Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 12


__ADS_3

"Kamu juga warga pendatang?"tanya Ming Yue.


"Ya kakak"jawab Shu Fan.


"Aku baru melihat kakak,,apa kakak baru di desa ini".Kini giliran Shu Fan yang bertanya.


"Hmm,,kami baru kemaren sore di desa ini."


"Kalian sudah lama tinggal di desa ini"tanya Ming Yue.


"Ya kakak".


"Desa ini termasuk desa paling kaya dari pada desa lain nya karna di sini banyak yang memiliki tanah untuk berladang,untuk kami yang warga pendatang bisa bekerja pada mereka jika mereka mengizinkan nya"sambung Shu Fan.


Tiba di rumah Ming Yue menyimpan batang pohon itu ke tanah di samping rumah.


"Aku pulang"kata Ming Yue membuka pintu tidak menemukan ibu mertua dan adik-adik ipar nya.


Ia masuk ke dalam rumah bergegas ke kamar dan melihat suami nya sedang membaca buku di atas ranjang.


"Sudah pulang"kata Yuan Zi.


"Baru saja"


"Ibu dan si kemar kemana"tanya Ming Yue.


"Ke rumah sebelah tadi ada bibi yang datang mengantarkan acar sayur jadi ibu dan si kembar ke rumah nya"kata Yuan Zi.


Ming Yue mangangguk mengambil obat salep luka di meja rias nya dan membawa nya keluar.


"Tunggu"kata Yuan Zi menatap Ming Yue.


Ming Yue berhenti melangkah berbalik menatap Yuan Zi"Kenapa?".


"Kamu terluka"


"Tidak"


"Lalu obat itu?"


"Oh,,ini ada bocah yang tadi keroyok anak-anak dia terluka jadi aku membawa nya ke sini ingin memberi obat"jelas Ming Yue.


"Jangan terlalu percaya pada orang asing"kata Yuan Zi.


"Aku tahu."


Ming Yue keluar dari dalam kamar menghampiri Shu Fen yang masih berdiri di halaman.


"Obati luka mu dulu"kata Ming Yue memberikan obat itu pada Shu Fen.

__ADS_1


Shu Fen menerima nya dan berucap"Terimakasih kakak".


"Sama-sama"


Shu Fen mengeboti luka-luka di tangan dan kaki nya. Tak lama Nyonya Wei dan si kembar kembali ke rumah.


"Ming Yue sudah lama kembali"tanya Nyonya Wei.


"Belum bu"


"Eh,,ini siapa"tanya Nyonya Wei melihat Shu Fan.


"Hallo Nyonya nama ku Shu Fen"kata Shu Fan.


"Aiya,,panggil bibi saja jangan Nyonya"


"Baik bibi"


"Ini kenapa kamu terluka"tanya Nyonya Wei melihat luka di kaki dan tangan Shu Fan.


"Dia tadi di keroyok anak-anak Bu, jadi aku membawa nya ke sini untuk mengobati lukanya"jelas Ming Yue.


"Kakak ipar siapa yang mengkeroyok nya"tanya Mo Tian.


"Anak-anak desa ini"jawab Shu Fan.


"Mereka memang selalu berbuat ulah,jika mereka meminta uang dan tidak ada mereka akan memukuli nya". Shu Fan berkata dengan geram karna anak-anak desa ini selalu berbuat seenak nya pada anak pendatang dan orang tua atau warga mereka diam saja membiarkan hal itu.


"Jadi kamu sering di pukuli begini"tanya Ming Yue.


"Ya,,mereka tahu aku bekerja di pasar mengangkat barang jadi setiap hari mereka akan menunggu ku kadang aku akan pulang lebih lama agar tidak bertemu dengan mereka"jawab Shu Fan.


Ming Yue mengangguk menatap Shu Fan sebentar"Kamu bekerja di pasar?".


"Aku bekerja mengangkat barang di sana walaupun upah nya tidak banyak cukup membeli makan".


