Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat

Permaisuri Tangguh Pangeran Cacat
Bab 16


__ADS_3

Ming Yue,Shu Fan dan si kembar tiba di kota, mereka lebih dulu ke penjual buah-buahan terbesar di kota itu yang di tunjuk kan oleh Shu Fan.


"Kalian tunggu di sini sebentar biar aku dan Mei Nuan yang masuk"kata Ming Yue pada mereka bertiga.


"Baik kakak ipar/kakak"jawab mereka bertiga.


Ming Yue masuk ke dalam bersama Mei Nuan di sambut pelayan yang ada di sana dengan ramah.


"Silahkan di pilih nona muda"kata pelayan itu dengan ramah.


"Ehmm,,kami tidak ingin membeli buah tapi ingin bertemu dengan pemilik toko ini"kata Ming Yue sedikit canggung.


"Oh mari saya antarkan nona"kata pelayan itu berjalan di depan di ikuti mereka berdua menuju ruangan yang ada di dalam toko tersebut.


Tok tok tok


"Permisi Nyonya ada nona yang ingin bertemu dengan Nyonya"kata pelayan itu dari pintu.


"Masuk lah"jawab seseorang dari dalam.


"Silahkan masuk nona"kata pelayan itu.


"Terimakasih"


Ming Yue dan Mei Nuan masuk ke dalam ruangan yang cukup luas tersebut.


"Ada apa nona ingin bertemu dengan saya"tanya Nyonya pemilik toko dengan ramah.


"Begini Nyonya kami memiliki banyak buah-buahan dari hutan jadi saya ingin menarkan nya pada Nyonya untuk bekerja sama"jawab Ming Yue.


"Buah-buahan liar".


"Benar,,Nyonya bisa melihat nya lebih dulu jika Nyonya setuju kami akan membawa nya ke sini setiap panen"


"Oh,,baik saya lihat dulu"


Ming Yue mengangguk segera berdiri keluar dari ruangan itu bersama Mei Nuan di ikuti pemilik toko tersebut menuju kereta kuda.


"Silahkan di coba dulu Nyonya"kata Ming Yue membuka pintu kain penutup buah-buahan tersebut.


"Wahh ini anggur hitam dan Strobery nya besar dan merah sekali"


"Benar Nyonya"


Pemilik toko tersebut mencoba buah-buahan tersebut yang memang rasa nya lebih manis dan besar dari buah biasa yang di tanam juga dirawat.


"Saya akan mengambil buah-buahan ini dan saya setuju membeli buah-buahan dari kalian setiap panen"kata pemilik toko buah membuat mereka tersenyum lebar.


"Terimakasih Nyonya"jawab mereka.


"Panggil saja Bibi Wen"kata pemilik toko itu.


"Baik bibi Wen"


"Untuk masalah harga biasa nya bibi akan mengambil 1 pon 5 koin tembaga untuk apel,anggur dan strobery 7 koin tembaga"jelas Bibi Wen.

__ADS_1


"Tidak masalah bibi"


"Angkat saja semua masuk ke dalam.


"Baik"


Mereka pun dengan senang mengangkat semua ke dalam toko untuk di hitung berapa uang dari penjualan buah-buahan tersebut.


"Semua nya 9 tael perak"


"Terimakasih bibi"kata mereka serempak .


"Sama-sama"


Mereka pun segera meninggalkan toko Buah itu untuk pergi ke restoran yang di katakan oleh Shu Fan dengan wajah bahagia. Terutama si kembar yang baru pertama kali menghasil kan uang dari usaha mereka sendiri walaupun itu tidak ada arti nya untuk mereka saat masih di Istana namun sekarang kehidupan mereka berbeda jadi uang 1 tael perak pun berharga bagi mereka.


"Ini restoran nya"tanya Ming Yue.


"Ya kakak"jawab Shu Fan.


"Kami masuk ke dalam dulu atau kalian ingin ikut juga"tanya Ming Yue.


"Kakak ipar saja dan Mei Nuan, kami tunggu di sini"jawab Mo Tian.


"Okay"


Ming Yue masuk ke dalam restoran,sama seperti tadi di antarkan menuju ruangan pengurus restoran.


"Ada apa nona"tanya pengurus restoran.


"Benar nona"jawab nya.


"Tapi jika bisa dapat yang hidup itu harga nya akan lebih sedikit mahal"sambung nya.


"Baik,,Terimakasih tuan saya hanya memastikan saja apa setiap hari membutuhkan hewan buruan atau tidak"kata Ming Yue.


