka yang melihat melongo dan kagum sekali gus.