
Mereka kini berada di dalam kamar karna hanya ada tiga jadi mereka berbagi tempat tidur,Yuan Zi dan Ming Yue,Nyonya Wei dan Mei Nuan dan Mo Tian dan Mu Zian.
"Apa"tanya Yuan Zi melirik Ming Yue yang sedari tadi menatap nya seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Tidak jadi"jawab Ming Yue
"Tidur lah"
"Okay,,aku juga cukup lelah"kata Ming Yue memejamkan mata nya untuk tidur lebih dulu.
Yuan Zi memilih tidur di samping Ming Yuan yang lebih dulu tidur.
Pagi hari satu persatu mereka mulai bangun dan membersihkan tubuh mereka begitu juga Ming Yue yang telah selesai mandi dan berganti baju. Kini ia membantu Yuan Zi mandi di sumur gang telah ia letak kan kursi, setelah selesai ia kemudian membawa Yuan Zi kembali ke kamar mereka.
"Maafkan aku merepotkan mu"kata Yuan Zi.
"Tidak masalah kamu kan suami ku"jawab Ming Yue dengan santai.
"Aiss aku baru ingat"gumam nya pelan mengingat tadi ia membantu Yuan Zi mandi di sumur.
"Apa"tanya Yuan Zi.
"Aku akan membuat kan mu kursi roda agar kau bisa bergerak bebas"kata Ming Yue.
"Kursi roda?"tanya Yuan Zi di angguki Ming Yue.
"Itu kursi yang bisa bergerak kemana pun kamu mau asalkan jalan nya rata,kamu hanya tinggal duduk saja dan mengendalikan kursi itu kemana yang kamu mau"
"Sementara aku belum menemukan obat untuk menyembuhkan mu aku akan membuat kan kursi roda dulu untuk mu"sambung Ming Yue.
"Terimakasih"kata Yuan Zi dengan senyum tipis juga mata nya berbinar senang mendengar perkataan istri nya.
Ming Yue terdiam melihat suami nya tersenyum untuk pertama kali setelah mereka menikah.
"Suami ku sangat tampan jika tersenyum begini,aihh kebaikan apa yang aku lakukan mempunyai suami tampan"jerit nya dalam hati.
"Kenapa"tanya Yuan Zi.
"Kamu sangat tampan jika tersenyum"jawab Ming Yue tanpa malu.
Yuan Zi berdehem pelan sedikit salah tingkah mendengar perkataan istri mungil nya.
"Kakak,kakak ipar sarapan sudah siap"kata Mo Tian.
"Ya,kami akan ke sana"jawab Ming Yue.
__ADS_1
"Ayo kita sarapan dulu"ajak Ming Yue segera menggendong Yuan Zi tanpa mendengar jawaban nya menuju meja makan dan menduduk kan nya di kursi.
"Masakan ibu wangi sekali"ujar Ming Yue menatap sarapan di depan nya.
"Masakan ibu paling enak kakak ipar coba saja"kata Mei Nuan di angguki kedua saudara nya yang membenarkan.
"Mari makan"kata Nyonya Wei mengambil sumpit nya dan makan begitu juga yang lain.
"Mmm masakan ibu memang sangat lezat"Kata Ming Yue.
"Syukurlah jika kamu suka,kalian makan yang banyak ibu memasak banyak untuk kita"
"Baik bu"jawab mereka serentak kecuali Yuan Zi yang makan dengan tenang.
"Musim dingin sebentar lagi akan datang untuk menghemat pengeluaran kita bagaimana kalau kita tanami sayuran di halaman belakang"kata Nyonya Wei.
"Boleh bu,setelah sarapan aku akan membersihkan nya dan mencangkul tanah itu"kata Ming Yue.
"Kami ikut membantu kakak ipar"si kembar berseru serentak.
"Okey"
Selesai sarapan mereka memberekan meja dan membawa peralatan makan ke sumur untuk di cuci,selesai Ming Yue mengambil cangkul dan berjalan ke halaman belakang bersama si kembar mulai mencangkul tanah agar gembur dan subur jika di tanami sayuran.
"Ibu mencuci baju dulu Ming Yue setelah selesai baru ibu bantu"kata Nyonya Wei pada menantu nya.
"Kakak ipar di belakang ada sungai bagaimana kalau kita memancing ikan"kata Mo Tian.
