
"Masalah mereka sama sulit nya dengan kita,Klan Feng banyak yang mengincar nya mungkin tidak hanya orang-orang di kekaisaran tapi mungkin dari kekaisaran lain karna mereka ahli racun dan obat"jelas Yuan Zi.
"Jadi bagaimana aku sudah membawa mereka pulang ke sini"tanya Ming Yue.
"Kita akan bicara setelah dia selesai memeriksa mereka di luar"jawab Yuan Zi.
"Baiklah dan untuk masalah preman itu aku akan membuat mereka mengikuti kita"kata Ming Yue di angguki Yuan Zi.
"Kita bicarakan ini pada mereka dulu masalah Klan Feng nanti kita bicarakan".
Ming Yue mengangguk,mereka keluar dari kamar kembali ke halaman samping dimana sekarang baik para pekerja dan preman itu dan keluarga nya sedang duduk di bawah pohon juga di batang pohon yang ada di sana.
"Bagaimana luka mereka"tanya Ming Yue pada Feng Ray.
"Tidak ada yang serius kakak hanya kakak ini saja yang tangan nya patah"jawab Feng Ray menatap kakak yang di panggil preman lain nya.
"Kau bisa mengobati nya kan"tanya Ming Yue.
"Bisa kakak namun sekarang tidak ada bahan obat yang aku gunakan untuk menyembuhkan nya".
"Nanti kita akan urus".
"Kalian sudah berjanji bukan akan memenuhi syarat dari ku"tanya Ming Yue menatap para preman itu.
"Ya nona"jawab mereka kompak.
"Maaf nona muda,tuan muda kami akan kembali bekerja lagi"kata paman Qing.
"Ahh baik paman tapi apa memang tidak merasakan sakit lagi"tanya Ming Yue.
"Tidak nona muda"jawab mereka.
Ming Yue mengangguk mempersilahkan mereka untuk kembali bekerja yang sekarang hanya tinggal para keluarga dan preman itu duduk di bawah pohon.
"Berapa anggota kalian semua"tanya Ming Yue.
"Sekarang hanya tinggal sekitar 30 orang nona"jawab yang di panggil kakak.
"Siapa nama mu"tanya Ming Yue.
__ADS_1
"Saya Hao Lang nona"jawab Hao Lang.
"Memang dulu anggota kalian berapa banyak"tanya Ming Yue.
"Ada lebih dua ratus nona".
"Lalu kemana mereka?".
"Bangawan Wang menarik mereka untuk bekerja nona karna kami tinggal yang paling muda di antara mereka semua jadi kami tidak ikut bergabung".
Ming Yue mengangguk berarti mereka yang berlatih di arena bawah tadi.
"Aku ingin kalian bergabung dengan ku ajak mereka semua yang ada di sana"kata Ming Yue tanpa basa basi.
"Untuk apa nona kami tidak begitu kuat"tanya Hao Lang karna itu juga lah mereka tidak ikut bekerja bersama keluarga Bangsawan Wang.
"Jika tidak di latih tidak akan kuat aku akan melatih kalian menjadi kuat tapi sebelum itu aku katakan pada kalian jika aku sangat membenci nama nya penghianat jika itu terjadi aku tidak akan segan membunuh kalian bersama keluarga kalian atau bahkan keturunan kalian juga,membunuh adalah hal yang mudah untuk ku"kata Ming Yue dengan wajah yang serius.
"Baik nona kami akan menjadi pengikut mu"kata Hao Lang dengan mantap.
"Kami juga nona"sahut yang lain.
"Katakan jika anggota kalian yang lain ingin ikut bergabung jika ya datang besok ke sini aku akan mulai melatih kalian, tapi ingat untuk tidak mengatakan hal ini pada anggota yang sudah menjadi milik keluaga Bangsawan Wang jika berita ini sampai ke sana aku bisa menemukan orang itu dan langsung membunuh nya"kata Ming Yue.
