PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 13 : TUJUAN MYRO


__ADS_3

Berbeda dari sebelumnya dimana Myro menganggap Mili sebagai pembohong, sekarang Myro menemukan banyak keajaiban dari pertarungan ini seperti ia yang hampir mati juga dapat hidup lagi "Bagaimana dengan luka yang aku terima beberapa waktu lalu? Apakah kau menggunakan semacam obat ajaib untuk menyembuhkannya?".


"Bukan, alasan luka fatal yang kau Terima sembuh adalah kau yang menjadi tuan dariku! Sejak kau menjadi tuan dari Roh, maka tuan juga bisa mendapatkan kemampuan regenerasi cepat yang hanya dimiliki oleh Roh", kata Mili menjelaskan "Kemampuan regenerasi cepat yang tuan dapatkan juga bukan hanya menyembuhkan luka terbaru yang tuan miliki, melainkan semua luka lama juga akan disembuhkan. Apakah tuan belum menyadarinya? Kekuatan yang tuan miliki telah kembali menuju kondisi puncak tuan dulu".


Setelah Mili mengatakan hal tersebut, Myro baru merasakan kekuatannya yang telah menjadi prajurit rank 5 lagi "Tidak mungkin! Bahkan sihir terbaik di kerajaan ku dulu tidak dapat menyembuhkan luka yang aku dapatkan. Membuatku tetap hidup sudah merupakan keajaiban terbaik yang mampu mereka lakukan. Sebagai gantinya, akibat luka yang aku terima maka kekuatanku menurun menjadi prajurit rank 2 tanpa ada kemungkinan meningkatkan rank milikku lagi".


Myro yang sedikit belum percaya segera berdiri, ia mengumpulkan energi rank 5 di sekitar tubuhnya dan mulai menyerang sekitar, ia juga memukul tembok gua untuk mengetahui apakah kekuatannya benar-benar telah kembali.


"Booooom!".


Seluruh gua gemetar akibat tinju Myro, selain itu tinju Myro barusan membentuk sebuah lubang yang cukup besar pada tembok gua menunjukkan seberapa menakutkan kekuatan rank 5 miliknya dibandingkan kekuatan rank 2. Kalau kekuatan rank 2 Myro dulu, paling banyak ia dapat menyebabkan retakan di seluruh gua, sedangkan membuat lubang maka dibutuhkan sekitar 10 pukulan.

__ADS_1


"Pada awalnya aku bingung kenapa rank 2 seperti dirimu mampu menggunakan sihir Eternal Winter rank 5, sekarang aku mengerti bahwa kau sebenarnya adalah prajurit rank 5 yang kekuatannya menurun. Oleh karena itu, kau masih bisa menggunakan sihir rank 5 walaupun kekuatannya sangat menurun serta menghabiskan banyak energi milikmu", kata Mili yang terus mengawasi Myro.


Setelah yakin kekuatannya memang kembali, Myro menghentikan semua gerakannya lalu bertanya penasaran "Apakah benar memenangkan Pertarungan 1000 Roh dapat mewujudkan 1 harapan milikmu sekalipun menghidupkan orang yang telah mati? Apabila sebelumnya, aku pasti belum percaya. Tapi setelah melihat banyak keajaiban seperti ini, aku mulai merasa sedikit yakin".


Mili mengangguk tegas "Tuan, aku tidak akan membohongimu tanpa alasan. Berdasarkan apa yang aku ketahui, Pertarungan 1000 Roh memang mewujudkan harapan apapun dari pemenangnya sekalipun itu menghidupkan orang yang sudah mati. Ada apa? Apakah tuan berencana menghidupkan wanita muda cantik berambut pirang yang sepertinya merupakan cinta pertamamu?".


"Bagaimana kau tahu tentang wanita itu?", tanya Myro terkejut, ia yakin belum pernah menceritakan masalah wanita tersebut pada Mili.


