PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 7 : TAWARAN MARQUIS


__ADS_3

Semua orang menatap ke arah asal teriakan tadi dimana terdapat seorang pria berusia sekitar 50 tahun dengan rambut putih pendek akibat usia serta pakaian mewah, ada ratusan prajurit yang berdiri tegak di belakangnya sambil memegang senjata mereka. Berdasarkan aura mereka, dapat dirasakan bahwa semua prajurit ini adalah prajurit yang pernah mengalami medan perang meskipun bukan pasukan elit. Bagaimanapun, ada perbedaan besar kemampuan antara prajurit yang pernah mengalami medan perang serta mereka yang belum pernah berperang sekalipun.


Melihat kedatangan pria ini, tanpa menunggu ia memperkenalkan dirinya, Mili kurang lebih sudah mengetahui identitasnya.


Di bawah tatapan semua orang, pria tersebut melangkah maju selangkah "Apakah anda Nona Milier Lux? Maaf karena belum memperkenalkan diri sebelumnya, aku adalah Marquis Bonjer dari Kerajaan Talem saat ini, Garguis Hun Bonjer! Saya telah mendengarkan kehebatan anda di masa lalu, bahkan anda sempat dijuluki sebagai jendral tak terkalahkan! Oleh karena itu, aku akan memberikan penawaran kepada anda, bergabunglah bersama kami! Bukankah Pertarungan 1000 Roh hanya menyatakan pemenang akan mewujudkan apa yang mereka harapkan? Tetapi peraturan sama sekali tidak menyebutkan mengenai batas jumlah pemenang!".


"Disini aku sudah membuktikan bahwa seorang tuan dapat membuat kontrak bersama 2 Roh atau bahkan lebih sesuai kekuatan mereka masing-masing, Holuka dan Jirfa merupakan bukti terbaik serta rekan anda dahulu sebelum kalian bermusuhan sehingga kalian tentunya pernah saling bekerja sama. Jadi aku akan menawarkan kepadamu, bergabunglah bersama kami lalu memenangkan Pertarungan 1000 Roh! Dengan cara itu, 4 orang kita akan mewujudkan tujuan masing-masing".


Jirfa yang mendengar hal tersebut segera berterkak tidak setuju "Tuan, aku menolak bekerja sama dengan wanita gila ini! Ia merupakan seorang pembunuh yang haus darah, jika dia menjadi rekan kita maka wanita ini mungkin akan membunuh kita kapanpun".


Holuka juga berusaha mengatakan sesuatu untuk menolak, tapi Garguis segera membuka mulutnya "Holuka, Jirfa, aku tahu kalian mempunyai dendam dengan Nona Mili akibat masa lalu kalian, namun di sisi lain kalian tentunya juga menyadari seberapa menakutkan kekuatan Nona Mili bukan? Selama ia mampu menggunakan kekuatan penuh, kalian yang saling bekerja sama sekalipun bukanlah lawannya. Jadi, jika orang sekuat Nona Mili berada di pihak kalian serta kalian saling bekerja sama, kemungkinan menang kita akan menjadi lebih besar".


"Aku tahu sulit bagi kalian untuk melupakan dendam masing-masing, tapi aku harap kalian juga mengingat apa tujuan kalian untuk menenangkan Pertarungan 1000 Roh! Bukankah kalian memiliki harapan masing-masing yang berusaha kalian wujudkan? Dengan adanya bantuan Nona Mili, kemungkinan kita berhasil menang juga meningkat, aku yakin kalian menyadari hal tersebut".


Jirfa dan Holuka menggenggam senjata mereka dengan sangat kuat, terlihat seberapa besar dendam mereka terhadap Mili yang sulit mereka lupakan.


Masalahnya baik Jirfa ataupun Holuka mengingat tujuan mereka masing-masing untuk memenangkan Pertarungan 1000 Roh yang lebih penting daripada membalaskan dendam mereka, bahkan mereka menganggap memenangkan pertarungan ini jauh lebih penting dibandingkan hidup mereka sendiri.


Karena alasan tersebut, Holuka adalah orang yang menghela nafas duluan "Aku mengerti! Nona Mili, selama anda bekerja sama dengan kami untuk memenangkan Pertarungan 1000 Roh, aku akan melupakan semua permusuhan dan dendam lama kita".


Jirfa berusaha menolak dengan keras kepala, tapi mengingat tujuannya memenangkan Pertarungan 1000 Roh serta ia memang mengakui seberapa kuat Mili, Jirfa membuang mukanya ke samping yang menunjukkan penerimaannya. Sedangkan mengatakan secara langsung untuk menerima Mili, Jirfa yang sangat membenci Mili tidak akan pernah mengatakan hal tersebut.


Melihat 2 orang tersebut menyerah, Garguis kembali tersenyum ramah "Bagaimana Nona Mili? Aku yakin anda pasti juga memiliki alasan penting untuk memenangkan Pertarungan 1000 Roh bukan? Bagaimanapun, hanya mereka yang memiliki ambisi kuat yang mampu terpanggil ke pertarungan ini dari masa lalu. Selain itu, aturan mengatakan dengan jelas bahwa hanya ada 1 tuan yang bisa menang, sedangkan jumlah Roh, tidak ada aturannya selama mereka mengikuti tuan yang sama".

