
Keesokan hari Ibu Du dan Du Xiang datang lebih pagi untuk membantu memasak di dapur juga Du Xiang yang akan berlatih bela diri bersama si kembar di halaman belakang.
Ming Yue juga semalam langsung tidur bersama Yuan Zi setelah Lui melapor pada nya,Kini mereka berdua sudah bangun untuk melatih adik-adik nya.
Tak berapa lama Paman Qing datang dengan tiga orang menghampiri Yuan Zi yang berada di belakang karna mereka mendengar suara dari sana.
"Tuan muda"panggil Paman Qing membuat Yuan Zi menoleh.
"Oh paman Qing sudah datang".Yuan Zi segera masuk ke dalam rumah bersama ketiga nya.
"Duduk lah dulu paman-paman"kata Yuan Zi.
"Terimakasih Tuan Muda".Mereka duduk di kursi.
"Paman sudah menjelaskan nya pada teman paman bukan jadi aku tidak perlu lagi menjelaskan nya".
"Ya Tuan Muda".
"Ini rekan saya paman Feng dan paman Guo"kata paman Qing.
"Baik paman".Yuan Zi menyerahkan denah rumah yang ia buat pada paman Qing dan menjelaskan nya pada ketiga orang di depan nya.
"Bagaimana paman apa bisa"tanya Yuan Zi.
"Bisa Tuan Muda"sahut ketiga nya karna mereka memang sudah sering membangun rumah untuk para bangsawan dan orang kaya lain nya.
"Jadi kapan paman akan mulai bekerja"tanya Yuan Zi.
"Hari ini kami akan mulai bekerja Tuan Muda rekan kami yang lain nya mungkin sebentar lagi akan tiba"sahut paman Qing.
"Baik paman mohon bantuan nya"kata Yuan Zi mengangguk puas.
"Kalau begitu kami akan memulai membersihkan tanah yang kosong dulu tuan muda".
"Silahkan paman".
Ketiga nya segera keluar rumah membawa perkakas yang mereka bawa menuju tanah kosong untuk membersihkan nya,tak lama rekan yang lain mulai berdatangan satu persatu itu berjumlah sepuluh orang juga mulai bekerja.
"Sudah mulai bekerja"tanya Ming Yue menatap suami nya.
"Ya mereka bekerja hari ini"jawab Yuan Zi menggenggam erat tangan Ming Yue.
__ADS_1
"Apa mereka semua mulai bekerja hari ini".Nyonya Wei datang bertanya pada kedua nya.
"Benar bu,,mungkin ibu akan sedikit repot untuk memasak di dapur"kata Yuan Zi.
"Tidak masalah ada Ibu Du yang membantu ibu".
"Kalau begitu ibu kembali ke dapur lagi menambah membuat sarapan mana tahu mereka ada yang belum sarapan"kata Nyonya Wei kembali ke dapur.
"Aku bantu ibu dulu".Ming Yue menatap Yuan Zi yang masih memegang tangan nya.
"Apa kamu tidak lelah"tanya Yuan Zi.
"Tidak"jawab Ming Yue jujur hanya seperti itu tidak akan membuat nya lelah karna ia bahkan dari kecil sudah di latih kuat tanpa merasa lelah sama sekali.
"Baiklah tapi jangan memaksakan jika lelah ada Ibu Du yang membantu atau kita mencari orang lagi untuk membantu bagian dapur"kata Yuan Zi.
"Okay". Ming Yue segera ke dapur untuk membantu di sana membiarkan adik dan adik ipar berlatih sendiri di sana untuk menguasai apa yang ia ajarkan pada mereka.
Tidak berapa lama sarapan mereka telah siap karna hanya menambah kan saja tadi Nyonya Wei dan Ibu Du sudah membuat untuk mereka namun karna para pekerja datang pagi jadi mereka membuat kan lagi untuk para pekerja.
"Biar kami yang mengantarkan nya bu"kata Mo Tian masuk ke dalam rumah.
"Baik".
