
Seorang pria muda lain di pondok berkata tidak yakin "Myro, aku belum tahu mengenai apa yang terjadi di medan perang, tapi aku tidak akan menyerah hanya karena apa yang kau katakan! Hidup di desa ini sampai mati adalah hal yang sangat membosankan, apalagi para wanita di desa masih kalah cantik dibandingkan wanita di kota! Oleh karena itu, selama ada kesempatan, aku akan meninggalkan desa dan mengikuti pertarungan 1000 roh, aku akan mengubah nasibku lalu pergi meninggalkan desa tertinggal ini".
Myro menatap pria muda yang belum mengenal kekejaman dunia di depannya, namun Myro mengerti kenapa orang ini sangat tertarik mengikuti pertarungan 1000 roh yaitu mimpi akan kekayaan dan kekuasaan. Masalahnya pria muda tersebut sama sekali belum mengetahui seberapa ilusi mimpi yang ia coba kejar, bahkan ia mungkin akan mati setelah mencoba pergi ke medan perang.
Myro juga mengerti tidak ada gunanya mencoba membujuk pria muda yang telah dibodohi oleh ilusi nya sendiri, kecuali ia mengalaminya sendiri tentang seberapa menakutkannya medan perang.
Jadi Myro berdiri dari tempat duduknya di pondok sambil membawa peralatannya menuju ladang "Pergi ke medan perang maupun tidak, semuanya adalah keputusanmu sendiri. Aku hanya memberitahumu 1 hal, apabila kau memutuskan pergi ke medan perang, kau harus siap mati! Bahkan mendapatkan luka berat sering terjadi di medan perang".
Setelah itu Myro mengangkat tangan kanannya yang ditutupi oleh perban dari jari sampai ke pundak seakan-akan menunjukkan seberapa menakutkan luka yang ia terima di medan perang.
Para pemuda lain saling menatap sebelum mulai mengobrol lagi mengenai mimpi kosong mereka, tanpa mengkhawatirkan peringatan Myro.
Ketika hari mendekati malam, semua pemuda yang lain sudah kembali menuju rumah mereka duluan sedangkan Myro baru meninggalkan ladang miliknya.
Berbeda dari pemuda lain yang mempunyai rank 0, sebagai prajurit rank 2, Myro mengelola ladang yang berkali-kali lipat lebih besar dari mereka yang membuat ia menghabiskan lebih banyak waktu di ladang.
Mengangkat kepalanya menatap langit yang mulai gelap, Myro bergumam "Aku rasa sekarang waktunya kembali menuju desa! Walaupun sudah lama sejak aku meninggalkan medan perang, aroma darah tetap belum menghilang juga! Aku harap kehidupan damai seperti ini dapat berlangsung lama".
Myro mulai berjalan melalui jalan hutan menuju ke arah desa. Sebagai seorang prajurit, Myro mengetahui tentang dunia ini lebih jelas dibandingkan para penduduk desa yang bahkan belum pernah ke kota, hampir semua kerajaan di dunia ini terus menerus berperang untuk memperluas kekuasaan mereka.
__ADS_1
Apalagi kemunculan 1000 roh yang membuat peperangan menjadi semakin gila, Myro tidak tahu apa sebenarnya alasan para roh dan orang-orang berperang menuju Gunung Emas, tapi 1 hal yang pasti yaitu ada hal yang sangat penting di Gunung Emas hingga membuat banyak orang penting seperti raja sekalipun mencoba saling membunuh.
Apa yang membuat Myro khawatir yaitu api peperangan akan menyebar sampai ke desa ini juga, jika api peperangan sampai kesini maka Myro akan kehilangan tempat tinggalnya yang damai.
Ketika sedang berjalan, Myro menghentikan langkahnya dan menatap ke arah hutan di samping kanannya dengan tajam sebab ia menemukan seorang wanita yang duduk di bawah pohon.
Wanita tersebut terlihat berusia sekitar 20 tahun dengan rambut merah panjang yang diikat ke belakang serta wajah cantik yang sekarang sedang menutup matanya, berdasarkan pengamatan Myro, wanita itu sedang kehilangan kesadarannya.
