Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 37


__ADS_3

Di kekaisaran Pangeran kedua dan pangeran ketiga mencari keberadaan pengeran pertama yang tak lain pengeran Yuan Zi,menurut orang yang di sana mereka tidak ada di desa tersebut.


"Ibu bagaimana sekarang"tanya pangeran ke pada Ratu Jiang.


"Mereka pasti masih ada di kekaisaran ini kumpulkan setiap orang yang datang dari desa-desa untuk kembali ke sana mencari tahu"jawab Ratu Jiang.


"Tetapi kita akan memerlukan uang untuk itu bu,,ibu tahu sendiri bagaimana perlu nya uang itu untuk kesembuhan kita"jelas pangeran kedua.


"Ck jadi mau bagaimana lagi tidak mungkin membiarkan mereka lolos begitu saja tanpa pantauan dari kita,,pangeran pertama pintar dan kuat jadi dia orang yang pertama yang harus kita singkirkan"kesal Ratu Jiang karna memang mereka membutuhkan banyak uang untuk memanggil tabib terbaik di kekaisaran maupun di kekaisaran lain untuk menyembuhkan penyakit yang setiap hari nya malah semakin parah.


"Penyakit sialan ini juga tidak sembuh-sembuh,,ibu sudah mencari banyak tabib namun tidak ada hasil nya malah uang yang semakin menipis".


"Lalu sekarang bagaimana bu"tanya pangeran kedua.


"Tenang saja ibu sudah menyuruh kakek mu mengatasi nya,kita tunggu saja kabar dari kakek mu".


"Bagaimana dengan pangeran ketiga dan Selir Agung ibu,,Aku mendengar jika mereka juga mulai bergerak mengumpulkan orang-orang di pihak mereka".


"Dukungan mereka hanya panglima Agung, Selain itu semua sudah ada di pihak kita tidak perlu mengkhawatirkan nya".Sudut bibir Ratu Jiang menyeringai licik.


"Lagi pula ibu juga sudah meminta bantuan pada seseorang"sambung Ratu Jiang dengan senyum puas.


Seakan tahu apa yang akan di katakan oleh putra nya Ratu Jiang segera mengatakan"Kamu tidak perlu tahu siapa tugas mu sekarang awasi pergerakan pangeran ketiga".


"Baik ibu".


"Tapi apakah dalam waktu dekat ini kita akan melancarkan rencana kita bu"tanya Pangeran kedua.


"Tidak,,Kaisar masih di sini juga kekuatan kita belum cukup untuk melawan pasukan rahasia milik Kaisar,,Kita tunggu saja bagaimana pergerakan Pangeran Ketiga lebih dulu".


"Yang terpenting sekarang kita dapat menemukan di mana Pangeran pertama".


"Baik bu". Pangeran kedua segera undur diri dari kediaman Ratu Jiang yang mewah.


"Cih penyakit sialan ini sangat mengganggu sekarang bukan nya sembuh malah bertambah parah"maki Ratu Jiang.


.....


Sama hal nya di kediaman Selir Agung mereka juga telah merencakan untuk mendapatkan tahta beruntung ia putri dari kediaman panglima yang agung jadi ia cukup memiliki kekuatan berebut tahta dengan Ratu Jiang untuk putra nya untuk menjadi kaisar.


"Ayah sudah mengerahkan pasukan untuk menemukan mereka"kata Panglima Agung.


"Terimakasih ayah". Selir Agung tersenyum puas mendengar nya.


"Hati-hati lah dengan Ratu Jiang"ujar Panglima Agung.

__ADS_1


"Aku tahu ayah".


"Kalau begitu ayah pergi dulu akan sangat mencurigakan jika ayah terlalu sering ke mari dan untuk penyakit itu ayah sudah menemukan tabib dari kekaisaran seberang yang akan menuju ke sini mengobati mu"sambung Panglima Agung


"Baik ayah".


"Usahakan selir-selir yang memiliki dukungan kuat ada di pihak kita itu akan membantu nanti karna Ratu Jiang telah bergerak cepat mencari dukungan,hampir semua pejabat dan menteri sudah berada di pihak nya mendukung hanya beberapa yang tidak mau terlibat kita pun tidak akan bisa membuat mereka di pihak kita"sahut Panglima Agung.


"Aku tahu ayah,,jalan satu-satu nya agar mereka ada di pihak kita ayah harus menemukan tabib untuk mengobati penyakit ini dengan itu jalan kita akan mulus karna mereka pasti membutuhkan tabib itu juga untuk mereka dan putri mereka juga".


