PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 17 : NAIK KE ATAS KAPAL


__ADS_3

Myro dan Mili sudah turun dari kereta kuda lalu berjalan di jalanan Kota Vaghol. Sebagai sebuah kota yang memiliki dermaga, tentunya Kota Vaghol mempunyai banyak hal yang unik baik dari segi perhiasan, makanan ataupun pakaian yang dijual di sekitar. Lagipula orang dari berbagai wilayah yang melewati laut sering berhenti di Dermaga Vaghol untuk beristirahat sebelum lanjut ke tujuan berikutnya, oleh karena itu perekonomian kota ini sangat makmur melalui bisnis mereka yang berasal dari berbagai daerah.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang? Jika tidak ada lagi yang akan kau lakukan, aku sarankan kita bergegas pergi ke dermaga. Apabila terlalu lama membuang waktu disini, ada kemungkinan musuh mengejar kita lagi", saran Mili yang mengabaikan keramaian di sekitar.


Bagi wanita pada umumnya, mereka mungkin tertarik dengan sebagian besar barang yang dijual disini mengingat ada banyak perhiasan serta pakaian menarik yang tidak dijual di Kerajaan Talem sebab berasal dari wilayah lain.


Masalahnya Mili sejak kecil telah siap menjadi prajurit, oleh karena itu ia lebih tertarik terhadap senjata daripada perhiasan.


Myro berpikir sebentar sebelum mengangguk "Kau benar, kita tak boleh tinggal terlalu lama disini. Walaupun pada awalnya aku berencana untuk membeli beberapa persediaan terlebih dulu baru berangkat, namun aku rasa kita dapat melakukannya setelah naik kapal dan pergi dari sini".


Ketika 2 orang tersebut sedang jalan menuju dermaga sambil berbicara, pembicaraan beberapa orang di sekitar yang sedang turun dari kereta kuda menunjukkan bahwa mereka baru tiba di kota ini menarik perhatian mereka.


"Apakah kalian lihat tadi? Kenapa ada banyak sekali pasukan yang berbaris di perbatasan Kota Vaghol? Bahkan ada prajurit Kota Vaghol juga yang sepertinya siap berperang".


"Kau benar, aku cukup ketakutan tadi, aku pikir kita akan dihentikan oleh pasukan lain sebab kita berangkat menuju Kota Vaghol. Tapi sebenarnya siapa yang berani melawan Count Vaghol? Apakah mereka tidak tahu Count Vaghol merupakan salah satu bangsawan kepercayaan raja? Melawan Count Vaghol sama seperti melawan raja".


"Kau pasti belum lama tinggal disini, berdasarkan baju besi yang mereka pakai tadi, pasukan itu milik Marquis Bonjer! Sosok bangsawan kuat yang menentang raja, ia telah lama saling bermusuhan dengan Count Vaghol, mungkin sekarang adalah waktunya mereka untuk saling berperang! Bangsawan lain takut menyinggung raja sekalipun mereka mencoba melawan, namun Marquis Bonjer berbeda. Aku dengar ia mempunyai 2 Roh yang membantunya, raja juga tidak berani gegabah melawan dirinya".

__ADS_1


"Bukankah berarti tinggal di sini terlalu berbahaya? Marquis Bonjer sudah membawa pasukannya kesini, ada kemungkinan besar mereka akan berperang. Padahal aku datang kesini untuk mencari pekerjaan sebab ada banyak orang di desaku yang menjadi kaya setelah datang ke kota ini, sepertinya aku perlu pindah ke desa lagi. Tidak peduli seberapa kaya dirimu, yang penting adalah tetap hidup".


Mendengar kepanikan mereka yang bertemu dengan pasukan Marquis Bonjer di jalan, Myro yang berada di samping Mili berkata sambil tetap berjalan supaya tidak menarik perhatian siapapun "Nampaknya Marquis Bonjer sudah mengejar kita sampai kesini".


"Mereka benar-benar keras kepala, padahal kita berada di wilayah musuh mereka, namun mereka berani mengejar kita sampai disini. Tetapi aku tidak keberatan, kekuatanku yang sekarang telah pulih sepenuhnya! Ayo kita lihat, siapa yang akan kalah kali ini", kata Mili tersenyum dingin yang sama sekali tidak mengurangi kecantikan di wajahnya.