"Baik nona kami mengerti".Mereka mengatakan nya dengan kompak.
"Kalau boleh tahu untuk apa nona membuat pasukan"tanya salah satu dari mereka.
"Suatu saat kalian akan tahu jika kalian setia dan patuh kalian semua tidak akan menyesal mengikuti kami"jawab Yuan Zi.
"Kalian semua berasal dari desa atau kota"tanya Yuan Zi.
"Kami dari desa tuan muda namun desa yang berbeda-beda"sahut Hao Lang.
"Jika kalian dari desa yang berbeda kenapa kalian malah di sini menjadi pencuri di pasar bukan nya bekerja"cibir Ming Yue membuat mereka gelalapan tidak tahu menjawab bagaimana juga malu.
"Maafkan kami nona"kompak mereka menunduk malu.
"Jadi apa kalian semua ini sudah menikah atau bagaimana"tanya Yuan Zi karna di lihat dari wajah mereka ada yang usia nya sama dengan nya juga di bawah nya bahkan mungkin di atas nya.
__ADS_1
"Saya sudah menikah tuan muda begitu juga dengan mereka hanya dia yang belum menikah"kata Hao Lang menunjuk mereka satu persatu.
Nyonya Wei dan Ibu Du sudah pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka semua,jadi mereka tidak tahu lagi pembicaraan yang di bahas di sana.
"Nyonya nona muda sangat hebat"kata Ibu Du dengan mata berbinar kagum.
"Benar aku juga tidak akan menyangka jika menantu sehebat itu jika tidak melihat nya secara langsung"ujar Nyonya Wei dengan bangga akan menantu nya.
"Nyonya benar nona muda juga sangat baik,Nyonya beruntung memiliki menantu sebaik nona muda".
Nyonya Wei mengangguk membenarkan karna apa yang di katakan oleh Ibu Du.
"Kalian berbicara lah dulu di sini bersama adik-adik ku biar lebih akrab nanti setelah makan siang kalian boleh pergi dan kembali ke sini besok pagi kita akan latihan bersama"kata Ming Yue.
"Baik nona"sahut mereka mengangguk.
"Kamu ikut dengan kami".Ming Yue menunjuk ke arah Feng Ray agar mengikuti nya bersama Yuan Zi masuk ke dalam.
"Baik kakak".
Feng Ray mengikuti kedua nya saat melihat Mei Nuan menghampiri adik nya yang usia mereka sama.
"Duduk lah"kata Ming Yue pada Feng Ray setelah di kamar mereka.
"Terimakasih kakak".
"Langsung saja apa benar kalian dari Klan Fang"tanya Yuan Zi.
"Ya kakak".
"Kenapa kalian ketahuan dari Klan Feng?".
"Kami juga tidak tahu kakak mereka datang secara tiba-tiba membunuh semua anggota keluarga kami beruntung kami melarikan diri lewat jalan rahasia di rumah kami hingga kami selamat".
"Kamu tentu tahu jika mereka masih mengincar kalian bukan".
Feng Ray mengangguk,ia bukan lah anak yang bodoh karna ia pun tahu kenapa orang-orang datang mengejar keluarga nya hingga terjadi pembantaian itu. Mereka menginginkan buku formula rahasia klan mereka yang memang terkenal racun dan obat,selama ini mereka sudah aman dengan menyembunyikan identias asli mereka menjadi bangsawan biasa karna tidak hanya mereka saja yang bermarga Feng namun entan kenapa saat itu mereka ketahuan jika dari Klan.
"Aku mendengar dari orang-orang itu jika mereka tidak menemukan buku rahasia Klan kalian?"tanya Ming Yue.
__ADS_1
"Ka-kakak mengenal mereka"tanya Feng Yua kembali terkejut menatap Ming Yue. Ia dapat melihat jika Ming Yue bukan wanita sembarangan sangat mustahil orang biasa dapat mengenali orang-orang itu.