
Saat ini mereka sedang makan siang bersama-sama dengan diam tidak seperti tadi pagi mereka bercanda.
"Maafkan kami membuat kalian tidak nyaman".Nyonya Wei membuka suara.
"Tidak masalah Nyonya kami tidak mempermasalahkan nya sama sekali"sahut Ibu Du.
Ia juga terkejut ternyata mereka semua adalah anggota dari kekaisaran lebih tepat nya Permaisuri,pangeran dan putri.
"Nyonya jangan mengambil hati apa yang di katakan warga mereka memang memiliki sifat yang kurang baik"sambung Ibu Du.
"Bibi benar bu mereka memiliki hati yang hitam jadi ibu jangan heran lagi dengan mereka"kata Ming Yue.
Nyonya Wei mengangguk memang dari awal mereka sudah seperti itu malah semakin menjadi.
"Ayo kembali latihan"ajak Ming Yue pada adik dan adik ipar nya.
"Ya kakak"kompak mereka bersemangat berdiri dari duduk mereka ke halaman belakang dimana mereka berlatih.
Yuan Zi sendiri menatap istri nya dari samping yang lebih awal mempraktek kan di depan apa yang ia ajarkan pada mereka yang mengikuti dari belakang. Ia menatap kaki nya yang mati rasa tak bisa di gerak kan.
"Jika aku lumpuh selama nya bagaimana"gumam nya pelan menjadi pesimis. Tidak ada obat untuk memulihkan kaki nya bahkan air suci milik istri nya tidak bisa membuat nya kembali berdiri hanya Pil Dewa yang bisa menyembuhkan nya namun itu sudah tidak ada lagi.
Dari kejauhan Ming Yue menatap suami nya yang menunduk dengan raut wajah sedih dan putus asa,Ia tidak bisa membuat obat jangankan membuat obat, tanaman herbal saja ia tidak tahu bagaimana bentuk nya.
"Kenapa"tanya Ming Yue menggenggam kedua tangan Yuan Zi.
"Maafkan aku tidak bisa membantu mu"jawab Yuan Zi.
"Aku tidak keberatan malah aku senang melakukan nya".
"Bagaimana jika aku lumpuh selama nya apa kamu akan meninggalkan ku"tanya Yuan Zi menatap Ming Yue.
"Tentu saja tidak"jawab Ming Yue dengan enteng nya. Bagaimana mungkin ia akan meninggalkan suami nya yang tampan ini. Dia yang baru pertama kali dekat pria dan dari awal melihat nya juga ia sudah menyukai nya di tambah ia mendapatkan keluarga juga.
"Berjanji lah tidak akan meninggalkan ku"kata Yuan Zi sedikit tenang mendengar perkataan istri nya.
"Ya aku berjanji tidak akan meninggalkan mu"sahut Ming Yue.
__ADS_1
Yuan Zi tersenyum tipis menggenggam erat tangan istri mungil nya,ia lega melihat mata istri nya seolah berkata dengan sungguh-sungguh.
Sementara dari kejauhan bukan hanya Si kembar yang melihat tapi juga Nyonya Wei,Mereka senang melihat suami istri itu yang sekarang lebih dekat lagi.
.
Bangsawan Wang yang telah memberi perintah pada anak buah nya untuk segera mencari tahu apakah ada anggota kejaan yang mereka cari baik di kota maupun di desa-desa.Putra nya seorang pejabat tingkat tengah di sana yang merupakan berada di pihak Ratu Jiang mengatakan jika Putra Kedua bisa menjadi Kaisar nanti maka dia akan di angkat menjadi pejabat tinggi di Istana.
"Ayah sudah memerintahkan pada anak buah kita untuk mencari nya"kata Tuan Tua Wang.
"Aku juga sudah menyebarkan berita tentang mereka ke kota mungkin di desa-desa juga sudah tahu berita ini ayah"sahut Pejabat Wang.
"Ya,,Semoga kita menemukan mereka".
"Bagaimana dengan arena bawah ayah apa ada pendekar baru"tanya Pejabat Wang.
