Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 44


__ADS_3

"Kalian tunggu lah di kereta kuda ini dulu jangan keluar dari dalam,aku akan ke toko bahan makanan dulu"kata Ming Yue pada kedua nya saat ia membawa mereka berdua masuk ke dalam kereta kuda.


"Baik kakak"sahut kedua kompak walaupun Feng Rui menjawab dengan lemah.


Ming Yue dengan cepat ke toko membeli banyak bahan makanan untuk persediaan mereka di rumah ia membeli yang kualitas nomor 1 untuk keluarga nya dan kualita nomor 2 untuk para pekerja di rumah nya.


Satu persatu para pedagang berdatangan dengan senyum mengembang mengantarkan semua pesanan Ming Yue memasuk kan nya ke dalam kereta kuda hingga kereta kuda itu penuh beruntung Feng Ray dan Feng Rui masih memiliki tempat untuk duduk di dalam. Ming Yue juga membeli pesanan ibu mertua nya ,ia membeli banyak gulungan kain bermacam warna dengan kualitas bagus juga kapas karna ia pikir untuk memerka membuat pakaian saat ia ingat ibu Du bisa membuat pakaian.


"Aku ke toko kue itu sebentar"kata Ming Yue di angguki kedua nya.


Ming Yue melihat ada kue-kue kering dan kue osmanthus yang enak tentu saja harga nya akan lebih mahal dari kue-kue yang lain. Setelah selesai ia berjalan menuju kereta kuda meletak kan kue-kue itu ke dalam kereta.


"Kalian makan lah itu dulu aku tahu kalian lapar"kata Ming Yue sudah memisahkan kue-kue juga pada mereka berdua.


"Terimakasih kakak"sahut kedua nya di angguki Ming Yue segera menghentak kan tali kuda untuk kembali ke desa.


.


Di kediaman Nyonya Wei kembali heboh karna ada beberapa preman datang ke sana membuat heboh warga, Yuan Zi menatap dingin para preman yang mengobrak abrik rumah nya.


"Cih dimana gadis itu yang sudah membuat saudara kami babak belur"kata preman itu.


"Kakak itu ibu yang bersama gadis itu"sahut salah satu dari mereka menunjuk Nyonya Wei yang tidak jauh dari anak-anak nya.


Saat preman itu datang si kembar dan Du Xiang juga Shu Fan mencoba melawan dengan ilmu beladiri dasar yang kakak ipar/kakak mereka ajarkan membuat mereka terkena pukulan dan tendatangan karna preman itu bukan lah lawan mereka.


Para pekerja di sana juga ikut membantu menolong namun berakhir sama dengan mereka juga.


"Katakan dimana gadis itu"sahut yang di panggil kakak.


Tidak ada warga yang keluar rumah karna takut siapa yang tidak kenal dengan para preman yang cukup terkenal di kota dan pedesaan itu, Tidak ada yang mau berurusan dengan mereka.


Di jalan Ming Yue yang perasaan nya tidak enak menghentak kan tali kuda nya lebih keras agar lebih cepat sampai,ia tidak mendapatkan laporam dari Lui karna sekarang ia suruh memantau pergerakan di kediaman Bangsawan Wang.


Kereta kuda akhir nya tiba di kediaman Nyonya Wei wajah Ming Yue langsung berubah saat melihat orang-orang di depan nya.


"Kakak itu gadis yang membuat kami seperti ini"sahut salah satu preman yang wajah nya masih sedikit bengkak.

__ADS_1


Ming Yue sendiri segera melompat dari kereta kuda segera berjalan ke arah mereka dan...


Dukk


Dengan santai Ming Yue menendang salah satu dari mereka membuat yang lain terkejut dan marah..


"Kau gadis sialan"teriak nya.


"Cepat bunuh dia"perintah nya pada yang lain.


"Cih menyusahkan saja"kesal Ming Yue menendang mereka satu persatu hingga terpental jauh memuntahkan darah dari mulut mereka bahkan ada yang pingsan karna Ming Yue menendang tepat di dada mereka.