Myro menggelengkan kepalanya "Kalau kita tertangkap oleh mereka, maka tidak ada pilihan lain selain bertarung. Tetapi aku berharap kita bisa menghindari pertarungan sebanyak mungkin, bagaimanapun seperti yang kau katakan dulu, apa yang paling penting sekarang yaitu tiba di Gunung Emas bukan?".


"Aku tahu", kata Mili mengangguk "Jangan khawatir, aku bukan orang yang gila bertarung. Namun aku sedikit penasaran, cara apa yang mereka pakai untuk mengejar kita? Apakah mereka akan menyusup dengan jumlah orang sedikit untuk mengejar kita?".


Myro dan Mili yang terus berjalan akhirnya tiba di dermaga, sudah ada banyak orang yang berbaris di sana dengan barang bawaan mereka, menunggu kedatangan kapal.


Myro melempar 10 koin tembaga ke seorang pria yang menjual tiket.


Melihat koin tembaga, senyum ramah muncul di pria tersebut, ia langsung memberikan 2 lembar kertas yang merupakan tiket kepada Myro "Apakah anda pergi berlibur bersama pasangan anda? Kalau begitu saya harap anda mendapatkan perjalanan yang menyenangkan".


Ia menilai baik Myro maupun Mili sama sekali tidak membawa barang apapun kecuali senjata, yang berarti mereka bukan pedagang.

__ADS_1


Ada juga kemungkinan mereka prajurit, masalahnya Myro serta Mili terlihat muda dan hanya pergi berdua yang membuat ia yakin, 2 orang ini adalah pasangan prajurit yang sedang jalan-jalan.


Myro tersenyum, mengambil tiketnya lalu berjalan pergi meninggalkan pria tersebut, ia tak perlu menjelaskan apapun sebab mereka tidak saling mengenal, kemungkinan besar mereka juga tidak akan saling bertemu lagi di masa depan.


"Seharusnya mereka datang kesini dengan jumlah sangat sedikit, aku yakin seharusnya hanya sang Marquis bersama 2 rohnya karena membawa banyak pasukan sekalipun tidak terlalu berguna serta hanya akan menghambat pergerakan mereka sebab menarik terlalu banyak perhatian", kata Myro yang menjawab pertanyaan Mili tadi, ia berdiri bersama orang-orang lainnya untuk menunggu kedatangan kapal.


Saat semua orang sibuk berbicara, sebuah kapal besar yang cukup untuk menampung lebih dari 200 orang datang.


Kapal tersebut terbuat dari besi dengan asap hitam yang terus muncul dari cerobong kapal, meskipun begitu kapal ini sama sekali tidak digerakkan memakai mesin melainkan sihir rune yang ditenagai oleh batu sihir.


Saat kapal tersebut tiba di dermaga, ia menempel dengan dermaga sehingga semua orang bisa naik.


"Ayo!", kata Myro yang berjalan duluan.


Mili yang dari tadi menatap kapal dengan kagum berjalan mengikuti Myro, ia terus menatap kapal dan bergumam "Dulu belum ada kapal sebesar ini serta terbuat dari besi, walaupun kapal bergerak dengan kekuatan Rune juga, namun kapal sekarang memang lebih mengagumkan dari segi ukuran ataupun kecepatan, zaman benar-benar telah berubah".


Myro yang sedang menaiki tanggal memakai jalan yang disiapkan oleh petugas dermaga tidak bisa untuk tidak mengangguk "Kau benar, Rune Kuno memang lebih kuat apabila digunakan pada pertarungan. Tetapi bukan berarti Rune sekarang lebih buruk, meskipun Rune sekarang cukup lemah dibandingkan Rune Kuno kalau masalah bertarung. Tapi apabila itu mengenai membuat hidup lebih efisien, Rune sekarang jauh di atas Rune Kuno".

__ADS_1


"Mungkin sejak awal tujuan penggunaan Rune orang-orang zaman sekarang dengan zaman kuno berbeda", kata Mili terus mengamati sekitar kapal dengan mata bersinar " Pada zaman kuno, tujuan Rune yaitu digunakan sebagai senjata bertarung sehingga mereka mengutamakan kekuatan. Sedangkan pada zaman sekarang, Rune digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia yang membuatnya semakin melemah namun menjadi lebih efisien".


__ADS_2