Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 6


__ADS_3

Hampir dua bulan mereka melakukan perjalanan akhir nya setelah melewati satu kota kecil mereka akan tiba di desa Xu, Perjalanan mereka mulus tanpa hambatan apapun sedikit membuat Yuan Zi heran namun ia lega mereka semua selamat hingga tujuan mereka.


"Ini masih pagi kita sebaik nya membeli bahan makanan untuk kita bawa ke desa agar lebih menghemat uang"kata Nyonya Wei.


"Ibu bisa memasak"tanya Ming Yue.


"Masakan ibu paling enak kakak ipar"jawab Mei Nuan di angguki saudara kembar nya Mu Zian dan Mo Tian.


Ming Yue mengangguk walaupun sebenar nya ia memiliki banyak harta di dalam ruang dimensi nya,Namun karna tidak ingin mereka semua curiga ia setuju saja.


"Biar ibu dan si kembar saja yang ke pasar kamu dan Yuan Zi di sini saja"kata Nyonya Wei pada Ming Yue yang akan turun.


Meng Yue mengangguk memberikan 30 tael perak pada ibu mertua nya.


"Ini terlalu banyak"


"Tidak masalah bu masih ada cukup banyak uang di tangan ku,ibu beli saja bahan makanan bagus untuk kita makan sehari-hari"


"Baiklah"kata Nyonya Wei membawa Si kembar ke pasar membeli bahan makanan untuk mereka.


Ming Yue menatap sekitar masih pagi jadi belum banyak yang ke pasar atau berlewatan. Kota Kabupaten di sini cukup bagus walaupun belum ada apa-apa nya dengan di ibu Kota.


"Apa ini pusat kota nya"tanya Ming Yue pada Yuan Zi yang ada di dalam kereta membaca buku.


"Ya"


"Kenapa kita tidak tinggal di sini saja"


"Lebih aman tinggal di desa karna jika di sini mungkin pihak dari Istana akan cepat menemukan kita bisa jadi menjadi masalah nanti nya"


"Baik"


Tak lama Nyonya Wei dan anak-anak datang membawa barang belanjaan mereka juga beberapa orang yang mengikuti dari belakang nya. Ming Yue segera turun dan mengambil barang-barang tersebut memasuk kan nya ke dalam kereta kuda.


"Terimakasih"kata Nyonya Wei pada mereka yang membantu.


"Sama-sama Nyonya"


"Kembali ke mari untuk belanja Nyonya"


Mereka berseru senang karna banyak yang di beli Nyonya Wei dari toko mereka. Di balas anggukan oleh Nyonya Wei.


"Ibu masuk saja ke dalam biar mereka bertiga duduk di depan"kata Yuan Zi pada ibu nya.


"Baik". Nyonya Wei masuk ke dalam kereta dan si kembar duduk di depan lagi bersama Ming Yue yang mulai menghentak kan tali kuda.


"Kakak Ipar kami membeli banyak kue-kue dan permen tadi" kata Mei Nuan.


"Benarkah"


Ketiga nya mengangguk bersamaan membuat Ming Yue tertawa melihat mereka bertiga yang kompak.

__ADS_1


Akhir nya mereka tiba di desa Xu yang hampir semua penduduk desa itu bermarga Xu ada juga beberapa penduduk lain yang datang namun tidak boleh tinggal di dalam desa melainkan di pinggiran.


"Permisi bibi rumah Kepala Desa di mana"tanya Ming Yue pada seorang ibu-ibu yang kebetulan lewat.


"Sebelah sana"jawab nya menunjuk kan rumah yang cukup bagus di antara yang lain walaupun ada yang beberapa yang lebih bagus karna sudah berdinding batu bata selebih nya kebanyakan berdinding bambu dan papan.


"Terimakasih"kata Ming Yue mengentak kan tali kuda nya ke arah rumah Kepala Desa.


Ming Yue dan Nyonya Wei turun segera menghampiri rumah Kepala Desa.


"Permisi"Kata Ming Yue dengan suara agak keras.


Tak lama pintu terbuka oleh wanita yang mungkin lebih tua beberapa tahun dari Ming Yue dengan anak kecil di gendongan nya.


"Maaf,,mencari siapa"tanya nya dengan sopan karna baru pertama kali melihat mereka.


"Kepala Desa ada di dalam"kata Ming Yue.


"Oh sebentar"


Dia masuk ke dalam rumah kembali dan tak lama pria paruh baya datang menghampiri mereka.


"Ada yang saya bantu"tanya Kepala Desa.


"Begini kami akan tinggal di desa ini jadi apakah ada rumah yang kosong yang dapat kami tinggali"tanya Nyonya Wei.


"Kalian warga pendatang yang ingin tinggal di sini"tanya Kepala Desa belum menjawab pertanyaan Nyonya Wei.


