PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 10 : ETERNAL WINTER


__ADS_3

Pedang Holuka yang ditutupi api menebas ke arah Mili dengan cepat, selama Mili terkena tebasan ini maka ia pasti mati.


Tetapi yang tidak diketahui semua orang, ketika mereka berpikir bahwa Mili sudah menyerah, mata Mili terbuka dan ada tekad yang tidak bisa dijelaskan terlihat melalui matanya "Bagaimana mungkin aku mati disini padahal aku masih jauh dari tujuanku? Sebenarnya aku tidak tertarik memakai kekuatan ini terlalu sering, namun karena sekarang adalah keadaan hidup dan mati maka aku tidak punya pilihan lain. Buka Serangan Inti--".


Mili berencana menggunakan serangan inti miliknya yang merupakan serangan terkuat bagi setiap roh, jadi Mili sekarang berencana menggunakan serangan terkuat yang dia miliki.


Tetapi tepat sebelum Mili membuka Serangan Inti miliknya, sosok Myro yang berbaring di tanah bergegas berdiri lalu berlari menuju Mili.


Myro mengangkat tangan kanannya yang ditutupi oleh perban lalu menangkap pedang api Holuka secara langsung.


Pada awalnya semua orang berpikir tangan kanan Myro akan hancur di bawah tebasan ganas dari Holuka, tapi mereka lagi-lagi dikagetkan oleh apa yang terjadi berikutnya.


"Tang!".


Di bawah tatapan penuh rasa tidak percaya dari semua orang, Myro menangkap pedang api Holuka memakai tangan kosong. benar, tangan kanan Myro yang menangkap pedang Holuka sama sekali tidak terluka seperti apa yang dipikirkan semua orang.


Saat Holuka masih terkejut segera belum mengerti tentang apa yang terjadi, Myro bergumam "Eternal Winter".


Dari tangan Myro, asap putih terlihat yang segera menutupi area di sekitar mereka. Api pada pedang Holuka juga semakin melemah, lalu suhu di udara menurun dengan cepat.


Pepohonan di sekitar berubah menjadi es, beberapa prajurit sang Marquis ikut membeku baik itu membeku sebagian anggota tubuh maupun seluruh anggota tubuhnya.


Bukan hanya pepohonan dan orang, tanan di bawah kaki mereka semua ikut berubah menjadi es seakan-akan mereka semua sudah kembali menuju zaman es.

__ADS_1


Melihat keadaan yang berubah dengan cepat, Holuka menemukan tangan yang menangkap pedangnya menghilang, tapi ia tidak tahu Myro pergi kemana sebab asap putih mengganggu pandangannya.


Asap putih ini terbentuk akibat tabrakan antara api serta es yang mengakibatkan es meleleh dengan cepat lalu menguap menjadi asap.


Walaupun tidak mengetahui kemana Myro pergi, Holuka paham bahwa Myro mencoba melarikan diri di tengah asap.


Tanpa ragu, Holuka mengangkat pedangnya, api berkumpul seperti badai dan ia hanya menebas ke depan "Jangan berpikir kalian dapat melarikan diri dari tanganku!".


"Booooom!".


Api yang berkumpul layaknya badai di atas kepala semua orang berkumpul menuju pedang Holuka, lalu ia menebaskan pedang apinya ke tanah yang menyebabkan ledakan kuat barusan.


Asap putih di sekitar menghilang akibat kekuatan ledakan, sebagian besar es ikut meleleh juga sebab terbakar oleh api yang digunakan Holuka.


"Kemana mereka pergi?", tanya Holuka yang menutup matanya, ia merasakan keadaan sekitar untuk benar-benar memastikan bahwa Myro bersama Mili telah hilang dari sini.


Sosok Jirfa berjalan menuju Holuka sambil berkata "Mereka sudah pergi, aku tidak mampu merasakan keberadaan mereka lagi di sekitar sini. Tetapi pria yang datang membantu Mili tadi sangat aneh, berdasarkan kekuatan yang ia gunakan, seharusnya ia hanya seorang prajurit rank 2. Masalahnya Eternal Winter merupakan sihir bagi penyihir rank 5 ke atas, bagaimana mungkin rank 2 menggunakan sihir rank 5?".


