Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 29


__ADS_3

Ming Yue melihat serigala itu perlahan mundur dan berbalik pergi berlari memasuki hutan lagi membuat nya heran.


"Itu serigala kenapa begitu,bukan nya menyerang atau apalah nah itu malah pergi"pikir nya terdiam.


"Kakak ipar kenapa"tanya Mo Tian.


"Tidak ada,,kita besok saja berburu ini mungkin sudah cukup untuk kita makan juga"jawab Ming Yue.


"Baik kakak ipar".


Mereka akhir nya berbalik pergi dengan membawa buruan kelinci dan ayam pergar cukup banyak,Ming Yue sendiri membawa bambu yang ia ikat menuju rumah mereka tapi pikiran nya masih tertuju pada serigala yang tadi menatap nya.


"Kami pulang"teriak Mo Tian dan Mu Zian bersamaan.


"Kalian sudah kembali"kata Nyonya Wei tersenyum menatap anak dan menantu nya sudah kembali.


"Aiyaa,,Ming Yue kenapa membawa banyak nak".


"Hehe sekali turun bu lagian ini juga tidak berat"kata Ming Yue santai.


Yuan Zi hanya terkekeh mendengar perkataan istri nya bagi nya itu tidak berat namun bagi orang lain mana mungkin tidak berat sanggup saja membawa sebanyak itu sekali gus tidak akan.


"Kakak kita makan malam sate kelinci saja"kata Mei Nuan menatap kelinci yang ada di keranjang.


"Boleh,,bawa saja ke sumur aku akan membersihkan nya".


"Berapa kakak ipar"tanya Mu Zian karna tidak mungkin semua nya itu tidak akan habis.


"Dua saja selebih nya masuk kan ke kandang sama ayam 1 kita buat ayam crispy"jawab Ming Yue.


"Baik kakak ipar"jawab mereka serentak segera ke kandang memasuk kan hewan buruan mereka.


"Kalau begitu ibu ke dapur dulu membuat bumbu"Nyonya Wei bergegas ke dapur meninggalkan suami istri itu di sana.


"Lelah"tanya Yuan Zi menatap istri nya terdiam sejenak.


"Tidak"jawab Ming Yue tersenyum tipis.


"Aku ke sumur dulu membersihkan kelinci itu"kata Ming Yue di angguki Yuan Zi membiarkan istri nya pergi.

__ADS_1


"Kakak ipar kelinci nya sudah aku pilih yang besar dan gemuk untuk di buat sate". Mei Nuan membawa 2 kelinci memberikan nya pada Ming Yue.


"Okay,,ayo kita eksekusi"kata Ming Yue mengambil nya segera menguliti kelinci tersebut hingga bersih juga memotong nya agar mereka tinggal menusuk nya nanti.


"Nah bawakan ini ke dapur agar di bumbui ibu"kata Ming Yue.


"Baik kakak ipar".Mei Nuan segera membawa baskom itu ke dapur memberikan nya pada sang ibu.


Ming Yue sendiri membersihkan kulit kelinci itu dan menggantung nya agar kering,ia pun segera membersihkan ayam pegar untuk di masak tambahan makan siang mereka.


Mo Tian dan Mu Zian tengah bermain di belakang dengan kelinci-kelinci yang telah mereka keluarkan semua nya di sana berlarian ke sana kemari.


"Ibu biar aku yang memasak ayam ini"kata Ming Yue sambil meletak kan ayam yang telah bersih di atas meja.


"Baik".


Ming Yue pun segera membumbui ayam itu lebih dulu baru ia membuat tepung untuk ayam tersebut dan mulai memasaknya.


..


Di kediaman Xu Damo ia menatap istri nya yang menggerutu sedari tadi tidak jelas bahkan makan mereka juga entah rasa apa yang di masak istri nya.


"Kamu kenapa sih dari tadi tidak jelas begitu"kesal Xu Damo.


"Jual saja ladang itu sebagian"kata Xu Damo.


"Bagaimana mungkin kita menjual nya itu sudah hampir panen dan apa kata warga kita menjual ladang"kesal Nyonya Wu.


"Lalu kita harus apa penghasilan kita hanya dari ladang itu saja,jika di jual kita akan memiliki uang dan simpanan lagi pula makanan kita juga masih akan cukup".


Memang benar mereka memiliki banyak ladang yang di kelola olah mereka sendiri dan juga warga pendatang yang mengurus nya,jika panen mereka akan mengambil 70 persen hasil ladang dan biaya sewa ladang sedangkan pendatang.


"Ck baiklah,,tanyakan saja pada kepala desa apa dia mau membeli ladang itu"kata Nyonya Wu kesal tapi mau bagaimana lagi anak mereka sekolah di kota sangat royal.


"Ya".


Xu Damo bergegas pergi ke rumah kepala desa yang kebetulan baru datang dari kota.


"Kepala desa"panggil Xu Damo.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya kepala Desa berhenti melangkah.


"Aku ingin menawarkan ladang ku sebagian untuk mu apa kamu mau membeli nya"kata Xu damo.


"Sekarang aku juga tidak memiliki uang kau tau sendiri putra ku juga sekolah dan ada bayaran jadi aku tidak bisa membeli ladang mu"kata kepala Desa.


Xu Damo tertegun sejenak ia lupa jika putra kepala desa dengan putra nya sama sekolah di kota.


"Tanyakan saja dulu pada para Tetua atau warga jika tidak ada yang mau membeli nya nanti aku akan coba menawarkan nya pada yang lain"kata kepala desa.


"Baiklah". Xu Damo segera pergi ke rumah para Tetua untuk menanyakan nya.Kepala desa sendiri kembali ke rumah nya.


.....


Sore hari di kediaman Nyonya Wei heboh dengan si kembar yang berlarian mengejar kelinci di halaman suara teriakan dan tawa mereka menggema di belakang.


"Aiyaa seperti nya kalian sangat bahagia"tanya Ming Yue menatap mereka.


"Hahaha mereka berdua membuat kelinci itu berlomba kakak ipar"kata Mei Nuan tertawa.


Bagaimana tidak Mu Zian dan Mo Tian menyuruh kelinci itu berlomba lari dengan mereka ikut berlari memegang wortel di tangan mereka juga.


"Ada-ada saja"kekeh Ming Yue geleng kepala.


Ia pun mengambil parang berjalan ke halaman samping membelah bambu-bambu itu dan mulai membuat tempat duduk di sana,ia membuat agak luas agar bisa bersantai di sana juga.


Hampir malam Ming Yue menyelesaikan nya di bantu si kembar yang lelah bermain dengan kelinci itu.


"Wah kakak ipar di sini bisa tidur juga kalau siang pasti enak"kata Mo Tian.


"Benar,,aku sengaja membuat nya agak luas".


"Kalian mandi lah sebelum terlalu malam kalau sudah selesai kita akan makan malam bersama"suara Nyonya Wei menghampiri mereka.


"Baik bu"jawab mereka.


"Kalian mandi lah dulu"kata Ming Yue menyuruh Mo Tian dan Mu Zian.


"Okay"kedua nya berlari ke sumur belakang meninggalkan Ming Yue yang malah merebahkan diri nya di bawah pohon yang sudah bersih.

__ADS_1


"Seperti nya ada yang aneh dengan serigala tadi"gumam Ming Yue masih kepikiran dengan serigala yang ia temui di hutan.


"Lui ke sinilah sebentar"kata Ming Yue memanggil Lui yang baru saja hinggap di pohon karna ia mencari makan di luar.


__ADS_2