PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 29 : 5 BAYANGAN


__ADS_3

Jirfa yang memasang kuda-kuda bertarung miliknya membuka mata setelah mengingat masa lalunya, ia berkata kesal "Kenapa di waktu-waktu seperti ini aku perlu mengingat masa lalu yang buruk? Buka Serangan Inti, mengalahkan musuh dengan kepalsuan, tanpa ada kebenaran yang terlihat, pada akhirnya semua hanya bayangan, sebuah bayangan tanpa akhir, 5 Bayangan".


Untuk sebentar, Myro lagi-lagi merasa seluruh dunia menjadi gelap. Ketika ia dapat melihat semua yang ada di sekitarnya lagi, Myro tersenyum pahit "Aku pikir melawan dirimu sudah sangat merepotkan, namun aku sekarang perlu melawan 5 dirimu, apakah ini tidak terlalu berlebihan".


Saat ini di depan Myro terdapat5 Jirfa yang berdiri dengan gaya yang sama, baik Jirfa paling kiri, kanan atau dimanapun itu, semuanya terlihat sama tanpa ada jejak perbedaan.


"Jangan khawatir, sebentar lagi kau akan mengetahui bahwa kekuatan yang aku miliki bukan hanya menjadi 5 orang, melainkan ada banyak keuntungan lainnya", kata 5 Jirfa secara bersamaan yang membuat Myro sedikit sakit kepala sebab sedikit bingung sewaktu mereka berbicara secara bersamaan.


Tiba-tiba sosok 5 Jirfa tersebut berubah menjadi bayangan yang bergegas cepat ke arah Myro, mereka mengepung Myro dari semua sisi serta bergerak sebagai bayangan di tanah, ini mirip dengan kemampuan Langkah Bayangan Jirfa di awal. Perbedaannya 1 langkah bayangan sudah membuat Myro kerepotan, apalagi ada 5.


Tanpa ragu, Myro menusukkan tombaknya ke tanah. Kecepatan mengayunkan tombak milik Myro belum cukup untuk membuatnya bisa melawan 5 bayangan pada waktu yang sama, oleh karena itu satu-satunya cara yang dapat ia lakukan yaitu mengandalkan sihir.


"Pelindung Es!", teriak Myro yang pada waktu bersamaan asap putih terlihat bermunculan dari tombaknya.


Suhu turun dengan cepat, lalu sebuah tembok es menyebar dengan Myro sebagai pusatnya, setiap tembok es mempunyai duri tajam yang siap menusuk siapapun yang mendekatinya.


Myro yang berada di tengah tembok es menghela nafas berwarna putih akibat udara dingin, apabila mengatakan dirinya belum kelelahan, itu merupakan sebuah kebohongan sebab menggunakan banyak sekali sihir pada waktu singat menghabiskan banyak energi yang ia miliki.


Tetapi sebelum Myro mampu menarik nafas untuk menghilangkan sedikit rasa lelahnya, 5 buah bayangan melewati tembok es Myro dengan mudah.


Duri tajam maupun suhu dingin sama sekali tak menghambat gerakan bayangan, mereka bergerak cepat menuju Myro.


Dari sisi kiri, kanan, depan, belakang serta atas Myro, sosok Jirfa yang berupa bayangan berubah menjadi bentuk manusia lagi.

__ADS_1


Mereka mengangkat 2 belatinya serta menebas ke arah Myro tanpa ragu.


Kalau itu hanya 5 serangan belati, Myro masih bisa mengatasinya. Tetapi masalahnya, masing-masing bayangan di kaki Jirfa juga menyebar menjadi duri tajam yang berusaha menusuk Myro. Oleh karena itu, sekarang Myro seperti sedang harus menghadapi serangan 10 orang pada 1 waktu.


"Rune dimulai", teriak Myro yang membuat semua Rune pada tombaknya mulai bersinar, selain itu Rune terus bergerak-gerak layaknya mahkluk hidup di seluruh bagian tombak tersebut "Di tanah yang tandus ini, tanpa ada hewan maupun tumbuhan yang hidup, pada akhirnya sinar matahari tak akan mencapai tempat ini, karena ini adalah tanah es tanpa akhir, Badai Salju Abadi!".


Tiba-tiba angin yang sangat kuat terjadi di seluruh dek bagian bawah, bukan hanya bagian dek bawah melainkan salju menyebar ke seluruh bagian kapal.


