
"Lumayan"gumam nya pelan mengikat kuat kaki harimau tersebut dengan rambai pohon.
Ia mengangkat dan membawa nya turun belum sampai di tempat biasa mereka memanen buah ia melihat dua rusa yang berjalan kenarah nya,dengan mata berbinar Ming Yue melempar harimau itu ke tanah mengambil batu dan berlari mengejar rusa tersebut.
Tukk
Satu rusa terjatuh ke tanah sedang satu lari berlari kencang mau tak mau Ming Yue mengeluarkan parang dan melemparkan ke arah rusa tersebut.
Jlebb
Tepat mengenai perut rusa itu,ia berjalan mengangkat kedua rusa tersebut meletak kan nya di samping harimau yang masih pingsan.
"Kamu sudah kembali"tanya Ming Yue sedang mengambil pohon untuk membuat papan kayu menyeret buruan nya turun.
"Ya"jawab elang tersebut bertengker di bahu Ming Yue menatap harimau dan rusa yang tergeletak di tanah.
Setelah selesai Ming Yue mengangkat semua ke atas papan dan menarik nya turun dari atas gunung dengan santai tanpa beban. Tiba di kaki gunung tidak banyak warga di sana hanya beberapa namun ia tahu mereka akan heboh lagi dengan apa yang ia bawa turun.
"Kakak ipar "teriak si kembar menatap senang kakak ipar mereka kembali membawa buruan banyak.
"Wooo kakak berburu harimau"Kata Mu Zian menatap kagum kakak ipar nya.
"Ya lumayan kan untuk di jual".
"Kamu tidak terluka kan?"tanya Yuan Zi keluar dari rumah saat mendengar adik-adik memanggil istri nya.
"Tidak"jawab Ming Yue.
Yuan Zi menatap kagum istri kecil yang menangkap harimau tanpa terluka sedikit pun.
"Ibu kemana"tanya Ming Yue.
"Di dapur sedang membuat kue"jawab Yuan Zi.
"Aku akan membersihkan rusa itu dulu ada satu yang sudah mati jadi untuk kita saja,harimau dan rusa satu nya kita jual"kata Ming Yue menatap Yuan Zi.
"Baik"
Ming Yue membawa buruan nya ke halaman belakang,ia mengangkat rusa yang sudah mati dan segera menguliti nya,setelah itu memotong-motong nya.
"Ming Yue itu.."tunjuk Nyonya Wei pada harimau yang mulai bergerak.
"Aku menangkap nya hidup-hidup bu"jawab Ming Yue berdiri dari duduk nya dan memukul harimau itu dengan santai dan kembali pingsan.
Nyonya Wei yang melihat nya. "...."
Si kembar dan Shu Fan. "...."
"Ibu setelah aku membersihkan ini aku akan ke kota menjual buruan itu, ibu ingin ikut untuk membeli bahan makanan juga?".tanya Ming Yue.
"Boleh bumbu dapur seperti nya sudah menipis"jawab Nyonya Wei.
"Kita pergi setelah makan siang saja"
__ADS_1
"Baik bu"
Ming Yue maruh dading rusa yang telah ia potong-potong ke baskom dan dengan cepat di ambil oleh Mu Zian membawa nya ke dapur.
"Kakak kenapa yang ini di potong kecil-kecil"tanya Mo Tian.
"Untuk dia"tunjuk Ming Yue ke arah pohon di mana elang putih berada.
"I-itu"
"Kemari lah makan"kata Ming Yue pada elang itu.
Elang putih lumayan besar itu segera terbang ke arah Ming Yue dan memakan daging rusa yang di potong-potong itu.
"Lain kali aku akan memberi mu daging yang sudah matang itu lebih enak rasa nya"kata Ming Yue mengelus elang itu.
"Aku tidak pernah memakan nya"
"Mana mungkin kau pernah memakan nya,maka nya aku akan memberikan mu nanti biar kau pernah memakan nya".
"Baik".
"Kamu sementara di pohon itu saja dulu nanti setelah aku pulang dari kota aku akan membuat kan rumah di pohon itu untuk mu"kata Ming Yue.
"Terimakasih".
