Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 36


__ADS_3

"Oh iya ada yang ingin aku katakan" Ming Yue menatap mereka dengan wajah serius.


"Ada apa"tanya Yuan Zi.


"Paman Chu tadi mengatakan jika akan ada perayaan di kediaman bangsawan Wang dua hari lagi mereka menyambut keluarga dari ibu kota"jawab Ming Yue.


"Untuk saat ini sebaik nya jangan ada yang keluar dari desa dulu aku akan mencari tahu nya ke sana entah mereka memiliki tujuan atau tidak"sambung Ming Yue.


"Ibu setuju lebih baik kita hati-hati".Nyonya Wei sependapat dengan istri nya apalagi wajah mereka di ibukota orang mengetahui nya kecuali Ming Yue.


"Aku rasa pangeran kedua dan ketiga mulai bergerak mencari kita atau orang yang ingin menggulingkan kaisar"kata Yuan Zi.


"Seperti nya begitu apa suami ku mengenal bangawan Wang itu"tanya Ming Yue.


"Aku tidak tahu tapi seperti nya mereka tidak masuk jajaran di bangsawan maupun pejabat"jawab Yuan Zi.


"Kakak kita harus menjadi kuat untuk menghadapi mereka"kata Mo Tian.


"Benar musuh akan berdatangan satu persatu,besok pagi kalian kembali latihan seperti yang aku ajarkan tadi pagi setelah kalian terbiasa aku akan menamkan latihan kalian".


"Baik kakak ipar"ketiga nya menjawab kompak.


"Sebaik nya kalian segera tidur besok pagi-pagi bangun dan latihan".


"Ya kakak". Mereka bertiga segera kamar begitu juga Nyonya Wei.


Tinggal Ming Yue dan Yuan Zi di ruang tengah.


"Besok kita akan tanya bagaimana di kota pada Du Xiang dia mengatakan sudah tau seluk beluk kota jadi kita bisa mengambil orang-orang kuat menjadi pasukan kita"kata Yuan Zi.


"Baiklah,,tapi dimana mereka akan di latih"tanya Ming Yue.


"Siapkan saja dulu orang-orang nya nanti akan aku pikirkan tempat yang pas dan tersembunyi".


"Apa suami ku bisa meminta sekitar lima orang pasukan yang ada di sana untuk melatih mereka di sini karna aku tidak bisa melatih mereka setiap waktu namun aku akan sesekali memantau latihan mereka".


"Nanti aku akan mengirimkan surat pada paman juga menjelaskan semua yang terjadi tapi aku yakin tanpa di jelaskan paman sudah mengetahui bagaimana sekarang di kekaisaran".


"Baiklah untuk masalah surat aku akan menyuruh Lui mengantar nya sekalian mencari tahu apa yang mereka lakukan di sana agar kita bisa waspada".

__ADS_1


Yuan Zi mengangguk setuju akan lebih aman jika surat rahasia di antarkan oleh Lui.


"Aku akan ke desa sudah saat nya memberi mereka pelajaran"kata Ming Yue dengan senyum licik di bibir nya.


"Hati-hati,,aku akan menunggu mu pulang".


"Ya". Ming Yue segera ke kamar mengganti pakaian dengan pakaian suami nya kembali setelah itu keluar rumah dengan pelan mengambil bambu-bambu yang berisi ulat bulu tersebut.


"Sebenarnya jika ada racun itu lebih bagus tapi akan berbahaya jika mengeluarkan racun ganas di ruang dimensi ku,,lagi pula hanya warga desa seperti mereka akan sangat di sayangkan racun itu diberikan pada mereka"gumam nya berjalan santai menuju desa.


Ia juga tidak ingin jika menggunakan racun itu akan memicu keberadaan mereka karna pasti pihak kehakiman akan melapor ke ibu kota jika masalah nya serius,sudah di pastikan mereka akan datang ke sini juga nanti nya.


