
Menghadapi teriakan Holuka, masih belum ada sedikitpun gerakan di sekitarnya seakan-akan memang tidak ada siapapun yang berada di ruangan ini.
Holuka terus berjalan di sekitar ruangan mesin yang tak terlalu besar ini, namun karena ada banyak mesin aneh serta kurangnya cahaya sehingga seseorang mampu bersembunyi disini apabila orang yang mencari mereka sama sekali tidak memperhatikan dengan hati-hati.
Ia terus berjalan sampai akhirnya sebuah kotak mesin yang cukup besar menarik perhatian nya, kotak ini mempunyai ukuran yang bisa ditempati oleh 2 orang tanpa masalah, selain itu Holuka memang merasakan ada beberapa gerakan dari kotak sejak tadi.
Meskipun gerakan pada kotak sangat berhati-hati yang tidak menimbulkan suara apapun, Holuka sejak menjadi seorang petarung maupun prajurit Kerajaan Alv dulu telah memiliki kemampuan merasakan yang tajam sehingga ia menyadari pergerakan diam dibalik kotak mesin besar ini.
Mendekati kotak mesin secara perlahan-lahan, Holuka langsung menebas pedangnya menuju kotak. Pada waktu yang bersamaan, semua pedang api miliknya segera terbang menebas kotak sedangkan 1 pedang api tetap berputar di sekitar Holuka untuk melindungi dirinya "Kau pikir aku tak akan menyadarinya jika kau bersembunyi di sana!".
"Slash!".
Kotak mesin yang terbuat dari besi terpotong menjadi beberapa bagian akibat serangan Holuka, bahkan pada bagian yang terpotong terdapat jejak besi yang meleleh akibat serangan api pada masing-masing pedang, selama ada orang dibalik kotak besi maka mereka pasti terbunuh oleh serangan tadi.
Namun apa yang mengejutkan Holuka bahwa tak ada seorangpun yang berada dibalik kotak besi melainkan semuanya adalah kabel listrik pada mesin kapal yang terus bergerak-gerak, oleh karena itu serangan Holuka tadi membuat semua kabel listrik di sana terpotong.
Pada waktu yang sama dengan semua kabel listrik terputus, semua lampu yang ada di kapal segera mati sehingga menyebabkan kepanikan penumpang, nampaknya kabel yang dipotong Holuka tadi merupakan kabel listrik.
"Tang!".
Ada suara tabrakan besi yang terdengar dari belakangnya sehingga Holuka bergegas menjauh, akibat ruangan yang menjadi gelap karena lampu yang mati sehingga Holuka belum menyadari atas apa yang sedang terjadi.
Tetapi ia yakin terhadap 1 hal, suara tabrakan besi tadi merupakan Mili yang mulai menyerangnya sebab salah satu penyebab asal suara serangan tadi merupakan pedang api milik Holuka sendiri, lebih tepatnya pedang api yang selalu berputar di sekeliling Holuka untuk melindungi dirinya.
Untungnya pedang api memberikan sedikit cahaya sehingga daerah sekitar tidak terlalu gelap, setidaknya Holuka tetap mampu melihat semua yang berada di jaran 5 meter dari pedang api miliknya.
Ketika Holuka menjauh dari area dimana pedang api yang melindunginya menahan serangan musuh, sebuah tombak muncul dari kegelapan serta terbang cepat menuju lehernya.
__ADS_1
"Tang!".
Saat ini Holuka sudah menarik semua pedang apinya kecuali yang terkena serangan tombak tadi, karena alasan tersebut serangan tombak dari balik kegelapan kali ini tetap gagal melukainya sebab tertahan oleh 2 pedang api miliknya.
Pada awalnya Holuka berpikir Mili akan menarik tombaknya lalu memanfaatkan kegelapan untuk bersembunyi kembali, bagaimanapun bersembunyi dibalik kegelapan merupakan keuntungan terbesar Mili.
Kelemahan Serangan Inti Holuka Pelindung Cincin Mawar Api yaitu mereka tak bisa menyeranb musuh yang tidak terlihat oleh Holuka, selama Mili bersembunyi di kegelapan tanpa membiarkan Holuka melihatnya maka Holuka akan kesulitan untuk menyerangnya.