Wanita tersebut menggunakan baju besi ringan berwarna perak dan sebuah tombak tergeletak di tanah yang berada di sampingnya.
Apa yang paling menarik perhatian Myro adalah darah di seluruh tubuh wanita, nampaknya ia terluka cukup berat. Terutama ia kehilangan kesadarannya kemungkinan akibat kehabisan darah, apabila ia dibiarkan seperti itu, Myro yakin sang wanita akan mati akibat kehabisan darah.
Tiba-tiba Myro juga mendengar beberapa suara dari arah hutan yang membuat ia yakin, ada sekelompok orang yang sedang mengejar wanita ini.
Menatap ke arah wanita yang duduk di bawah pohon dengan ketidakpedulian, Myro berencana pergi.
Jika ia membantu wanita ini, Myro yakin dirinya pasti tertarik ke masalah yang merepotkan, ia akan kehilangan kehidupan damainya.
Karena alasan tersebut, lebih baik berpura-pura seperti tidak pernah melihat wanita ini. Apabila yang menemukan wanita ini adalah pemuda desa sebelumnya yang bermimpi pergi berperang, ia pasti membantu wanita ini yang terlihat seperti prajurit. Namun pria desa tadi pasti tidak menemukan keberadaan wanita ini, bagaimanapun ia bukan orang yang mempunyai pengamatan tajam seperti Myro yang telah melalui medan perang.
__ADS_1
Saat Myro baru akan melangkah pergi, sebuah ingatan muncul di kepalanya.
Apa yang ada di depan Myro adalah sebuah villa mewah yang terbakar, ia berlari tanpa ragu menuju lantai 2 villa untuk menemukan seorang wanita muda berambut pirang yang tertusuk oleh sebuah pedang di perutnya.
Sewaktu ia berusaha membantu wanita tersebut, wanita itu memegang wajah Myro dan tersenyum lembut "Larilah, jangan merasa bersalah! Semua ini bukan salahmu, kekalahan di medan perang adalah alasan kenapa semua ini terjadi. Kau bisa pergi dan hidup dengan bebas tanpa perlu terikat denganku atau keluargaku lagi, carilah apa yang menjadi tujuan hidupmu. Myro, tetaplah hidup serta membantu orang lain sebanyak mungkin!".
Myro perlahan-lahan membuka matanya dan memegang kepalanya penuh rasa marah "Kenapa aku harus mengingat kejadian masa lalu itu sekarang?".
Melihat ke arah wanita yang hampir mati akibat kehilangan darah di bawah pohon tersebut, Myro menghela nafas berat sebelum berjalan mendekatinya.
Membawa wanita muda dan tombak di tangannya, Myro berencana berlari pergi dari sini.
Sewaktu mengangkat tombaknya, Myro hampir terjatuh yang mengejutkan Myro.
Walaupun ia belum menggunakan kekuatan penuhnya, jangan lupa Myro adalah prajurit rank 2 yang jauh lebih kuat dibandingkan orang-orang lain. Tetapi tombak besi ini masih membuat Myro hampir jatuh yang menunjukkan seberapa berat tombak tersebut.
Menggunakan kekuatan penuhnya, Myro bergegas membawa wanita dan tombak besi miliknya ke desa sebelum orang yang mengejarnya datang sambil bergumam "Benar-benar merepotkan, kenapa aku perlu membantunya?".
Meskipun mengeluh, Myro tetap membawa wanita tersebut pergi.
__ADS_1
Selama perjalanan, Myro selalu berhati-hati. Bahkan ia memastikan tidak ada seorangpun penduduk desa yang melihatnya sebelum bersembunyi di sebuah rumah kayu yang diberikan penduduk kepada dirinya.
Setelah sampai di rumah, Myro meletakkan tombak besi itu di sudut ruangan dan membiarkan wanita itu berbaring di lantai yang selalu menjadi tempat tidurnya sebelum mulai bersikap menghentikan pendarahannya.