
Myro mengambil sebuah kertas yang terbuat dari kain di tangannya lalu membuka kertas kain pada tanah di bawahnya.
Mili yang penasaran dengan fungsi kertas kain tersebut segera mengerti sewaktu melihat peta yang tergambar dengan baik di atas kertas kain.
Myro menunjuk ke peta yang ia buka "Ini adalah peta yang aku pakai saat berada di militer melawan Kerajaan Talem. Walaupun peta ini tidak mencakup seluruh Kerajaan Talem, namun setidaknya peta ini mencatat lengkap mengenai wilayah di sekitar sini. Masalahnya peta ini dibuat bertahun-tahun yang lalu, sebelum Kerajaan Talem mengalahkan serta merebut kerajaan tempat dimana aku berada sebelumnya. Karena alasan tersebut, mungkin ada beberapa bagian di peta yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang".
Mili mengangguk "Bukanlah kerajaan mu kalah belum terlalu lama? Jadi seharusnya tidak ada banyak yang berubah di peta sehingga kita masih bisa memakainya. Menurutmu kemana kita akan pergi sekarang, tuan? Musuh kita adalah seorang Marquis Kerajaan Talem, ada kemungkinan semua bangsawan disini akan membantunya menangkap kita. Jadi, kita mungkin perlu memilih melewati jalan di kerajaan lain daripada tetap melalui Kerajaan Talem".
Myro berpikir sebentar sebelum menjawab "Gunung Emas sangat jauh dari sini, bahkan peta milikku tidak terdapat lokasi Gunung Emas karena jarak yang terlalu besar. Namun aku pernah mendengar bahwa gunung emas mengarah ke timur dari sini, cara tercepat adalah melalui Dermaga Vaghol yang merupakan milik Count Vaghol dari Kerajaan Talem. Setelah naik kapal dari dermaga maka kita akan tiba di Kerajaan Aeleen yang berarti kita sudah mencapai benua tengah, selangkah lebih dekat dari Gunung Emas yang terletak di wilayah paling timur dunia. Jika kita memilih melewati kerajaan tetangga, waktunya yang dihabiskan terlalu lama sebab kita perlu melewati jalan memutar. Kemungkinan besar kita akan membuang waktu selama sebulan, apakah kau tidak keberatan menghabiskan waktu selama itu?".
"Apabila bisa cepat, aku tentunya menolak untuk membuang waktu", kata Mili menghela nafas dengan wajah berat "Masalahnya kalau Count Vaghol yang menjaga dermaga mengetahui Marquis Bonjer mengejar kita, mereka pasti menutup dermaga serta mencoba menangkap kita juga. Bagaimanapun selama berhasil membantu Marquis Bonjer untuk menangkap kita, sang Marquis akan senang yang menjadi keuntungan bagi masa depan Count Vaghol".
__ADS_1
Myro menggelengkan kepalanya "Mili, kau mungkin baru berada di Kerajaan Talem yang membuat kau tidak mengetahui banyak hal, namun aku sudah berada disini cukup lama. Meskipun aku berada di desa yang terpencil, tapi bukan berarti aku tidak mengetahui sama sekali informasi tentang apa yang terjadi di Kerajaan Talem. Setelah berhasil mengalahkan kerajaan ku, Kerajaan Talem yang menjadi pemenang belum menjadi damai seperti apa yang dipikirkan semua orang pada awalnya".
"Kerajaan dimana aku berada dan Kerajaan Talem merupakan musuh yang saling membenci sejak dulu, oleh karena itu semua orang berpikir selama salah satu dari kami hancur maka kerajaan pemenang pasti menjadi damai. Tetapi semua orang sekarang tahu bahwa apa yang mereka pikirkan salah, ternyata ketika perang lama selesai bukan kedamaian yang terjadi melainkan perang baru, kondisi Kerajaan Talem saat ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu mereka yang sangat setia kepada raja sedangkan kelompok yang lain yaitu mereka yang memiliki ambisi tersendiri serta mempunyai kemungkinan besar memberontak".