Menghadapi pertanyaan Myro, Mili menjelaskan "Sejak kita menjadi tuan dan Roh, kita mulai sedikit terhubung yang membuat kita bisa saling melihat masa lalu yang lain melalui mimpi. Meskipun itu hanya sebuah mimpi singkat serta masa lalu yang ditunjukkan bukan hal penting. Lalu melalui apa yang aku mimpikan tadi, aku berada di sebuah taman bunga dekat kastil dengan wanita yang aku sebutkan tadi terus berjalan di depanku. Kami hanya berjalan di taman bunga selama beberapa menit sebelum mimpi itu selesai, bukankah ia wanita yang kau cintai?".


"Begitu ya, kau hanya berhutang kebaikan padanya! Sepertinya kita benar-benar mirip tuanku", gumam Mili yang lanjut bertanya lagi "Bagaimana denganmu? Apa yang kau mimpikan dari diriku?".

__ADS_1


Myro yang duduk lagi dari mencoba kekuatannya menyandarkan punggungnya ke tembok gua "Di mimpiku, kau berdiri sendiri di antara tumpukan mayat. Sebagian besar mayat yang ada di sekitarmu bukanlah mayat prajurit melainkan penduduk, bahkan tidak sedikit anak-anak yang terlihat seperti anak baik di antara mayat tersebut. Kau juga berdiri disana terlihat begitu kesepian, seakan-akan hanya ada dirimu sendiri di dunia ini".


Mendengar cerita Myro, Mili menatap ke arah depan gua seperti tidak berani melihat langsung ke arah Myro "Kalau begitu bagaimana menurutmu, tuan? Apakah kau tidak penasaran tentang apa yang terjadi? Selain itu, kau mungkin takut kepadaku sebab aku merupakan wanita berdarah dingin yang membunuh seseorang secara sembarangan tanpa peduli apakah mereka prajurit maupun penduduk uang tidak bersalah. Apakah kau menyesal sudah membantu pembunuh berdarah dingin sepertiku? Aku rasa jika kau dapat mengulang waktu, kau mungkin merubah pikiranmu untuk melindungiku bukan?".


Myro tidak langsung menjawab pertanyaan Mili melainkan berpikir sebentar sebelum memberikan jawaban tegas "Apabila aku mengatakan aku tidak penasaran tentang apa yang terjadi terhadap dirimu di masa lalu, maka itu menjadi sebuah kebohongan besar. Tapi, walaupun aku penasaran, aku akan menahan diriku dari bertanya sebab kau sendiri terganggu untuk menceritakan masa lalumu pada orang lain. Kecuali kau sendiri yang memutuskan untuk menceritakan masa lalumu, aku tidak akan bertanya. Lalu masalah tentang apa aku menyesal telah melindungi dirimu, jawabannya tidak! Aku memang melihat kekejaman yang kau lakukan di mimpi, tapi itu hanya sepotong bagian dari mimpi sehingga aku belum mengetahui apa yang terjadi dengan jelas. Oleh karena itu, aku yakin kau mempunyai alasan hingga harus melakukan semua itu".


Mili sama sekali tidak menjawab perkataan Myro, ia terus menatap pintu gua sehingga Myro tidak dapat melihat wajahnya.


Di sisi lain, Myro juga mengetahui Mili sedang membutuhkan waktu diam untuk berpikir, jadi Myro memutuskan menutup matanya tanpa membicarakan apapun.


Beberapa menit kemudian, Myro yang sedang menutup matanya mendengar perkataan lembut Mili "Sebuah keberuntungan bagiku bisa bertemu orang sepertimu sebagai tuanku. Terima kasih karena tidak banyak bertanya tentang masa laluku, Myro".

__ADS_1


Myro melambaikan tangannya "Untuk apa berterima kasih, aku melakukannya bukan tanpa alasan yaitu aku sendiri mempunyai masa lalu yang coba aku rahasiakan. Kita yang sekarang memang tuan dan roh serta saling bekerja sama untuk meraih kemenangan di Pertarungan 1000 Roh. Meskipun begitu jangan lupa, apa yang paling penting adalah yang terjadi di masa depan kita, bukan masa lalu kita. Jadi tanpa perlu saling mengenal masa lalu masing-masing, untuk ke depannya, aku harap kerja sama darimu, Mili".


Mili ikut mengangguk "Aku harap kerja sama kita ke depannya berjalan baik juga, tuan".


__ADS_2