Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 24


__ADS_3

"Ming Yue"kata Nyonya Wei cemas.


"Ibu tenang saja mereka tidak akan bisa menyentuh kita."


"Bos memang benar mereka banyak uang lihat lah barang yang mereka banyak".


"Benar bos,wanita muda itu juga cantik boleh kita coba bos".


Ming Yue yang mendengar hanya santai tidak peduli,ia berjalan mengambil batu melempar kan batu- batu itu tepat di kepala mereka dengan kuat.


"Aaa"


"Sialan".


"Kalian yang mencari masalah dengan ku"kata Ming Yue malas.


"Bunuh mereka".


Mereka berlima menyerang Ming Yue bersamaan yang dengan mudah di kalah kan oleh Ming Yue,ia memukul mereka dengan kuat juga menendang nya.


"Siapa yang menyuruh kalian"tanya Ming Yue.


"I-itu"


"Siapa"bentak Ming Yue.


"Istri Xu Damo"jawab nya pelan karna Ming Yue menginjak kaki nya.


Ming Yue berdecih menendang kembali mereka satu persatu dengan kuat.


Nyonya Wei yang melihat menantu nya begitu kuat menatap kagum dan cemas"Kamu baik-baik saja Ming Yue".


"Ya bu".Ming Yue kembali menghentak kan tali kuda nya menuju desa membiarkan kelima preman yang terkapar di sana.


"Seperti nya Nyonya Wu sangat tidak menyukai keluarga kita bu sampai ia harus menyuruh preman itu bertindak"kata Ming Yue.


"Ibu rasa juga begitu,tapi aneh sekali kita tidak mengenal nya dan membuat masalah dengan keluarga nya"ujar Nyonya Wei.


Setiba nya mereka melewati desa banyak warga desa yang seperti menunggu kedatangan mereka karna mereka seperti berkumpul di halaman masing-masing,Ming Yue acuh saja melewati mereka yang menatap dengan heran,benci dan iri.


"Manusia-manusia bodoh"maki Ming Yue dalam hati


Gerobak kuda mereka tiba di halaman rumah di buka pintu pagar oleh Mu Zian yang memang bermain di halaman bersama Shu Fan dan Mo Tian,Mei Nuan memilih di kamar membaca buku.


"Ayo bantu membawa ke dapur"Kata Nyonya Wei pada mereka.


"Baik bu/bibi"jawab mereka membantu membawa barang-barang ke dapur.

__ADS_1


Ming Yue sendiri membawa beras yang mereka beli sekali gus ke dapur meletak kan nya di sudut.


"Aku membeli kue dan permen ada juga tanghulu kalian makan lah"kata Ming Yue pada mereka.


"Terimakasih kakak ipar/kakak".


"Sama-sama".


Mereka semua duduk di kursi begitu juga Nyonya yang membawa teh untuk mereka.


"Suami ku apa kamu tidak mau?"tanya Ming Yue menunjuk ke arah kue-kue yang ia beli.


"Tidak"jawab Yuan Zi menyesap teh nya.


"Yuan Zi tidak terlalu suka yang manis"kata Nyonya Wei di angguki Ming Yue karna sebenar nya ia juga memperhatikan nya.


"Jangan makan banyak terlalu banyak"kata Yuan Zi melihat Ming Yue.


"Hmm"dehem Ming Yue mengunyah kue di mulut nya.


"Besok pagi lebih cepat bangun kita akan memulai latihan nya"kata Ming Yue menatap mereka berempat.


"Baik kakak/kakak ipar"ujar mereka kompak.


"Kami tadi bertemu dengan preman di jalan saat akan kembali entah mereka mau melakukan apa,mereka suruhan dari keluarga Xu Damo entah hanya mereka atau para warga juga ikut terlibat"jelas Ming Yue menatap Yuan Zi.


"Kita di sini saja bu,masalah mereka bisa di tangani"jawab Ming Yue.


"Istri ku benar bu".Yuan Zi setuju dengan perkataan istri nya karna di desa lain pun mungkin akan seperti ini jadi sama saja.