Masalahnya yang mengejutkan Holuka, tombak sama sekali tidak mundur menuju bayangan seperti yang ia pikirkan melainkan terdengar suara teriakan dari balik bayangan "Aura Darah!".
Aura merah menakutkan mengalir di seluruh tombak, dengan dukungan dari aura darah maka 2 pedang api yang mencoba menghancurkan tombak terlempar sejauh beberapa meter.
Setelah menyingkirkan halangan, sosok Mili muncul dari balik kegelapan, ia berlari secepat mungkin menuju Holuka sebelum semua pedang api terbangnya kembali.
"Apa?", Holuka juga mulai melangkah mundur dengan panik untuk menjauh dari Mili.
Sewaktu Mili semakin mendekat, pedang api terakhir akhirnya terbang untuk menghentikannya.
"Tang!".
Mili dengan mudah membuang pedang terbang terakhir menggunakan ayunan tombaknya yang dilapisi aura darah.
Dengan jatuhnya pedang terbang terakhir milik Holuka, Mili tiba di depan Holuka.
Ia mengayunkan tombaknya tanpa ragu dari samping, Holuka juga mengangkat pedang api di tangannya berusaha menghentikan serangan Mili.
"Tang!".
__ADS_1
Pedang api di tangan Holuka langsung terlempat akibat tombak Mili, ia juga mundur ke belakang sejauh 5 langkah serta hampir duduk ke tanah yang menunjukkan seberapa menakutkan kekuatan dari serangan Mili tadi.
Dengan terlempar nya semua pedang Holuka, Mili menusukkan tombak ke arah lehernya sambil berkata dingin "Pertarungan berakhir!".
"Tang!".
Tepat sebelum tombak Mili mengenai Holuka, 4 pedang terbang yang seharusnya masih jauh telah tiba menghentikan tombak Mili.
Holuka yang berada dibalik 4 terbang tersebut langsung menghilangkan wajah panik miliknya melainkan diganti oleh senyuman percaya diri "Kau benar, pertarungan berakhir sebab aku sudah menunggu kesempatan ini dari tadi untuk menjebak dirimu supaya berhenti bersembunyi!".
"Brak!".
Kali ini tombak dengan aura darah milik Mili yang dipukul mundur oleh 4 pedang terbang.
Mili yang mundur sejauh 2 langkah segera disambut sebuah pedang terbang yang mencoba menebas lehernya
"Slash!".
Sekalipun Mili mengangkat tombaknya untuk menghentikan tebasan pedang, ia masih terlambat yang menyebabkan luka goresan ringan muncul di lehernya. Jika ia lebih terlambat lagi, mungkin tebasan pedang terbanb tadi akan membunuhnya.
Sebelum Mili mampu menarik nafas, pedang-pedang terbang yang lain menyambut dirinya sehingga Mili perlu terus mengayunkan tombaknya untuk menghentikan semua serangan pedang terbang tanpa henti.
Holuka hanya menonton Mili yang sibuk menghadapi 4 pedangnya penuh rasa bangga "Kau tadi berpikir setelah akhirnya melempar 4 pedang milikku, kau mempunyai peluang membunuhku bukan? Kau salah besar, tidak peduli seberapa jauh kau melempar pedang terbang ku, aku mampu menarik mereka kembali menuju sisi tubuhku dengan waktu kurang dari sedetik. Namun aku sudah menunggu kesempatan ini, menggunakan 1 pedang dari awal agar selalu tetap di sisiku untuk melindungiku bertujuan menipumu supaya kau berpikir aku tak mampu menarik pedang terbang ku dengan cepat, pada akhirnya kau benar-benar mengambil tipuan yang aku berikan".
Holuka berjalan untuk mengambil pedang miliknya yang terlempar tadi, setelah ia mengambil pedangnya, ia berjalan menuju Mili yang sibuk menghadapi 4 pedang terbanb miliknya.
Api yang kuat membara di pedang Holuka "Pada akhirnya aku adalah pemenangnya, Milier Lux! Aku sarankan kau menggunakan Serangan Inti milikmu atau kau tak akan mempunyai kesempatan menang".
__ADS_1