
Pagi hari saat masih gelap Ming Yue sudah bangun dari tidur nya menatap suami nya yang masih tidur pulas di samping nya.
"Sungguh sangat tampan"gumam nya pelan.
Setalah beberapa menit ia pun beranjak dengan pelan menuju dapur melihat bahan masakan yang akan ia buat"aku masak apa pagi ini"gumam nya menatap bahan makanan yang memang masih lengkap dan lumayan banyak.
"Ming Yue"panggil Nyonya Wei juga sudah bangun.
"Pagi bu"sapa Ming Yue.
Nyonya Wei mengangguk."Mau memasak untuk sarapan"tanya Nyonya Wei.
"Iya bu tapi bingung mau memasak apa"
"Buat saja roti kukus,ibu akan memasak tumis sayuran liar dengan jamur"
"Okay"
Ming Yue dan Nyonya Wei berkutat di dapur membuat sarapan untuk mereka di bantu Mei Nuan juga walaupun bertanya bagaimana membuat dan bahan nya dan di jelas kan oleh Ming Yue juga nyonya Wei.
"Nah sudah selesai"kata Nyonya Wei.
"Sebaik nya kamu ke kamar mana tahu Yuan Zi ingin mandi dulu"sambung Nyonya Wei.
"Baik bu". Ming Yue melesat ke kamar melihat suami nya memang sudah bangun dan bersandar.
"Kamu memasak lagi"tanya Yuan Zi.
"Ya walaupun aku tidak tahu rasa nya bagaimana sih"jawab Ming Yue menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Pasti enak semalam juga masakan mu enak".
"Benarkah"
"Hmm"
"Aku tidak bisa memasak banyak nanti kalau ada waktu luang aku akan belajar memasak banyak dari ibu"
"Jangan terlalu lelah,kamu sudah pergi ke gunung juga"
"Suami ku khawatir pada ku". Goda Ming Yue dengan senyum usil nya.
"Tidak"
"Oh benarkah"
"Ck bantu aku ke kamar mandi"ujar Yuan Zi menghindari godaan istri nya itu padahal dalam hati ia gerogi dan salah tingkah.
__ADS_1
"Oh".
Ming Yue menggendong Yuan Zi ke kamar mandi dan menduduk kan nya di kursi.
"Suami ku mau sekalian mandi biar aku ambil pakaian ganti nya"tanya Ming Yue.
"Ya"
"Okey". Ia berlari kembali ke kamar mengambil pakaian ganti untuk Yuan Zi setelah itu kembali ke kamar mandi menaruh pakaian itu di atas batu tak jauh dari tempat duduk Yuan Zi.
"Tidak ingin aku bantu"tanya Ming Yue.
"Tidak"jawab Yuan Zi.
Ming Yue mengangguk segera keluar dari kamar mandi ikut duduk bersama si kembar.
"Kakak ipar apa kita akan mencari buah yang lain lagi"tanya Mo Tian.
"Untuk sementara jangan dulu,aku harus membuat kursi roda untuk suami ku agar ia bisa bergerak bebas saat aku tidak di rumah"
"Apa kakak akan sembuh kakak ipar"tanya Mei Nuan.
"Pasti akan sembuh jika kita sudah mendapatkan obat nya"
"Ibu dengar ada obat penyembuh nama nya Pil Dewa bisa menyembuhkan segala penyakit, tapi itu sudah lama menghilang bahkan mungkin tidak ada lagi yang bisa membuat nya"jelas Nyonya Wei menghela nafas dalam.
Ming Yue terdiam mendengar perkataan ibu mertua nya,ia pun heran air suci penyembuh milik nya tidak bisa menyembuhkan suami nya.
"Ibu juga berharap seperti itu".
"Kami juga akan ikut membantu kakak ipar"kata si kembar di angguki Ming Yue.
"Ming Yue"
Ming Yue yang nama nya di panggil bangkit dari duduk nya berjalan ke arah kamar mandi.
"Sudah selesai"tanya Ming Yue.
"Hmm"
"Ini kenapa"tanya Ming Yue melihat kedua telapak tangan suami nya yang memar.
"Hanya terjatuh"
"Kenapa bisa"
"Tangan ku susah memakai celana saat membungkuk menarik nya tak sengaja jatuh"jelas Yuan Zi.
__ADS_1
Wajah nya muram menatap kaki nya yang mati rasa tidak bisa di gerak kan,hanya memakai celana saja ia kesusahan menarik nya dan harus di bantu istri nya.
"Aku sudah mengatakan panggil aku saja"kata Ming Yue melihat pakaian suami nya kini sedikit basah.
"Ayo ke kamar ganti baju, pakian mu sudah basah sedikit nanti masuk angin". Ia menggendong Yuan Zi ke kamar mereka dan menduduk kan nya di atas tempat tidur.
Ming Yue mengambil pakain ganti dan langsung mengganti pakaian Yuan Zi dengan yang baru tanpa peduli dengan wajah suami nya yang memerah.
"Nah ayo sarapan"kata Ming Yue kembali menggendong Yuan Zi menduduk kan nya di kursi.
"Shu Fan baru datang"tanya Ming Yue menatap Shu Fan.
"Iya kakak"jawab Shu Fan.
"Mari makan"ajak Nyonya Wei di angguki mereka semua.
"Mari makan"kata mereka dengan gembira mulai makan.
"Bagaimana rasa nya"tanya Ming Yue menatap mereka satu persatu.
"Enak kakak ipar/kakak"jawab si kembar dan Shu Fan.
"Aiyaa kalian manis sekali"ujar Ming Yue senang semakin meningkat kan semangat nya belajar memasak lagi bersama ibu mertua nya.
Setelah makan Ming Yue mengajak mereka untuk pergi ke gunung kembali memanen buah-buahan, sedangkan ia berencana berburu di sekitar mereka.
Sepanjang jalan banyak yang menatap mereka tidak suka yang tentu saja tidak di pedulikan oleh mereka hingga akhir nya mereka tiba di gunung.
"Nah kalian panen lah dulu aku akan berburu sebentar jika terjadi sesuatu teriak saja aku tidak akan jauh"kata Ming Yue pada mereka.
"Baik kakak ipar/kakak".
"Okay kalian berhati-hati di sini".
Ming Yue berjalan santai masuk lebih ke dalam sedikit.
"Aiya,,ini yang di namakan jodoh tidak di cari datang sendiri"ujar nya Terkekeh segera melempar gagang golong di tangan nya pada rusa dewasa tak jauh dari nya.
Tuk
Rusa itu pingsan akibat lemparan golok Ming Yue,ia sengaja tidak membunuh rusa itu karna ingat pengurus restoran mengatakan akan lebih mahal jika hewan buruan nya hidup.
Ming Yue mengambil rambai pohon mengikat kaki rusa dewasa tersebut,baru saja selesai ia mendengar suara seperti langkah kaki tak jauh dari nya.
"Seperti nya itu babi hutan"gumam nya mengangkat rusa itu dan berjalan cepat ke arah suara yang ia dengar.
"Haha,,lumayan untuk menambah uang"ujar nya tertawa senang melihat 3 babi hutan gemuk itu.
__ADS_1
Dengan cepat ia mengambil batu melempar kan ke arah kepala ketiga babi tersebut.Jika setiap hari buruan nya begini aku akan bertambah kaya,pikir nya tersenyum lebar mengikat kaki babi itu juga.
"Hari ini cukup besok kembali lagi".Kata nya segera membuat papan dari kayu dan meletak kan buruan nya setelah itu ia menyeret papan tersebut ke tempat di mana adik-adik nya mengambil buah-buahan.