"Masih berani mengganggu ku ternyata"kata Ming Yue menatap santai pada pria yang ia hajar beberapa hari yang lalu dan berjalan menghampiri yang di panggil kakak.


"Ja-jangan mendekat"kata nya menatap takut pada Ming Yue.


"Kenapa bukan kah tadi kamu mencari ku"tanya Ming Yue santai menginjak kan kaki nya ke tangan orang yang terbaring di tanah itu.


Krakk


"Araggg"


Semua orang yang mendengar meringis ngeri mereka yang mendengar saja seakan dapat merasakan bagaimana sakit nya apalagi orang yang memiliki tangan itu sendiri.


"Suami ku kita apakan mereka"tanya Ming Yue menatap Yuan Zi yang menatap nya juga.


"Kakak mereka preman di pasar yang selalu meresahkan orang-orang,mereka juga yang sering mengambil uang hasil kerja kami"kata Du Xiang.


"Oh benarkah"tanya Ming Yue menatap preman itu satu persatu.


"Ampuni kami nona"kata mereka serempak.


"Baik tapi dengan satu syarat bagaimana"tanya Ming Yue.


"Baik nona katakan saja kami berjanji akan patuh"sahut yang di panggil kakak itu.


"Okay".

__ADS_1


"Kalian berdiri lah dan duduk di sini"sahut Ming Yue pada mereka membuat semua orang kembali melongo.


"Para paman kembali lah bekerja jika yang terluka parah istirahat saja dulu jangan di paksakan"kata Ming Yue menatap mereka semua.


"Biar aku yang memeriksa mereka kakak"suara Feng Ray yang sudah keluar dari kereta kuda juga Feng Rui yang berdiri di sampingnya.


"Kau bisa memeriksa mereka"tanya Ming Yue di angguki mereka.


"Baiklah periksa mereka semua"kata Ming Yue di angguki Feng Ray segera memeriksa mereka setelah menduduk kan adik nya di bawah pohon begitu yang lain nya.


Yuan Zi sedari tadi tidak mengalihkan pandangan nya dari istri nya itu seakan mengerti apa yang ada pikiran suami nya Ming Yue berkata pada mereka.


"Kalian juga nanti akan di periksa adik ku,aku akan ke dalam dulu bicara dengan suami ku jika kalian berani macam-macam pada mereka aku akan dengan senang hati mengirimkan kalian ke alam baka"kata Ming Yue menatap para preman itu.


"Tidak akan nona"sahut mereka serempak.


"Bagus".


Ming Yue segera menghampiri suami nya dan membawa masuk ke dalam menuju kamar mereka tak lupa ia mengunci pintu.


"Suami ku apa kamu tahu Klan Feng"tanya Ming Yue di angguki Yuan Zi.


"Mereka terkenal akan racun dan obat"sahut Yuan Zi.


"Kedua anak itu berasal dari Klan Feng"kata Ming Yue dengan wajah serius.


"Dari mana kamu tahu dan dimana kamu menemukan mereka".


"Aku tahu saat berada di arena bawah,aku mendengar mereka berbicara tentang Klan Feng yang sudah mereka musnahkan meninggalkan kedua anak itu yang melarikan diri dan sekarang mereka sedang mencari mereka berdua,aku menemukan mereka di pasar"kata Ming Yue menjelaskan bagaimana ia bisa menemukan mereka.


"Aku juga mendengar jika Ratu Jiang dan pengikut nya yang lain menyeludupkan garam,besi dan gula mungkin saat ini mereka sedang melakukan transaksi"jelas Ming Yue.


"Bagaimana kamu bisa masuk dengan mudah ke sana dan mendengar pembicaraan mereka".


"Kebetulan aku melihat lorong di sana saat melihat-lihat sekitar jadi aku masuk ke sana dan melihat mereka berlatih juga membicarakan itu".


Yuan Zi mengangguk mengerti ia tahu istri nya tidak sesederhana itu hingga bisa mereka yang di dalam tidak merasakan keberadaan sang istri.

__ADS_1


"Tapi kamu tidak terluka kan"tanya Yuan Zi menatap Ming Yue.


"Tidak"jawab Ming Yue membuat Yuan Zi menghela nafas lega.


__ADS_2