"Bukan hanya itu", kata Holuka dengan wajah suram, ia menatap pedangnya "Anak itu tadi berhasil menangkap pedang ku dengan tangan kosong! Jangankan rank 2, prajurit rank 5 sekalipun, selama mereka berani mencoba menangkap tebasan pedang ku dengan tangan kosong, mereka pasti kehilangan tangan mereka. Tetapi anak tadi benar-benar berhasil menangkap pedang ku tanpa terluka, sebenarnya siapa dia?".


"Kau benar, kita masih memiliki banyak hal yang belum diketahui tentang orang tadi yang menjadi alasan kekalahan kita", kata Jirfa setuju "Namun kita belum kalah, melainkan mereka beruntung berhasil melarikan diri dari tangan kita".


Holuka menggelengkan kepalanya "Kesempatan berikutnya, Mili kemungkinan telah pulih dari racun yang kita berikan secara diam-diam sewaktu dia makan! Oleh karena itu, berikutnya akan sangat sulit bagi kita untuk membunuh Mili. Setidaknya ada 1 keuntungan yaitu anak yang membantu Mili tadi sudah terluka berat, ia pasti mati yang tinggal masalah waktu".

__ADS_1


Jirfa mengangguk setuju, tapi ia tiba-tiba memikirkan sesuatu "Bagaimana jika Mili mengakui orang tadi sebagai tuannya? Bagaimanapun setelah membuat kontrak bersama roh, sebagai tuan maka mereka akan mendapatkan kemampuan pemulihan cepat milik roh".


"Tidak mungkin, kau sendiri kenal orang seperti apa Mili", kata Holuka yakin "Ia adalah orang yang sombong, bagaimana mungkin ia mengakui orang lain sebagai tuannya? Apalagi ia selalu tetap setia kepada kerajaan, aku ragu ia akan mengikuti orang lain begitu mudah. Ayo berhenti membicarakan masalah ini, yang terpenting adalah mencari Mili secepat mungkin. Jika kita beruntung, kita mungkin bisa menemukannya sebelum racun di tubuhnya pulih".


"Kau benar, ayo bergerak secara terpisah untuk menemukan mereka. Siapapun yang menemukan musuh lebih dulu, mereka harus memberikan kabar kepada yang lainnya untuk berkumpul", kata Jirfa.


Setelah 2 orang itu saling setuju, mereka mulai memberitahu Marquis untuk membagi pasukan dan bergerak ke 2 arah yang berbeda, mencari Mili serta Myro.


Meskipun sang Marquis mengalami kerugian yang tidak ringan mengingat ada banyak pasukannya yang mati, sang Marquis menggertakkan giginya untuk menahan kerugian tersebut. Bagaimanapun ini adalah Pertarungan 1000 Roh, ia harus siap menanggung kerugian seperti ini sejak awal.


Selama ia membunuh Mili, maka semua kerugiannya akan terbayar.


.....


Mili sedang membawa Myro yang terluka serta kesulitan berjalan di pundaknya, ia berhenti di depan sebuah gua yang terletak di antara bebatuan lembah serta pepohonan yang membuat lokasinya cukup tersembunyi.


Memastikan bahwa ini adalah gua yang benar, Mili bertanya "Myro, apakah ini tempat yang kau maksud?".


Myro yang terluka berbicara dengan kesulitan "Benar, dulu aku pernah datang kesini lalu menemukan gua ini secara kebetulan, lokasinya benar-benar tersembunyi sehingga musuh tidak akan menemukan kita dengan mudah. Walaupun mereka mencari di seluruh hutan, selama kita bersembunyi di gua ini, aku yakin mereka akan membutuhkan waktu lebih dari 1 hari untuk menemukan kita".


Mili mengangguk, ia membawa Myro bersembunyi di gua tersebut serta membiarkan Myro berbaring di tanah.


Myro yang sedang berbaring di tanah memuntahkan seteguk darah, luka yang pernah ia terima dari Jirfa benar-benar fatal, sudah cukup hebat bagi Myro mampu bertahan sampai sekarang di bawah luka fatal seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2