"Kami menerima hewan buruan setiap hari nya nona"


"Untuk harga setiap pon nya berapa tuan?".


"Ayam pegar gemuk 20 koin tembaga,kelinci gemuk 15 koin tembaga,Rusa dewasa utuh 3 tael perak dan babi hutan gemuk utuh 7 tael perak nona"jelas nya.


Ming Yue mengangguk mengerti,ia pun segera pamit pulang dan berkata jika dapat buruan ia akan membawa ke restoran langsung tentu saja di angguki pengurus restoran itu karna mereka memang membutuhkan banyak daging untuk restoran.


"Bagaimana kakak ipar"tanya Mu Zian.


"Aman,,mereka menerima hasil buruan setiap hari nya dan harga nya lumayan juga"jawab Ming Yue.


"Kalian ingin membeli sesuatu sebelum kita kembali"tanya Ming Yue pada mereka.


"Tidak ada kakak ipar/kakak"


"Kalau begitu kita ke toko pakaian dulu"ajak Ming Yue pada mereka menuju toko pakaian juga kain untuk membuat baju baju.


Pakaian yang mereka bawa tidak banyak dulu hanya sekitar 5 pakaian satu orang yang di siapkan untuk mereka,tidak lama lagi musim dingin akan datang jadi mereka membutuhkan nya juga pakaian dingin.

__ADS_1


"Selamat datang di toko kami nona,tuan"ucap pelayan toko menyambut mereka di angguki Ming Yue.


"Ayo masuk pilih pakaian untuk kalian sendiri"kata Ming Yue pada mereka berempat.


"Kakak ipar pakaian kami di rumah masih ada"ujar Mu Zian.


"Aku tahu tambahan pakaian untuk kita sebentar lagi musim dingin."


"Shu Fan juga ambil untuk mu,tenang saja aku yang akan membayar nya"tambah Ming Yue.


"Tidak usah kakak"tolak Shu Fan.


Ming Yue mengendus malas menatap mereka yang tak mau bergerak,ia akhir nya berjalan mengitari toko mengambil pakaian yang menurut nya cocok untuk mereka juga untuk ibu mertua dan suami nya.


"Berapa semua"tanya Ming Yue pada kasir yang menghitung pakaian yang ia ambil.


"Total nya 85 tael perak nona"jawab kasir itu di angguki Ming Yue segera mengambil uang dari saku baju dan membayar nya.


"Terimakasih telah belanja di toko kami nona muda"ucap mereka ramah.


"Sama-sama"


Ming Yue membawa semua pakaian yang telah di pisah dan di bungkus ke dalam kereta di mana adik-adik nya menunggu.


"Kakak ipar kenapa banyak sekali"tanya Mo Tian terkejut.


"Tidak banyak,,besok-besok kita beli lagi"jawab Ming Yue santai segera menghentak tali kuda untuk mereka pulang ke desa.


Beruntung mereka belum terlalu sore kemali ke desa jadi desa masih sepi karna warga desa masih di ladang atau kaki gunung. Kereta kuda masuk ke halaman rumah dan di ikat oleh Ming Yue.


"Ayo bawa ke dalam"


"Baik"


Mereka membawa semua pakaian batu itu ke dalam rumah di mana Yuan Zi dan Nyonya Wei berada.


Nyonya menatap mereka dengan mata membulat"Ini kenapa banyak sekali"kata Nyonya Wei.


"Ibu tanyakan saja pada kakak ipar"kata Mo Tian mengisi gelas dengan minum segera meminum nya.


"Ming Yue kenapa membeli banyak pakaian begitu nak"tanya Nyonya Wei.


"Itu tidak banyak bu hanya beberapa saja nanti kalau aku ke kota akan aku belikan tambahan nya lagi"jawab Ming Yue santai membuat Nyonya Wei diam. Si kembar hanya terkekeh pelan mendengar jawaban kakak ipar mereka.


"Nah ini untuk Ibu"sambung Ming Yue memberikan bungkusan untuk Nyonya Wei yang berisi tiga pakaian juga tiga mantel"


"Ini Untuk Suami ku"


"Untuk Mei Nuan"


"Untuk Mo Tian"


"Untuk Mu Zian"


"Dan ini untuk Shu Fan juga nenek nya"kata Ming Yue memberikan nya pada mereka masing-masing kecuali pakaian milik Yuan Zi.

__ADS_1


__ADS_2