Baik itu penumpang ataupun nahkoda kapal mulai ketakutan serta kedinginan, masalahnya mereka sama sekali tidak bisa menghentikan pertarungan yang terjadi di kabin istirahat tempat dimana Myro melawan Marquis Bonjer serta Jirfa.


Sihir Myro kali ini berbeda dari sebelumnya dimana dampak es hanya berada di kapal, kini es juga menyebar ke seluruh laut sehingga membuat kapal berhenti bergerak akibat terhalang oleh es yang ada di seluruh lautan sekitar kapal.


Baik nahkoda beserta para kru kapal lainnya mengangkat tangan mereka putus asa, mereka hanya berharap setelah pertarungan selesai maka keadaan akan kembali normal agar mereka berhasil sampai ke tujuan mereka hidup-hidup.


Setelah itu, angin salju di kabin istirahat, lebih tepatnya kabin toilet dimana Myro berasa menjadi semakin kuat. Dibandingkan angin salju di daerah lain, angin salju di tempat ini menjadi yang paling kuat.


Bahkan 5 Jirfa kesulitan melihat ke arah sekitar akibat tertutup salju, namun untungnya mereka sama-sama Jirfa sehingga saling membagikan apa yang mereka lihat maupun rasakan yang membuat Myro tidak bisa memanfaatkan penutup angin bersalju untuk mengalahkan mereka satu persatu.


5 Jirfa saling berkumpul dengan cepat, mereka berkata dingin pada waktu yang sama "Sihir badai salju yang hebat, selain kau yang ahli menggunakan sihir salju, rune kuno pada tombak milikmu sendiri merupakan rune kuno sihir es yang kuat. Meskipun begitu, berapa lama kau dapat mempertahankan badai salju ini? Pada akhirnya setelah badai salju menghilang akibat kau kelelahan memakai terlalu banyak sihir, aku akan membunuhmu. Pada akhirnya tindakan yang kau lakukan ini hanya seperti memperpanjang sedikit waktu hidupmu, tak lebih dari mengulur waktu".


Menanggapi perkataan Jirfa, suara Myro terdengar dari balik angin salju. Tetapi Myro cukup berhati-hati sehingga suaranya menggema dari semua arah supaya Jirfa tidak menyadari dimana ia berada melalui asal suara "Apakah kau berpikir begitu? Sejujurnya kau melakukan kesalahan besar sebab tujuanku bukan mengulur waktu, melainkan membuat kesempatan untuk menang".


"Stab!".

__ADS_1


Suara tusukan tombak terdengar, tiba-tiba Jirfa merasa seluruh tubuhnya sakit, setelah itu 5 Jirfa memuntahkan seteguk darah pada waktu yang sama.


Melihat darah yang ia tangkap memakai tangannya, ia merasa seluruh tubuhnya kesakitan.


Segera, Jirfa menyadari apa yang terjadi "Myro Aras, beraninya kau memakai cara licik seperti ini untuk menang! Apakah kau masih memiliki kehormatan sebagai seorang prajurit?".


Saat ini dibalik angin salju, tubuh Marquis Bonjer sedang melayang di udara dengan sebuah tombak yang menusuk tepat di jantungnya.


Ia memuntahkan seteguk darah dan menatap ke arah Myro yang ada di belakangnya, mata Myro sedingin es menatap ke arah tubuh sang Marquis yang tertusuk oleh tombaknya.


Dengan mulut bergetar, Marquis Bonjer berkata "Siapa yang berpikir bahwa aku pada akhirnya akan mati di tangan iblis dari Kerajaan Barga yang telah lama punah, sepertinya ini merupakan balasan yang aku terima akibat membunuh banyak orang dari Kerajaan Barga".


Myro berkata tanpa perasaan sedikitpun "Jangan salahkan aku, bagaimanapun aku membunuhmu bukan untuk membalaskan dendam kepada Kerajaan Barga sebab


kerajaan itu juga sudah lama mati, aku membunuhmu sebab mencoba bertahan hidup".


"Aku tahu, lagipula ini adalah medan perang dimana seseorang bisa hidup maupun mati kapanpun--", kata Marquis Bonjer yang perlahan-lahan menutup matanya.


Menyadari sang Marquis sudah mati, Myro menarik tombaknya.


"Brak!".


Tubuh sang Marquis jatuh ke tanah yang dingin, ia kehilangan hidupnya yang juga memberikan dampak pada 2 roh miliknya yaitu Holuka dan Jirfa.

__ADS_1


__ADS_2