PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 21 : HOLUKA


__ADS_3

"Holuka, Holuka, bukankah kau harus pergi ke barak pelatihan hari ini? Kenapa kau masih tidur? Jika kau terlambat lagi, kapten akan memarahimu seperti kemarin".


Holuka tiba-tiba membuka matanya penuh rasa kaget, ia menemukan dirinya berada di meja belajarnya sehari-hari dan orang yang membangunkannya merupakan seorang wanita berambut coklat panjang dengan wajah yang cukup cantik serta berusia sekitar 25 tahun.


"Kenapa kau ada disini, Lirisa?", tanya Holuka bingung, ia memegang matanya yang masih terlihat lelah.


Wanita bernama Lirisa sedang merapikan tumpukan buku yang ada di atas meja Holuka, ia berkata kesal "Apa yang kau katakan Holuka? Kita telah saling mengenal sejak berusia 5 tahun, selain itu bukankah kau akan naik pangkat hari ini? Ayahku khawatir kau akan terlambat pada acara yang begitu penting pada pagi hari ini, jadi ia memberitahuku untuk memastikan bahwa kau datang tepat waktu dan tidak ketiduran. Kalau aku belum datang, bukankah kau masih tertidur sampai sekarang? Kau berencana terlambat datang ke acara kenaikan pangkat milikmu? Cepat pergi mandi, aku akan menyiapkan sarapan".


Lirisa menarik Holuka dari kursinya lalu mendorong ia ke kamar mandi untuk memberitahunya agar pergi mandir. Holuka sama sekali tidak marah terhadap sikap Lirisa yang cukup keras, lagipula seperti yang ia katakan bahwa mereka adalah teman sejak kecil.


Holuka mengambil handuk mandinya sambil tersenyum "Lirisa, terima kasih sudah selalu membantuku, bahkan kau sampai repot-repot datang kesini menyiapkan sarapan ku. Aku yakin siapapun orang yang menikahi mu di masa depan akan menjadi pria yang paling beruntung, apakah aku memiliki kesempatan menjadi pria beruntung tersebut?".


Mendengar perkataan Holuka, wajah Lirisa memerah karena malu. Ia melempar buku-buku yang ada di meja ke arah Holuka dan diikuti teriakan "Berisik! Segera mandi atau kau akan terlambat! Apabila kau terus mengatakan omong kosong, aku tak akan membantumu lagi".


Holuka tertawa kecil terhadap sikap marah Linisa yang sangat imut di matanya, ia berkata "Baik, baik, aku mengerti! Aku akan mandi sekarang".


.....

__ADS_1


Ketika Lirisa berumur 29 tahun, ia sedang memakai baju gaun berwarna putih yang terlihat sangat cantik dan memegang tangan Holuka layaknya pasangan, mereka baru menikah pada waktu berumur 29 tahun.


Di gedung pernikahan tepat sebelum acara pernikahan di mulai dan masing-masing pasangan sedang di ruang ganti sendiri, mereka lagi memakai pakaian terbaik mereka serta mempersiapkan penampilan di ruang ganti.


Seorang pria berusia 55 tahun dengan sebagian besar rambut yang memutih serta memakai kacamata dengan aura seorang terpelajar datang ke ruang ganti Holuka.


Melihat pria tersebut, Holuka yang sibuk merapikan rambutnya dibantu oleh ahli yang mereka bayar untuk membantu menyiapkan penampilan mereka kaget.


Tanpa ragu, Holuka berjalan mendekati pria tersebut "Ayah, kenapa kau datang kesini? Jika ayah mencari Lirisa, ayah harus berjalan lurus ke depan dari sini, setelah itu--".


Pria itu melambaikan tangannya untuk menghentikan perkataan Holuka. Sikap Holuka sangat hormat terhadap pria ini yang tidak lain merupakan ayah dari Lirisa, ayah mertuanya, oleh karena itu Holuka langsung menutup mulutnya menunggu apa yang akan dikatakan sang ayah mertua.


Holuka mengangguk tegas "Aku juga menganggap anda sebagai ayahku sendiri".


