
"Aku mengenal mereka maka dari itu aku membawa kalian pergi dari sana"kata Ming Yue.
"Kakak tolong kami berdua hanya kami berdua yang tinggal,kami tidak tahu harus pergi kemana dan bagaimana,kami akan melakukan apapun untuk kakak".Feng Ray berlutut kembali saat ini hanya Ming Yue yang dapat melindungi nya serta adik nya dari orang-orang jahat yang mengejar mereka.
"Duduk lah kembali"kata Yuan Zi dengan patuh Feng Ray kembali duduk.
"Jadi memang buku formula itu sudah hangus atau bagaimana karna masalah ini akan sangat rumit,masalah kami juga banyak jadi kami tidak mau berurusan dengan orang-orang yang akan menambah masalah pada keluarga kami"sambung Yuan Zi.
"Buku formula itu memang sudah di musnahkan tapi aku bisa mengingat semua isi dari buku itu,mereka mengejar pil dewa dan pil Deat itu dari kami"kata Feng Ray.
Memang benar ia memiliki ingatan kuat seperti memori karna keahlian dan kejeniusan nya itulah Klan mereka memusnahkan semua buku temuan Klan mereka karna jika jatuh pada orang-orang jahat maka dunia akan hancur.
"Pil Deat?"tanya Ming Yue baru pertama kali mendengar nya.
"Pil itu sangat berbahaya jika di tangan orang yang salah karna Pil itu bisa membangkitkan orang yang sudah mati dan kekuatan nya akan semakin meningkat juga akan sulit untuk di bunuh"jawab Yuan Zi.
"Tunggu jadi kau bisa membuat pil dewa penyembuh itu"tanya Ming Yue.
"Benar kakak"jawab Feng Ray.
"Bagus kalau begitu buat pil itu untuk suami ku"kata Ming Yue dengan senyum mengembang di wajah cantik nya.
"Tapi bahan obat itu sangat langka kakak".
"Tidak masalah aku bisa mencari dan membeli nya".
"Memang nya kamu bisa mengenal bagaimana obat itu"tanya Yuan Zi.
"Aku mengenal nya".Bukan Ming Yue yang menjawab tapi Feng Ray.
"Tuliskan resep nya kita akan mulai mencari nya setelah aku membereskan mereka semua"kata Ming Yue memberikan alat tulis pada Feng Ray.
Dengan cepat Feng Ray menerima nya dan menuliskan resep obat pil Dewa itu,setelah selesai ia menyerahkan nya pada Ming Yue.
"Lihat lah suami ku kamu akan segera sembuh"kata Ming Yue menatap kertas di depan nya dengan mata berbinar senang.
Yuan Zi hanya terdiam melihat istri nya yang membaca bahan obat apa saja yang di tuliskan Feng Ray di kertas tersebut.
__ADS_1
"Kakak jadi kami akan tinggal bersama kakak bukan"tanya Feng Ray memastikan.
"Ya kalian akan tinggal di sini,kami bukan orang yang menepati janji"jawab Yuan Zi.
"Terimakasih kakak".
"Tapi kalian harus mengganti nama untuk menutupi identitas kalian atau setidak nya di panggil dengan Ray dan Rui saja,jika ada yang bertanya marga kalian katakan saja kalian bermarga Qiao sama seperti istri ku"jelas Yuan Zi.
"Baik kakak".
"Keluar lah dulu ada yang masih aku bicarakan pada istri ku nanti saat makan siang aku akan mengenalkan kalian pada anggota yang lain secara resmi"kata Yuan Zi.
"Baik,,sekali lagi terimakasih kakak".Feng Ray segera keluar dari sana kembali ke halaman samping dengan senang karna mereka ada tempat berlindung dan melindungi mereka.
"Obat itu sangat sulit di temukan"kata Yuan Zi saat Ming Yue menyerahkan kertas itu pada nya.
"Aku akan mencari nya".