__ADS_1


Mili menatap ke arah sang Marquis, lalu sebuah senyuman muncul di wajahnya yang meningkatkan jejak kecantikan miliknya sampai-sampai membuat sebagian besar pasukan Marquis membeku "Tawaran yang menarik, aku harus mengakui kau benar-benae hebat membujuk, Marquis Bonjer, Garguis Hun Bonjer! Tetapi biarkan aku memberitahumu jawabanku, aku menolak tawaran yang kau berikan! Sejujurnya aku memang akan berusaha memenangkan pertarungan ini, meskipun aku akan kehilangan hidupku. Masalahnya, aku tidak tertarik mengikuti siapapun dan mengakuinya sebagai tuanku, apalagi oleh orang sepertimu. Daripada mengikuti orang sepertimu, aku lebih memilih setia kepada pria itu yang sudah membantuku, jadi--".


Sebelum mereka siap, Mili bergegas maju dan menusukkan tombaknya ke salah satu prajurit musuh.


"Stab!".


Tombak Mili tepat menusuk leher seorang prajurit Marquis, lalu ia memanfaatkan musuh yang masih kaget dan menebas seorang prajurit lagi sampai mati sebelum bergegas menuju Jirfa.


"Tang!".


Jirfa berkeringat dingin, ia berhasil menghentikan tombak Mili yang berada tepat di depan lehernya. Namun tombak Mili berhasil membuat sebuah luka goresan kecil pada lehernya sehingga Jirfa sedikit ketakutan, kalau ia terlambat barusan meskipun hanya sedetik, kepalanya pasti lepas.


Holuka adalah orang yang kembali sadar lebih dulu, api muncul di pedangnya dan ia menebas ke arah Mili.


Tanpa menunggu Garguis mengatakan apapun, Jirfa berteriak marah "Mili, beraninya kau meremehkanku! Aku akan membunuhmu".


Perlahan-lahan sosok Jirfa menghilang, ia bergegas menuju Mili sebagai bayangan pembunub yang tidak terlihat.


Holuka kaget terhadap gerakan tiba-tiba tersebut "Jirfa, jangan gegabah! Sial, aku perlu membantunya dari serangan Mili!".


Memegang pedangnya yang ditutupi api, Holuka bergegas mengejar Jirfa yang mencoba menyerang dengan terburu-buru.


Di sisi lain, Garguis juga menjadi panik, ia tidak pernah berpikir Mili akan menolak tawaran yang menurutnya menguntungkan semua pihak "Kalian semua, bantu Holuka dan Jirfa untuk membunuh Mili! Karena ia menolak tawaran ku, maka ia harus mati!".

__ADS_1


Para prajurit Marquis yang lain kembali sadar akibat teriakan pemimpin mereka.


Menatap mayat 2 rekan mereka yang mati, setelah sedikit sedih, mereka bergegas menyerbu menuju Mili.


Mereka memang takut terhadap kekuatan Mili yang mampu membunuh 2 rekan mereka dengan mudah, tapi keberadaan Holuka dan Jirfa menambah kepercayaan diri mereka bahwa mereka dapat menang.


Mili tidak panik menghadapi banyak orang yang berlari menuju ke arah dirinya, ia mengangkat tombaknya sambil tersenyum "Jirfa, sejak dulu ataupun sekarang, kau masih belum berubah, masih tetap gegabah saat bertindak".


Tiba-tiba Mili menusukkan tombaknya ke belakang, Mili bukan menyerang ke arah depan dimana sebagian besar musuhnya berada melainkan ia menusuk ke belakang yang kosong tanpa ada apapun kecuali pohon yang cukup jauh.


"Tang!".


Suara tabrakan besi terdengar, perlahan-lahan sosok Jirfa muncul di belakang Mili, lengannya sedikit terluka akibat goresan pedang Mili. Namun untungnya ia menahan serangan itu tepat waktu, jadi lukanya bukan luka yang mengancam hidup.


Setelah itu, Mili menambah kekuatan pada pedangnya yang membuat Jirfa terlempar sejauh beberapa meter sebelum menabrak sebuah pohon dengan keras.


Mengetahui Jirfa tidak mengalami masalah yang mengancam hidup, Holuka memanfaatkan kesempatan tersebut dan muncul di depan Mili.


Ia mengangkat pedangnya yang dipenuhi kobaran api membara "Ledakan Semangat Api!".


Mili juga mengangkat tombaknya tanpa ragu, ia siap menghentikan serangan Holuka.


Tapi sebuah rantai muncul dari tanah yang langsung mengikat tombak Mili, walaupun akhirnya dengan kekuatan Mili, rantai tersebut hancur dengan sekali tarikan kekuatan. Masalahnya akibat gangguan rantai barusan, Mili terlambat selama sedetik sehingga serangan api menakutkan Holuka jatuh kepada dirinya.

__ADS_1


"Booooom!".


__ADS_2