Ayah Lirisa mengangguk "Karena aku sudah mengenalmu sejak lama juga maka aku bisa mempercayakan ia kepadamu, Lirisa adalah anakku satu-satunya, anak perempuan yang paling aku banggakan. Oleh karena itu, ayah berpesan satu hal padamu-- Jangan sampai membuat Lirisa menangis, kau harus membuat dia bahagia dan tersenyum! Aku tahu kau adalah seorang prajurit setia kerajaan, namun ingat kau sekarang mempunyai seorang istri yang selalu menunggumu di rumah penuh rasa khawatir. Jadi jangan seperti dulu lagi dimana kau berperang tanpa peduli pada hidupmu, apa yang kau pikirkan adalah kemenangan bagi kerajaan. Bukankah kau sendiri selalu melihatnya, setiap kali kau kembali dengan luka berat, Lirisa selalu menangis. Karena alasan tersebut, ayah mohon padamu supaya menjaga dirimu serta jangan membuat Lirisa terlalu khawatir lagi. Setia kepada kerajaan bukan hal yang salah, tapi pikirkan juga untuk kembali hidup-hidup sebab ada istrimu yang menunggu di rumah".


"Ayah tahu kau merupakan prajurit hebat, namamu terkenal hingga ke seluruh kerajaan maupun kerajaan lain juga menghormati mu. Bukan hanya itu, kau juga pernah bertarung bersama jendral terkuat kerajaan, Jendral Mili. Meskipun begitu, bisakah kau jangan bertindak terlalu gegabah lagi? Paling tidak, pikirkan Lirisa! Apa yang akan terjadi kepadanya kalau kau tiba-tiba terbunuh di medan perang? Ayah tahu kau kuat, masalahnya medan perang penuh hal yang tidak menentu, orang terkuat sekalipun dapat terbunuh di sana!".

__ADS_1


Ayah Lirisa mulai menangis, dapat dilihat seberapa berat ia berusaha melepaskan anak perempuan satu-satunya kepada pria lain.


Melihat sang ayah menangis, Holuka ikut menjatuhkan air matanya "Ayah tak perlu khawatir, Holuka pasti membuat Lirisa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Selain itu, mulai dari sekarang, aku akan pergi berperang sesedikit mungkin. Atasan ku dulu dipindahkan menjadi bagian dari pasukan penjaga kota, ia sempat mengajakku beberapa hari yang lalu, aku akan menerima tawarannya nanti sehingga tidak perlu terlalu sering berperang lagi serta membuat Lirisa khawatir".


.....


Pada usia Lirisa yang ke 32 tahun, malam itu salju mulai turun untuk pertama kalinya pada musim dingin tahun itu.


Holuka kembali ke rumahnya dengan memakai pakaian tebal agar tak kedinginan, ia baru menyelesaikan pekerjaannya menjaga tembok kota hari ini.


"Holuka, kau sudah kembali", kata Lirisa yang membantu Holuka melepas jaket tebal miliknya "Aku mempunyai berita bagus hari ini yang pasti akan membuat kau senang".


Holuka yang baru melepas jaket tersenyum ringan "Berita apa itu? Apakah kau memasak makanan favoritku?".


Lirisa menggelengkan kepalanya, ia berkata dengan tegas "Holuka, aku hamil! Kita akan segera memiliki anak".


Holuka membeku selama beberapa saat sewaktu mendengar berita itu. Setelah itu, tanpa mengatakan apapun, Holuka langsung memeluk Lirisa "Apakah itu benar? Lirisa, apakah kita akhirnya akan memiliki anak?".

__ADS_1


Lirisa mengangguk dengan wajah yang juga terlihat sangat senang "Aku telah memeriksa ke dokter tadi sore, aku juga membayar penyihir untuk memastikan kondisi perutku! Holuka, sebentar lagi aku akan menjadi ibu, sedangkan kau juga akan menjadi ayah".


"Hahahahaha", Holuka tertawa keras karena terlalu senang "Saat ini aku adalah pria yang paling bahagia di dunia, terima kasih juga kepadamu Lirisa yang selalu berjuang keras membantuku selama ini! Mulai sekarang aku akan bekerja lebih baik lagi untuk mendapatkan uang bagi anak kita di masa depan".


__ADS_2