"Masalah kita akan semakin rumit".
"Karna itu aku mau membawa mereka agar mereka bersama kita,jika mereka ada di tangan yang salah itu akan semakin sulit nanti nya,,adapun pil dewa ini jika kamu bisa sembuh kita bersama-sama berjuang melawan musuh yang datang"jelas Ming Yue.
"Terimakasih"kata Yuan Zi.
"Sama-sama". Ming Yue membalas pelukan Yuan Zi meski kaku namun ia senang.
"Bahan obat yang paling langka itu mawar api dan teratai salju"kata Yuan Zi.
"Oh apa dia ada di gunung berapi"tanya Ming Yue membuat Yuan Zi terkekeh mendengar nya.
"Mawar itu ada di puncak gunung es bunga itu langka karna mawar api ini tumbuh di gunung es namun mengeluarkan hawa panas"jawab Yuan Zi.
"Oh aku akan mencari nya tenang saja"jawab Ming Yue santai.
Mereka berdua menikmati waktu mereka dengan berpelukan untuk menghilangkan sejenak rasa lelah yang mereka alami terutama Yuan Zi. Ming Yue sendiri mana lelah ia malah santai saja menghadapi semua.
"Kakak,kakak ipar ibu memanggil untuk makan siang"kata Mo Tian dari balik pintu.
__ADS_1
"Ya kami akan datang"sahut Ming Yue.
"Kita makan siang dulu"ajak Ming Yue berdiri lalu mendorong kursi roda Yuan Zi keluar menuju halaman samping dimana semua orang berkumpul.
Mereka semua makan siang dengan lahap menikmati makanan penuh dengan daging di hadapan mereka. Setelah makan siang mereka membantu membawakan peralatan yang kotor ke sumur juga membantu mencuci kecuali para pekerja yang duduk istirahat sebelum memulai kembali pekerjaan mereka.
"Terimakasih makanan nya Nyonya,nona dan tuan muda"sahut Hao Lang di ikuti anak buah nya yang lain.
"Tidak masalah kalian juga sudah membantu membersihkan semua nya"kata Nyonya Wei.
"Kalian sudah memindahkan semua barang yang di beli ke dapur"tanya Ming Yue menatap si kembar.
"Belum kakak/kakak ipar"jawab mereka.
"Nah sekarang angkat semua taruh di dapur".
"Baik kakak ipar/kakak".
Mereka segera mengangkat barang belanjaan yang tadi Ming Yue belikan di kota ke dapur,mereka sampai beberapa kali bolak balik memindahkan nya.
"Kenapa banyak sekali Ming Yue"tanya Nyonya Wei.
"Kita di sini sekarang banyak,ibu pisahkan saja yang kualitas nomor satu di pakai oleh kita dan kualitas nomor dua di pakai oleh pekerja"jawab Ming Yue.
"Baiklah".Nyonya Wei mengangguk saja.
"Oh iya bu seperti nya anggota kita akan lebih banyak karna mereka akan menjadi bagian kita mungkin akan sangat merepotkan ibu dan bibi Du untuk memasak banyak"kata Yuan Zi.
"Tidak masalah hanya memasak saja itu mudah"kata Nyonya Wei.
"Ibu akan kelelahan nanti lebih baik kita tambah saja orang yang membantu di bagian dapur"ujar Ming Yue.
"Bibi Du apa bibi bisa mencari sekitar tiga atau empat orang yang membantu di bagian dapur?"tanya Ming Yue.
"Bisa nona muda nanti saya akan tanyakan pada tetangga saya"jawab Ibu Du.
"Ming Yue apa itu tidak terlalu banyak".
__ADS_1
"Tidak bu,,kita di sini banyak aku dan mereka nanti tidak akan bisa membantu ibu jika kami latihan"jelas Ming Yue.
Nyonya Wei kembali mengangguk ia bersyukur memiliki menantu seperti Ming Yue.