Ming Yue masuk ke dalam rumah-rumah warga menaburkan ulat bulu di tubuh mereka satu persatu beruntung mereka menemukan banyak di hutan,setelah selesai ia segera kembali ke rumah dengan senyum puas di bibir nya.


"Rasakan memang enak gatal-gatal lah tu badan"ujar nya tertawa pelan.


Ia segera menaruh bambu itu ke bawah pohon dan masuk ke dalam rumah,tak lupa mengunci pintu.


"Kita juga sebaik nya tidur sudah malam"kata Ming Yue pada Yuan Zi yang membaca buku.


"Baiklah"Ming Yue mendorong kursi roda Yuan Zi ke kamar mereka. Ia mengganti baju lalu naik ke atas tempat tidur di mana Yuan Zi sudah berbaring.


"Tidur lah"kata Yuan Zi menarik Ming Yue ke pelukan nya.


"Selamat malam istri ku".


Kedua nya pun memejamkan mata mereka untuk tidur karna mungkin besok hingga ke depan nya mereka akan sibuk.


Pagi hari pun tiba matahari sudah mulai bersinar Ming Yue membuka mata menatap suami nya sudah bangun bersender dengan buku di tangan nya.


"Sudah bangun". Yuan Zi menutup buku nya menatap Ming Yue.


"Hmm,,kenapa tidak membangun kan ku".


"Tidak masalah bangun lebih lama".


"Si kembar sudah ada di halaman belakang latihan"sambung Yuan Zi.


"Aiyaa aku lupa".Ming Yue segera turun dari ranjang mengambil mantel dan keluar menuju halaman belakang.

__ADS_1


"Sudah bangun Ming Yue"kata Nyonya Wei.


"Hehe iya bu maaf aku bangun terlambat"sahut Ming Yue.


"Tidak masalah"Nyonya Wei tersenyum tipis pada menantu nya.


"Aku melihat sikembar dulu bu".


"Pergilah mereka sedari tadi sudah mulai latihan".


"Ya bu". Ia segera melanjutkan langkah nya berhenti melihat si kembar yang memang sudah latihan sendiri.


Ming Yue menatap puas saat adik-adik ipar nya menyelesaikan latihan mereka yang kini mulai terlihat biasa mengatur nafas mereka mungkin karna sudah sering ke gunung juga.


"Kalian langsung mandi agar tubuh kalian lebih segar"kata Ming Yue.


"Baik kakak ipar". Ketiga nya menjawab dengan kompak.


"Bagaimana apa mereka ada peningkatan"tanya Yuan Zi.


"Tentu sekarang mereka sudah terlihat biasa mungkin karna sering ke gunung juga tunggu tanah ini di ratakan aku baru akan mulai melatih mereka dengan latihan yang sebenar nya"jawab Ming Yue.


"Baik".


Ming Yue mendorong kursi roda suami nya ke meja makan,ia pun membantu membawakan peralatan mereka menata nya di atas meja sembari menunggu daging babi empuk di kompor.


"Kakak ipar"panggil Mei Nuan yang kini duduk di sebelah nya.


"Kenapa"tanya Ming Yue.


"Kapan kami akan belajar memanah"tanya Mei Nuan dengan mata berbinar.


"Aku akan mengajarkan bela diri dulu baru memanah dan pedang karna jika bisa bela diri maka akan mudan kedua nya"jawab Ming Yue di angguki Mei Nuan.


"Kakak ipar belajar bela diri di mana".


"Di tempat yang jauh ada guru khusus yang mengajari nya".Ming Yue meringis mendengar apa yang ia katakan.


"Begitu kakak ipar"kata Mei Nuan mengangguk.

__ADS_1


"Nah ayo sarapan".Nyonya membawa nasi putih yang mengepul karna baru di angkat dari kompor di ikuti Mo Tian dan Mu Zian yang membawa daging babi bakar dengan penenuk bawang juga cap cay sayur.


Selesai sarapan mereka duduk di bawah pohon sambil memperhatikan Lui yang makan dengan lahap.


__ADS_2