"Kakak berbicara pada elang ini"tanya Shu Fan menatap kakak nya dengan kagum.
Ming Yue yang baru menyadari mereka berdua tertegun sebentar,ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Nah sekarang dia pun sama dia akan menjadi keluarga kita juga nama nya Lui"kata Ming Yue.
"Hai Lui"panggil Mo Tian dan Shu Fan.
Elang yang di beri nama Lui oleh Ming Yue mengangguk kan kepala nya kembali makan.
"Kakak ipar ayo makan"ajak Mei Nuan.
"Ya"
"Kami tidak kamu ajak"tanya Mo Tian.
"Ya kalian juga"jawab Mei Nuan.
Mereka masuk ke dalam di mana yang lain berkumpul untuk makan.
"Mari makan"kata Nyonya Wei.
"Mari makan"ucap mereka kompak mulai makan.
Ming Yue makan dengan lahap sesekali mangkuk nya di isi sayuran oleh Yuan Zi karna hanya memakan daging nya saja.
"Makan sayur menyehatkan"kata Yuan Zi di angguki Ming Yue memakan nya.
__ADS_1
Ming Yue dan Nyonya Wei segera ke kota setelah makan siang membawa buruan Ming Yue yang sudah ia naik kan ke gerobak dan menutup nya dengan kain agar tidak menjadi pembicaraan di desa, walaupun kenyataan desa sudah heboh lagi apalagi ia membawa turun harimau.
"Ibu kita ke Restoran saja lebih dulu"kata Ming Yue.
Nyonya Wei mengangguk."Baik".
Tiba di restoran Ming Yue segera di sambut pelayan.
"Sebentar nona saya pangglkan paman Chu dulu"kata pelayan itu berlari menanggil pengurus restoran.
Tak lama paman Chu keluar dari dalam melihat Ming Yue dengan senyum lebar.
"Buruan apa yang nona bawa kali ini"tanya paman Chu.
"Paman Chu bisa melihat nya sendiri"jawab Ming Yue membuka sedikit penutup hewan buruan nya.
"I-itu harimau"kata paman Chu kaget.
"Iya paman,,bagaimana paman mau mengambil nya?"tanya Ming Yue.
"Tentu saja nona"jawab paman Chu dengan cepat.
"Mari masuk dulu nona muda,Nyonya"ajak paman Chu.
Nyonya Wei dan Ming Yue masuk ke dalam setelah pelayan yang di suruh paman Chu menjaga hewan buruan Ming Yue.
"Kami menghargai harimau utuh 280 tael perak nona untuk rusa seperti biasa"kata Paman Chu pada Ming Yue.
"Harimau itu masih hidup paman jadi 300 tael perak."
"Paman jangan menawar lagi harimau itu masih hidup,juga mendapatkan nya susah dan aku menjual nya utuh"sambung Ming Yue.
"Baik lah"paman Chu akhir nya setuju lagi pula daging harimau sangat jarang dapat.
Setelah mendapatkan uang hasil penjualan Nyonya Wei dan Ming Yue segera keluar dari sana dan melihat pelayan mengangkat hewan itu masuk ke dalam.
"Ayo bu kita belanja"ajak Ming Yue di angguki Nyonya Wei.
Merek masuk ke dalam pasar membeli 2 karung beras 50 kg,Bihun,rempah-rempah untuk memasak,gula,garam,kecap dan lainnya Ming Yue beli dalam jumlah cukup banyak hingga gerobak mereka hampir penuh.
"Ibu ingin membeli apa lagi"tanya Ming Yue.
"Seperti itu saja sudah cukup"jawab Nyonya Wei.
"Kita langsung pulang saja bu?".
"Cemilan di rumah tinggal buah bu,kita beli kue-kue kering dulu bu"ajak Ming Yue di angguki Nyonya.
Ming Yue membeli cukup banyak kue-kue kering,permen dan tanghulu juga.
"Utu sudah cukup Ming Yue"
"Baik bu."
__ADS_1
Ming Yue dan Nyonya Wei segera meninggalkan kota menuju desa kembali,Namun baru juga akan memasuki desa mereka di hadang beberapa preman yang seperti menunggu mereka.