"Paman kalian sarapan lah dulu baru kembali di lanjutkan"kata Yuan Zi yang masih ada di sana.
"Baik Tuan Muda"sahut mereka.
Yuan Zi mengangguk segera masuk ke dalam bersama adik-adik nya untuk sarapan di rumah juga, Mereka sarapan roti kukus isi daging dan sup ayam pegar dengan sayuran juga penekuk bawang. Sama hal nya dengan para pekerja juga di halaman samping.
"Aku akan ke kota membeli bahan makanan untuk kita"kata Ming Yue membuka suara.
Yuan Zi mengangguk"berhati-hati lah".
"Ibu apa ada yang mau ibu titipkan "tanya Ming Yue.
"Mungkin hanya menambah bumbu dapur saja agar lebih banyak juga kapas dan kain"jawab Nyonya Wei.
"Baik bu".
Setelah sarapan Ming Yue membersihkan tubuh nya dan berpakaian,Ia mengeluarkan satu kantong tael perak menaruh nya di atas ranjang.
__ADS_1
"Untuk apa di keluarkan uang sebanyak itu"tanya Yuan Zi karna memang ia menyuruh agar istri nya tetap menaruh semua uang di dalam ruang dimensi nya.
"Mana tahu nanti di perlukan jadi tidak akan repot jika aku di kota mungkin akan pulang lebih lama karna rencana nya aku akan ke arena bawah juga melihat situasi"jawab Ming Yue.
"Baiklah tapi ingat untuk berhati-hati aku tidak mau sampai kamu terluka di sana".
"Aku akan menjaga diri".
Yuan Zi mengangguk menarik tangan istri kecil nya hingga jatuh ke pangkuan nya,ia memeluk nya dengan erat karna sekarang yang menjadi kekuatan nya hanyalah istri nya ini.
"Cepat kembali"kata Yuan Zi di balas anggukan oleh Ming Yue karna baru pertama kali di peluk oleh seorang pria jadi ia kaku berbeda jika mereka berbaring di atas ranjang ia sudah terbiasa sekarang di peluk suami nya saat tidur.
"Aku pergi dulu agar lebih cepat pulang".Ming Yue melepaskan diri nya dari pelukan Yuan Zi.
"Baik".
Kedua nya segera keluar dari dalam kamar menghampiri yang lain duduk di luar sedang menikmati teh dan kue-kue di sana.
"Ibu aku pergi dulu"pamit Ming Yue pada ibu mertua nya.
"Baik hati-hati di sana"kata Nyonya Wei pada menantu nya itu.
"Ya bu".
Ming Yue segera mengambil kereta kuda meninggalkan rumah menuju ke kota ia sudah menyuruh Lui untuk pergi memantau di sana, Belum ada pergerakan yang menuju ke desa jadi ia sedikit merasa aman.
"Aku akan membeli bahan makanan saat akan kembali lebih baik aku ke sana memantau dari luar"gumam nya segera menitip kan kereta kuda pada penjaga toko buah tidak lupa memberi tips, setelah aman ia berjalan ke arah di mana rumah bangsawan Wang.
"Lui apa mereka tidak ada yang keluar?".
"Tidak,, seperti nya mereka ada pekerjaan lain aku melihat mereka mengeluarkan lumayan banyak garam,besi dan gula seperti nya mereka sedang menyeludupkan nya?".
"Wahh sungguh hebat".
"Kau tau sendiri jika ketiga barang itu adalah barang yang tidak bisa di jual begitu saja aku rasa mereka akan menyeludupkan nya ke berbagai kota dan mungkin kerajaan lain".
"Bagus pantau mereka terus katakan pada ku jika ada pergerakan aku akan ke aren bawah".
"Baik".
Ming Yue hanya melihat kediaman mewah Bangsawan Wang yang lebih luas dan mewah dari pada bangsawan lain nya jelas saja lebih mewah jika mereka bekerja sama dengan Ratu Jiang untuk menyeludupkan garam,besi dan gula itu entah berapa banyak uang dari hasil penyeludupan itu.
__ADS_1