
Dengan arahan Lui akhir nya Ming Yue tiba di arena bawah,ia telah mengganti baju nya dengan pakaian pria yang ia beli agar tidak mencolok lagi pula mana ada seorang wanita ke arena bawah.
"Selamat datang Tuan Muda"kata penjaga di pintu.
Ming Yue menganggguk segera masuk ke dalam setelah membayar 10 tael perak uang masuk,ia berkeliling sebentar dan duduk di kursi yang di sediakan melihat pertarungan di arena depan.
"Mereka ada dimana latihan"gumam Ming Yue menatap sekitar.
Suasana ramai dan gaduh suara orang-orang menyoraki pertarungan tidak membuat Ming Yue terganggu, Ia kembali berjalan ke setiap sudut hingga berhenti di sebuah lorong yang lumayan gelap.
"Mungkin di sana".
Ia melangkah pelan tanpa suara memasuki lorong itu beruntung ia memakai baju berwarna hitam dengan wajah yang juga ia buat gelap jadi tidak terlalu terlihat, Mata nya menajam menatap orang-orang berlatih di lapangan tertutup.
"Bagaimana hasil nya"tanya Pejabat Wang menatap ke arah beberapa orang yang duduk melihat yang lain berlarih.
"Cukup memuaskan mereka cukup kuat mungkin karna bantuan pil yang mereka konsumsi"jawab salah satu dari mereka.
"Bagus Tuan pasti akan senang mendengar nya".
"Tugas mu bagaimana apa sudah menemukan mereka".
"Belum tapi orang-orang kita masih mencari, sekarang mereka sedang melakukan pekerjaan biasa".
"Seperti nya Ratu sedang membutuhkan banyak uang untuk memanggil tabib mengobati penyakit yang mereka derita".
Mereka mengangguk mengerti karna mereka juga mendengar jika Ratu dan semua orang di Istana mengalami penyakit yang belum bisa di sembuhkan.
"Apa anak buah mu sudah menemukan Klan Feng"tanya Pejabat Wang.
"Ya,,tapi mereka tidak menemukan dimana letak buku formasi Klan Feng".
"Kalian sudah membunuh habis mereka?".
__ADS_1
"Hmm tinggal dua anak mereka yang kecil,saat ini mereka sedang bersembunyi anak buah telah mencari keberadaan mereka".
Ming Yue merasa sudah puas mendapatkan berita itu bergegas keluar dari sana ia juga dapat mengukur tenaga dalam mereka.
"Aku harus menemukan kedua anak yang mereka katakan"gumam nya dalam hati karna itu akan dapat membantu mereka.
Dengan langkah cepat Ming Yue meninggalkan arena bawah pergi ke kota untuk membeli bahan makanan,namun lebih dulu ia mencuci wajah dan mengganti pakaian.
Brukk
"Maafkan adik saya nona mu"kata seseorang yang menabrak Ming Yue saat akan memasuki toko.
"Kalian baik-baik saja"tanya Ming Yue menatap kedua orang yang berbeda usia di depan nya yang terlihat pucat terlebih adik perempuan lelaki yang dapat ia tebak lebih muda dari nya.
"Baik nona"sahut lelaki itu namun Ming Yue tentu saja tidak percaya apalagi perempuan mungil itu seperti nya pingsan.
"Ayo ikut dengan ku kita bawa adik mu ke tabib seperti nya dia sakit"ajak Ming Yue pada mereka.
"Tenang saja aku bukan orang jahat"sahut Ming Yue saat melihat tatapan anak lelaki yang ragu itu.
"Aku tahu jika dia sakit maka dari itu aku mengatakan membawa nya ke tabib agar di periksa dan di obati"kata Ming Yue.
Anak itu kembali menatap Ming Yue lalu melihat sekitar yang ramai.
"Ikut dengan ku"sahut Ming Yue saat tahu anak itu ingin berbicara pada nya.
Ming Yue membawa mereka ke toko obat herbal lebih dulu baru saja akan mengatakan sesuatu anak itu lebih dulu mengatakan obat herbal yang ia butuhkan untuk adik nya membuat kening Ming Yue mengerut bingung.
Setelah semua obat dapat Ming Yue membayar semua nya segera keluar dari sana.
"Nona muda maaf telah lancang tapi aku harus segera merebus obat ini adik ku sangat membutuhkan nya"kata anak itu berjalan cepat menyusuri jalan menuju ke rumah yang terbengkalai.
Ia meletak kan adik nya di atas tanah yang di lapisi kain kumal,setelah itu ia berlari menghiupkan api mulai merebus obat herbal itu.
__ADS_1
"Siapa nama mu"tanya Ming Yue.
"Saya Feng Ray Nona dan itu adik saya Feng Rui"jawab anak itu.
"Kalian tinggal di sini dan dimana orang tua kalian"tanya Ming Yue.
Sebelum menjawab anak itu menatap ragu ke arah Ming Yue dan Ming Yue sendiri dapat melihat mata anak itu memerah memancarkan kesedihan,kemarahan dan dendam.
"Kami sudah tidak memiliki orang tua lagi nona"jawab Feng Ray.
"Boleh kah kami mengikuti nona kami berjanji akan setia pada nona"sambung nya membuat Ming Yue terdiam.
Sebelum menjawab bau obat herbal dari obat yang di rebus tercium kuat karna sudah mendidih,Feng Ray segera mengangkat nya dan menuangkan nya di gelas bambu ia meletak kan nya tepat di samping nya menunggu obat itu dingin sebelum di minumkan adik nya.
"Saya mohon nona kami tidak tahu harus pergi kemana lagi"sahut Feng Ray bersujud di kaki Ming Yue yang tentu saja membuat nya terkejur karna selama ini tidak ada orang yang bersujud di kaki nya.
"Aiyaa,,berdiri lah jangan seperti ini"kata Ming Yue menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Katakan pada ku apa yang terjadi pada kalian"tanya Ming Yue di angguki Feng Ray yang kini sudah berdiri.
"Keluarga kami semua di bantai oleh orang-orang jahat beberapa minggu yang lalu beruntung kami berdua bisa lari dari sana"jawab Feng Ray.
"Tunggu,,kalian dari Klan Feng"tanya Ming Yue membuat Feng Ray kaget karna nona di depan nya mengetahui mereka dari Klan Feng karna selama ini mereka menutupi identitas asli mereka menjadi keluarga Bangsawan Feng biasa.
"Ba-bagaimana nona tahu"tanya Feng Ray agak linglung.
"Aku akan menjawab nanti,apa obat nya sudah dingin jika ya aku akan memberikan nya pada adik mu"kata Ming Yue.
Feng Ray segera menyerahkan obat di gelas bambu itu pada Ming Yue dan ia mendekati adik nya untuk menduduk sang adik agar bisa meminum obat tersebut,Ming Yue sendiri meneteskan air suci nya pada gelas bambu tersebut lebih dulu baru lah ia meminumkan nya pada gadis kecil itu.
Tak berapa gadis kecil itu mulai membuka mata perlahan melihat ke arah Ming Yue dan Feng Ray.
"Terimakasih nona muda"sahut Feng Ray senang akhir nya adik nya kembali sadar.
__ADS_1
"Terimakasih nona muda sudah menyelamatkan ku"sahut Feng Rui.
Ming Yue mengangguk kan kepala nya,sekarang siatuasi nya sedang genting ia menyuruh kedua nya agar segera bersiap untuk ikut dengan nya pulang karna akan bahaya jika orang-orang itu dapat menemukan mereka sekarang.