"Lebih baik bicara di dalam rumah tidak enak bicara seperti ini"ajak Nyonya Wei di angguki mereka.


Semua pun duduk di kursi dengan minum teh dan kue kering yang masih lumayan banyak.


"Jika kau pulang malam kenapa bisa mereka memukul mu siang hari begini"tanya Ming Yue.


"Aku pulang sebentar untuk memberi nenek ku makan,nenek ku sedang sakit di rumah"jawab Shu Fan.


"Kamu tinggal dengan nenek mu"tanya Mu Zian di angguki Shu Fan.


Ming Yue menatap suami nya yang duduk di samping nya,ia merasa wajah suami nya muram begitu.


"Suami ku kamu kenapa?"tanya Ming Yue.

__ADS_1


"Kenapa?"bukan nya menjawab Yuan Zi malah bertanya kembali.


"Wajah mu terlihat muram begitu"kata Ming Yue membuat Yuan Zi tersedak teh yang ia minum.


Uhuk,,uhukk


Ming Yue berdiri menepuk pelan punggung Yuan Zi."Sudah enakan?".


"Hmm"dehem Yuan Zi.


Nyonya tersenyum tipis melihat interkasi putra dan menantu nya.Seperti nya mereka berdua sudah dekat,pikir nya.


"Di kota apa mereka menerima buah-buahan dan hewan yang di buru"tanya Ming Yue menatap Shu Fan.


"Ya kakak mereka menerima"jawab Shu Fan.


"Aku mengenal pelayan Restoran terkenal di kota mereka biasa menerima hewan buruan dari pemburu"sambung Shu Fan.


"Bagus"ujar Ming Yue dengan senyum lebar.


"Kakak bisa berburu"tanya Shu Fan.


"Tentu saja"jawab Ming Yue.


Shu Fan menatap Ming Yue dengan mata berbinar dan berkata"kakak hebat".


"Jika kamu mau ikut dengan ku ke hutan besok bawa keranjang di hutan ada banyak buah-buahan, besok kita jelajahi ke atas sedikit untuk mencari buah-buahan lain nya jika memang bisa di jual"jelas Ming Yue.


"Baik kakak"jawab Shu Fan cepat.


"Kakak ipar kami boleh ikut"tanya Mo Tian dan Mu Zian.


"Boleh"jawab Ming Yue santai. Ia menatap ibu mertua dan suami nya dan berkata.


"Ibu tenang saja aku akan menjaga mereka, sekalian mereka bisa latihan fisik untuk memperkuat tubuh mereka nanti aku akan melatih mereka bela diri"sambung Ming Yue.


"Kakak bisa bela diri"tanya Mie Nuan di balas anggukan oleh Ming Yue.


"Kakak ipar mu benar,besok kalian ikut lah dengan nya ke gunung"kata Yuan Zi.


Sekarang mereka masih aman tidak tahu sampai kapan mereka akan aman tanpa gangguan, jadi sebelum orang-orang itu menemukan mereka ada baik nya adik-adik nya berlatih bela diri, seperti yang di katakan istri nya karna ke depan nya mereka pasti akan bertemu dengan musuh jadi mulai sekarang mereka harus bersiap,apalagi kondisi nya yang sekarang mengalami lumpuh.


"Baik kakak"jawab si kembar serempak.


Nyonya Wei menghela nafas panjang melihat anak-anak nya yang semangat namun ia pun tidak bisa mengatakan apapun kalau putra sulung nya sudah memutuskan seperti itu.


"Oh iya tadi ibu kerumah bibi Wang yang mengantarkan acar sayur ke sini,ibu melihat mereka memelihara ayam dan bebek bagaimana kalau kita juga memelihara nya kita bisa mengonsumsi telur untuk tambahan makanan kita"kata Nyonya Wei.


Ming Yue yang mendengar perkataan ibu mertua nya meringis,bukan nya tidak suka mendengar permintaan ibu mertu nya hanya saja ia merasa uang yang menggunung di ruang dimensi nya seperti tidak berguna.

__ADS_1


__ADS_2