"Ya"jawab Ming Yue.


"Tidak masalah asal kami bisa tinggal di sini"jawab Nyonya Wei.


"Baik lah jika begitu saya akan mengurus nya"kata Kepala Desa.


"Rumah untuk kami beli apa ada yang bisa kami tinggali sekarang"tanya Ming Yue.


"Untuk rumah saya memiliki di dekat kaki gunung tidak terlalu besar jika kalian berminat"jawab Kepala Desa.


"Bagaimana bu"tanya Ming Yue menatap ibu mertua nya.


"Itu saja asal kan kita memiliki tempat tinggal"jawab Nyonya Wei.


Akhir nya mereka menuju rumah yang kosong bekas Kepala Desa di kaki gunung yang cukup jauh dari pemukiman warga.


"Rumah nya hanya seperti ini jika kalian mau cukup membeli 15 tael perak dengan tanah nya. Di dalam ada empat kamar tidur juga dapur dan ruang keluarga tapi rumah ini tidak ada prabot sama sekali di dalam nya"kata Kepala Desa membuka pintu pagar bambu juga pintu rumah.


Mereka masuk ke dalam melihat rumah itu memang benar kosong tidak ada apapun di dalam nya.


"Kami ambil rumah ini"kata Ming Yue mengeluarkan uang dari saku baju nya memberikan nya pada kepala desa.


"Kalau begitu saya akan mengurus surat-surat nya sekarang"

__ADS_1


"Baik"


Kepala Desa bergegas pergi untuk mengurus pemindahan akta surat tanah tersebut meninggalkan mereka.


"Ming Yue 15 tael perak terlalu mahal untuk harga tanah dan rumah seperti ini di desa"kata Nyonya Wei.


"Aku masih bisa membayar nya Bu,lagi pula jika mencari yang lain belum tentu ada, rumah ini juga masih aman untuk kita tempati sekarang"


"Baiklah"


"Aku akan ke kota membeli perabotan rumah ini dulu bu mumpung masih siang"


"Tunggu makan siang dulu ibu membeli peralatan dapur juga tadi walaupun sedikit tapi bisa kita gunakan". Nyonya Wei mengeluarkan pelalatan makan juga makanan yang ia beli di kota.


"Kalian cuci dulu peralatan ini kita akan bersama"kata Nyonya Wei pada si kembar.


"Baik bu"jawab mereka segera pergi ke samping rumah tidak jauh dari pintu dapur di mana kamar mandi berada.


Yuan Zi sendiri sudah duduk di lantai beralaskan kasur tipis yang Ming Yue ambil dari dalam kereta kuda.


Tak lama si kembar datang membawa peralatan makan yang sudah di cuci dan di lap meletak kan nya di lantai begitu Nyonya Wei yang duduk meletak kan nasi dan lauk di wadah.


"Mari makan"kata Nyonya Wei di angguki mereka segera melahap makan siang yang ada di depan mereka.


Selesai makan Nyonya Wei dan si kembar membawa peralatan mereka ke dapur kembali untuk di cuci.


"Suami ku"panggil Ming Yue menatap Yuan Zi yang kembali membaca buku.


"Hmm"dehem Yuan Zi menatap Ming Yue.


"Kamu mau pindah ke kamar atau di sini,aku akan ke kota"kata Ming Yue.


"Di sini saja"


"Okay"


Ming Yue segera ke dapur melihat ibu mertua nya menyusun barang belanjaan di lantai pojok dapur.


"Bu aku ke kota dulu ibu mau menitip sesuatu"kata Ming Yue.


"Seperti nya tidak ada lagi,bahan makanan dan bumbu sudah ibu belikan tadi"Nyonya Wei melihat ke arah Ming Yue yang berdiri di pintu dapur.


"Kalau begitu aku pergi dulu bu"


"Hati-hati"kata Nyonya Wei.


"Baik bu"


Ming Yue pun segera mengeluarkan kereta kuda dari samping yang di ikat di pohon,ia pun segera pergi menuju kota tidak peduli dengan penduduk deda yang menatap dan memperhatikan nya.


Penduduk desa Xu yang mengetahui ada pendatang baru di desa mereka mengendus tidak suka,apalagi saat melihat Ming Yue yang menggunakan kereta kuda yang membuat mereka jadi iri karna kereta kuda jarang ada di desa apalagi yang mengendarai kereta tersebut pendatang baru di desa mereka.

__ADS_1


Kedatangan keluarga Nyonya Wei yang di desa mereka menjadi bahan perbincangan heboh di desa.Ada yang iri,tidak suka dan lain nya.


Jika Ming Yue tahu mereka membicarakan keluarga nya mana mau dia peduli dan ambil pusing, bagi nya selagi mereka hidup nyaman tidak merepotkan orang lain dan meminta tidak akan masalah.


__ADS_2