"Belum ada tapi calon anggota kuat sudah dapat sekarang mungkin sudah latihan"jawab Tuan Tua Bangsawan Wang.
"Tuan di sana juga mengumpulkan anggota memperbanyak pasukan,,semua yang ada di pihak Ratu Jiang sedang menjalankan rencana selanjutkan"kata Pejabat Wang.
"Kita hanya perlu menjalankan perintah Tuan jangan membuat nya marah atau kita sendiri yang akan berakhir nanti"ujar Tuan Tua Wang pada putra nya.
"Berapa lama kamu akan di sini"tanya Tuan Tua Wang.
"Belum tahu ayah Tuan memberi perintah agar memastikan mereka dulu jika memang tidak ada baru kembali"jawab Pejabat Wang.
Sore hari setelah selesai latihan dan membersihkan diri mereka semua berkumpul di bawah pohon duduk melingkar menikmati teh hangat dan kue-kue buatan Nyonya Wei dan Ibu Du.
"Jangan terlalu banyak makan kue"kata Yuan Zi menatap istri nya yang masih lanjut makan kue.
"Aku baru memakan beberapa"sahut Ming Yue.
"Kamu sudah memakan lima".
"Nah itu baru lima".
"Itu sudah banyak jangan makan lagi".
__ADS_1
"Ck ya ya"Ming Yue menatap tak rela kue di depan nya melirik Yuan Zi yang menatap nya.
"Dia menyebalkan sekali sih biasa nya juga aku makan banyak dia tidak akan masalah"gerutu nya.
"Nonaa"suara Lui di pikiran Ming Yue.
"Apa yang kamu temukan"tanya Ming Yue langsung.
"Tebakan mu benar, mereka pihak dari Ratu Jiang mencari kalian"jawab Lui.
"Saat ini Bangawan Wang menyuruh orangnya mencari kalian dan sekarang berkeliaran".
"Mereka bekerja sama dengan Bangsawan Wang kenapa bisa?".
"Putra nya seorang pejabat tengah di Kaisaran mereka juga bekerja sama di arena bawah,saat ini mereka membuat pasukan dan memperkuat nya ada juga pendekar aliran hitam di arena itu,seperti nya Ratu Jiang bekerjasama dengan pendekar aliran hitam atau mungkin Ayah nya Ratu Jiang memang pemimpin dari mereka"jelas Lui membuat Ming Yue terdiam.
"Baik aku mengerti"sahut Ming Yue.
"Jangan membuang waktu lagi secepat nya takluk kan pasukan serigala itu dulu untuk menjadi pengikut mu atau kau bisa menghancurkan arena bawah tanah untuk merebut mereka menjadi pasukan,pergunakan mereka untuk menyebar mereka menjadi mata-mata".
"Kau benar nanti aku akan bicarakan dengan suami ku dulu beri tahu aku jika mereka masuk ke desa ini atau ada warga desa yang melaporkan nya".
"Baik".
Ming Yue menghela nafas panjang,permasalahan nya semakin rumit saja namun jika mereka tidak bergerak maka mereka yang akan tersingkirkan.
"Ada apa"tanya Yuan Zi menatap Ming Yue yang sedari terdiam.
"Nanti aku akan mengatakan nya pada mu"jawab Ming Yue di angguki Yuan Zi berarti hal penting yang akan di katakan oleh istri nya itu.
"Ibu ke dapur dulu memasak makan malam untuk kita"kata Nyonya Wei.
"Baik bu".
"Kalian juga sebaik nya masuk kan kelinci-kelinci ke dalam kandang nya lagi sudah sore begini".
"Hehe hampir saja lupa".
__ADS_1
Mereka pun bergegas ke halaman belakang memasuk kan kelinci-kelinci yang mereka lepaskan di sana untuk bermain meninggalkan Ming Yue dan Yuan Zi.
"Masalah nya semakin rumit dugaan kita benar jika bangsawan Wang berhubungan dengan Ratu Jiang mereka sedang mencari keberadaan kita,aku sudah mengatakan pada Lui agar memantau mereka juga warga desa"jelas Ming Yue menatap suami nya.