"Ya,,tunggu saja mungkin tidak akan lama lagi tabib itu akan tiba di sini,,ayah pulang dulu"sahut panglima Perang bergegas untuk pulang ke kediaman nya juga.


Sebenarnya ia pun tidak ingin terlibat dengan apa yang di rencakan oleh putri nya sebagai panglima Perang, Namun karna hanya Selir Agung anak semata wayang nya ia mau menuruti keinginan anak nya itu apalagi untuk masa depan cucu yang ia sayangi.


Sepeninggalan Panglima Agung dari kediaman nya Selir Agung menatap pelayan setia nya yang ada di ruangan itu.


"Cari tahu apa yang di rencanakan oleh Ratu Jiang"perintah Selir Agung.


"Baik Yang Mulia". Pelayan itu bergegas pergi.


Selir Agung dan Ratu Jiang,hanya mereka yang siap memperebutkan tahta untuk putra mereka ada pun selir lain nya tidak akan ada yang bisa mengalahkan kedua nya jadi mereka hanya diam menunggu bagaimana nasib mereka ke depan nya.


****************


Di Desa Xu pagi-pagi semua orang kembali heboh dengan wajah dan tubuh membengkak juga gatal akibat ulat bulu yang ada di tubuh mereka.


Teriakan saling bersahutan dari rumah ke rumah yang menjadi korban Ming Yue,mereka terkejut juga geli karna ada banyak ulat bulu di tubuh dan tempat mereka tidur.


"Bagaimana bisa banyak ulat di rumah ini"tanya Nyonya Wu terkejut ia menatap tangan nya yang gatal dan memerah.


"Ihh menggelikan"putri nya menggaruk tangan dan tubuh nya.


"Jangan banyak bertanya cepat bantu singkir kan ulat-ulat ini"kata Xu Damo mengambil kayu membuang ulat-ulat itu.


"Aku tidak mau itu menjijik kan"sahut putri nya bernama Xu Dami segera pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya.


"Cih anak tidak berguna bukan nya membantu malah pergi"dengus Nyonya Wu juga mengambil kayu membuang ulat-ulat yang sudah kemana-mana.


"Dari mana asal ulat yang banyak ini"tanya Xu Damo.


"Mana aku tahu"ketus Nyonya Wu.


****************


"Selamat pagi semua"teriak Du Xiang datang bersama seorang wanita juga pria paruh baya.

__ADS_1


"Pagi kakak Du Xiang".Mo Tian membuka pintu pagar menyuruh mereka masuk.


"Nah bibi,kakak dan kakak ipar ini ibu ku dan ini paman Qing yang aku jelaskan kemaren"kata Du Xiang.


"Halo paman dan bibi"sapa mereka semua.


"Halo juga tuan dan nona muda"sapa balik kedua nya.


"Panggil nama saja bibi,paman"kata Ming Yue santai.


Kedua nya hanya tersenyum tipis menjawab tidak berani.


"Mari paman kita bicara di dalam saja"ajak Yuan Zi.


"Baik tuan muda"paman Qing segera masuk ke dalam mengikiti Yuan Zi yang duluan masuk dengan kursi rodanya.


"Duduk lah bibi,,sebentar lagi ibu akan datang"kata Ming Yue karna memang ibu mertua nya ke rumah ibu Yin ingin memesan benang pada mereka,,sementara waktu mereka tidak boleh ke kota sebelum semua nya terjawab.


"Terimakasih nona muda".Ibu Du segera duduk di samping Du Xiang.


"Kakak apa kakak sudah tahu kabar di desa"tanya Du Xiang.


"Belum,,memang nya ada apa"tanya Ming Yue balik.


"Haha,,,mereka bangun dengan tubuh memerah dan gatal kakak ipar"tawa Du Xiang.


"Hahaha biarkan saja agar mereka tahu rasa"kata Ming Yue ikut tertawa begitu juga yang lain.


"Aiya,,kalian sedang menertawakan apa"tanya Nyonya Wei baru datang.


"Warga desa bu yang semalam aku taruh ulat bulu itu mereka bangun dengan tubuh memerah dan gatal"jawab Ming Yue terkekeh.


"Ah,,iya ibu ini bibi Du ibu nya Du Xiang"kata Ming Yue.


Nyonya menatap ramah ibu Du sambil berkata"Oh sudah datang ternyata".


"Benar nyonya".


"Jangan panggil Nyonya panggil ibu Wei saja".


"Baik Ibu Wei".


"Du Xiang sudah mengatakan nya pada ibu Du bukan?".


"Sudah,,Dia sudah menjelaskan nya pada saya".

__ADS_1


"Semoga betah bekerja dengan kami ibu Du".


"Tentu saja Nyonya".


__ADS_2