Mili terus menatap ke arah Myro, ia terlihat sangat tertarik dengan apa yang dibicarakan Myro.
Menghadapi sikap Mili, Myro tersenyum percaya diri "Karena itu, membawa Marquis Bonjer ke wilayah Count Vaghol tidak akan memberikan dirinya keuntungan melainkan ia sendiri akan kerepotan sebab sang Count akan melarang pasukannya menuju ke dermaga. Lalu ada juga kemungkinan mereka akan berperang serta saling membunuh. Aku yakin Raja Kerajaan Talem sudah lama khawatir terhadap Marquis Bonjer, ia mempunyai 2 roh yang mengikuti dirinya. Selama Marquis Bonjer memberontak dengan dibantu 2 roh serta para pemimpin kerajaan yang telah lama berencana memberontak, ada kemungkinan besar pemberontak sang Marquis berhasil".
Mendengar pertanyaan Myro, Mili berkata penuh keyakinan "Saat kekuatanku menurun akibat racun, aku masih mampu mengalahkan mereka kalau bukan diganggu oleh pasukan penyihir. Sekarang sebagian besar kekuatan milikku pulih, bukan masalah lagi melawan mereka! Namun masalah terbesarnya apabila mereka membuka Serangan Inti! Jika hanya ada 1 Serangan Inti, aku dapat menahannya tanpa masalah. Tapi kalau ada 2, aku mungkin sedikit kerepotan".
Myro mengangguk "Bukankah Holuka lebih kuat dari Jirfa? Aku akan menahan Jirfa selama mungkin, aku harap kau dapat mengalahkan Holuka secepat mungkin ketika aku menahan Jirfa".
__ADS_1
Mili kaget akibat perkataan Myro, ia menggelengkan kepalanya tegas "Tindakanmu tidak jauh berbeda dari bunuh diri, tuan! Biar aku beritahu kamu, meskipun Jirfa lebih lemah daripada Holuka, prajurit rank 8 sekalipun belum tentu menjadi lawannya. Apalagi jika ia sampai membuka Serangan Inti, aku tidak setuju dengan ide yang tuan berikan".
"Jangan khawatir, bagaimanapun ada kemungkinan Jirfa meremehkanku sehingga ia tidak akan membuka Serangan Inti miliknya", setelah itu Myro menatap ke arah tangan kanannya yang ditutupi perban "Selain itu, walaupun ia membuka Serangan Inti, aku masih mempunyai sebuah senjata rahasia untuk menahannya".
Mili segera menatap ke arah tangan kanan Myro, sepertinya tuannya sendiri masih menyimpan beberapa rahasia besar, sesuatu yang mampu menahan Serangan Inti dari roh pasti bukan hal yang mudah. Setidaknya artefak berharga sekalipun, tidak banyak dari mereka yang bisa melawan Serangan Inti Roh. Sekalipun bisa, selesai digunakan maka umumnya artefak akan hancur.
"Tuan, seberapa yakin tuan bahwa tangan kananmu mampu menahan Serangan Inti milik Jirfa?", tanya Mili penasaran.
Myro menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu sebab aku belum pernah melihat seberapa menakutkan Serangan Inti milik para roh. Belum lagi aku juga tidak melihat bagaimana Serangan Inti milik Jirfa, namun aku percaya pada tangan kanan ku ini yang berhasil membuat ku bertahan hidup dari keadaan buruk berkali-kali".
Mili tidak keras kepala dan langsung mengangguk "Karena tuan memutuskan untuk percaya, maka aku juga akan mempercayainya! Kalau kita berhasil baik kapal ke dermaga tanpa bertarung, maka itu lebih baik sebab tujuan utama kita adalah pergi ke Gunung Emas, disana baru kita bertarung memakai seluruh kekuatan sebagai penentu kemenangannya. Oleh karena itu, selama pertarungan masih bisa dihindari, kita akan menghindarinya. Tetapi jika Holuka dan Jirfa berhasil menghentikan kita, jangan ragu memulai pertarungan melawan mereka sesuai rencana yang tuan berikan tadi!".
__ADS_1