"Kalian bisa memancing"tanya Ming Yue.
"Bisa kakak ipar dulu kami sering memancing di sungai bersama pengawal"jawab Mu Zian.
"Baik,setelah ini selesai kita ke sana"
"Horee"teriak mereka kegirangan,Ming Yue hanya tertawa melihat mereka bertiga.
Tidak lama Ming Yue selesai mencangkul tanah belakang di bantu si kembar yang membersihkan rumput jadi pekerjaan mereka cepat selesai.
"Bu kami ke sungai belakang menangkap ikan dulu"kata Ming Yue.
"Aduh kalian ini apa tidak lelah setelah mencangkul di belakang"tanya Nyonya Wei.
"Tidak bu"jawab mereka kompak.
"Baiklah tapi kalian cepat kembali sebelum makan siang sudah di rumah"
__ADS_1
"Baik Bu"
Mereka pun segera berjalan menuju ke sungai belakang yang tidak jauh dari rumah mereka,Si kambar segera memancing di atas kecuali Mei Nuan yang duduk menemani.
"Kakak ipar tidak memancing"tanya Mo Tian.
"Itu akan lama lihat akan aku tunjuk kan mendapatkan ikan yang cepat"kata Ming Yue segera mengambil batang kayu kecil dan meruncing nya setelah itu ia berjalan ke dalam sungai yang ada batu cukup besar-besar jadi tidak akan membuat nya basah.
Ming Yue mengangkat batang kayuitu tinggi-tinggi setelah melihat ikan-ikan yang memang ada di sungai,ia menatap tajam ikan-ikan tersebut dan..
Syutt
Satu ikan menancap di kayu tersebut membuat Ming Yue tersenyum ia mengangkat nya dan menanunjuk kan nya pada si kembar yang melongo.
"Kakak ipar hebat"teriak Mei Nuan bertepuk tangan melihat kakak ipar nya.
"Tentu saja"kata Ming Yue menepuk dada nya dengan bangga.
Dengan semangat Ming Yue kembali melakukan hal yang sama menangkap ikan dengan batang katu di tangan nya hingga ada lebih dari sepuluh ekor yang ia dapat. Mereka pulang dengan membawa ekor ikan di tangan mereka masing-masing.
"Kakak ipar ajari kami menangkap ikan dengan batang kayu itu juga"kata Mu Zian.
Ming Yue mengangguk dan berkata"Nanti kalau kita ke sungai lagi aku akan mengajari kalian".
Tiba di rumah mereka melihat ada beberapa orang yang datang ke rumah mereka seperti sedang berdebat.
"Ibu ada apa"tanya Ming Yue.
"Mereka datang meminta uang untuk membayar biaya sewa pendatang"jawab Nyonya Wei yang menurut nya tidak masuk akal dengan apa yang di katakan oleh warga yang datang ke rumah nya.
"Biaya sewa apa yang kalian maksud haa,ini rumah kami dan tanah kami jadi kenapa harus membayar sewa pada kalian"kata Ming Yue menatap beberapa ibu-ibu di depannya.
"Setiap pendatang di desa ini harus membayar biaya sewa pada kami"kata ibu yang satu.
"Enak saja kalian meminta biaya sewa,walaupun kami pendatang rumah dan tanah ini milik kami jadi tidak ada bayar sewa di sini"kata Ming Yue.
"Hey gadis muda kamu masih baru di desa ini sudah berani menantang kami yang warga asli dan lama di sini"kata nya.
Ming Yue menatap mereka dengan malas"Aku tidak peduli keluar kalian dari rumah ku jangan pernah kembali". Ming Yue menarik baju mereka dan melemparkan nya ke luar pagar dan menutup nya kembali.
"Cih mengganggu saja"dengus Ming Yue mengajak Ibu dan adik kembar nya masuk ke dalam rumah tanpa peduli mereka yang tertegun di sana.
"Ming Yue apa tidak apa-apa mereka..."
Belum selesai Nyonya Wei bicara sudah di potong oleh Ming Yue."Biarkan saja bu,lagi pula mana mungkin ada biaya sewa seperti itu tanah dan rumah ini milik kita"
__ADS_1
"Kakak ipar benar bu dari mana asal biaya sewa rumah sendiri orang lain meminta"kata Mu Zian di angguki Nyonya Wei