Nyonya Wei mengangguk segera ke dapur begitu juga dengan Ming Yue membantu ibu mertua nya di sana,mereka memasak bihun kecap dengan irisan daging,sup daging dengan jagung manis,tumis sayuran liar di beri jamur,ayam goreng madu pedas dan kuotie goreng.


"Hanya tinggal menunggu nasi sedikit lagi"kata Nyonya Wei membawa makan malam mereka ke meja di ikuti Ming Yue dan Mei Nuan.


"Ibu musim hujan dan dingin sebentar lagi bagaimana kalau kita membangun rumah baru, rumah ini tidak akan tahan melewati musim dingin,belum lagi jika badai salju datang"ujar Ming Yue.


"Tapi kita tidak memiliki banyak uang untuk membangun rumah".


"Masalah uang ibu tidak perlu memikirkan nya".


"Aku setuju bu". Yuan Zi juga menyadari rumah mereka tidak akan tahan musim dingin yang akan tiba.


"Terserah kalian saja bagaimana baik nya"kata Nyonya Wei,ia percaya pada putra dan menantu nya.


"Kakak ipar kalau kita membangun rumah baru kita akan tinggal di mana"tanya Mo Tian.


"Aiyaa,,kamu pintar"puji Ming Yue pada adik ipar.

__ADS_1


"Kita akan membeli tanah yang di sekitar rumah untuk rumah baru"sambung Ming Yue.


"Apa mereka akan memberikan nya,melihat mereka yang tidak menyukai kita"tanya Nyonya Wei.


"Aku rasa mereka akan memberi nya bu tapi mungkin akan lebih mahal"jawab Yuan Zi.


"Suami ku benar bu dan jika pun mereka tidak memberikan nya kita bisa membangun halaman belakang lebih dulu baru di sambung yang lain"kata Ming Yue di angguki Yuan Zi.


"Aiyaa,,nasi di dapur"teriak Nyonya berlari ke arah dapur mengangkat nasi putih yang ada di kompor.


"Untung belum gosong"gumam nya membawa ke meja dengan nampan.


Ming Yue dan Nyonya Wei membagikan nasi putih yang masih panas ke mangkuk mereka,baru lah Nyonya Wei mengambil sumpitnya"Ayo mari makan".kata Nyonya Wei.


"Mari makan!."Mereka semua berkata serempak.


Mereka semua makan dengan gembira menikmati makanan yang ada di atas meja. Setelah selesai makan mereka membereskan peralatan makan mereka dan mencuci nya, setelah selesai mereka duduk menikmati teh dan kue juga buah yang di bawa Nyonya Wei dan Mei Nuan.


"Shu Fan antarkan dulu sebentar makan siang untuk nenek mu"kata Nyonya Wei memberikan keranjang cukup besar pada Shu Fan.


Shu Fan menerima nya dan berucap"Terimakasih bibi".


"Sama-sama"jawab Nyonya Wei tersenyum tipis.


"Ayo kami temani"kata Mo Tian di angguki Mu Zian.


"Kalian hati-hati"


"Baik bu/bibi"


"Terimakasih ibu"kata Ming Yue.


"Sama-sama"


"Aku ke halaman samping dulu bu mau membuat rumah untuk Lui"kata Ming Yue menghabiskan teh nya.


"Kakak ipar aku ikut".Mei Nuan tidak mau ketinggalan.


"Ayo".


Ming Yue ke dapur lebih dulu mengambil irisan daging babi yang tadi di masak membawa nya keluar.


"Lui"panggil Ming Yue.


Burung elang itu membuka mata nya segera terbang ke bahu Ming Yue.


"Nah makan dulu aku akan membuat rumah untuk mu"kata Ming Yue menaruh mangkuk kayu itu di atas batu.

__ADS_1


"Terimakasih"ucap Lui mulai makan dengan lahap karna baru pertama kali ia memakan daging yang di masak.


__ADS_2