
Melihat Myro yang memuntahkan seteguk darah, Mili segera menjadi khawatir "Myro, bertahanlah! Luka yang kau miliki terlalu berat, Jirfa itu benar-benar tidak menahan dirinya sama sekali!".
Mili tentunya dapat menemukan luka di tubuh Myro, lagipula Myro sebelumnya ditusuk secara langsung oleh belati milik Jirfa.
Semakin lama Mili memeriksa luka tusukan di tubuh Myro, wajahnya menjadi semakin suram.
Myro sudah melindunginya berkali-kali, oleh karena itu ia menganggap Myro sebagai rekan yang bisa dipercaya.
Melihat Myro yang terluka serta mendekati kematiannya seperti sekarang, bagaimana mungkin Mili merasa senang? Ia tentunya khawatir terhadap keadaan yang dialami Myro.
Kondisi Myro semakin melemah, bahkan nafasnya menjadi berat yang membuat Mili tambah khawatir "Apakah kau mempunyai obat yang kau simpan? Aku juga tidak bisa melakukan sihir penyembuhan apapun, kenapa aku tidak menyiapkan obat apapun selama ini!".
Sebagai seorang roh dengan kemampuan regenerasi cepat, Mili tidak pernah menyiapkan obat apapun sebab obat tidak berpengaruh banyak bagi roh. Namun sekarang ia menyesal, kalau tahu hal ini akan terjadi, Mili pasti menyiapkan obat.
Selama perjalanan, Mili tidak pernah berpikir ia akan menemukan seorang manusia yang perlu ia lindungi.
__ADS_1
Myro perlahan-lahan membuka matanya yang terasa sangat berat, ia menatap ke arah Mili yang terus panik dari tadi "Jangan begitu khawatir, sejak awal aku datang membantumu adalah keputusan pribadi yang aku pilih, kau tidak perlu merasa bersalah atau bertanggung jawab atas apapun jalan yang aku pilih. Bagaimanapun aku mati disini bukanlah kesalahanmu, melainkan kesalahanku yang memutuskan menyerang secara gegabah. Aku tidak tahu kenapa, setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu mengingat seseorang, seorang wanita yang selalu mengejar mimpi ideal yang ia miliki. Tetapi pada akhirnya, ia mati tanpa pernah berhasil membuat mimpi idealnya menjadi kenyataan".
"Mili, pokoknya jangan merasa bersalah atas apa yang terjadi, sejak awal tanganku bukanlah tangan yang bersih melainkan sudah ditutupi oleh banyak sekali darah. Aku tidak tahu berapa banyak orang uang telah aku bunuh selama ini, namun sekarang kemungkinan besar adalah bayaran atas semua orang yang aku bunuh. Mereka yang aku bunuh pasti memiliki keluarga, karena tindakanku maka mereka kehilangan ayah, suami maupun anak mereka. Karena alasan tersebut, hari ini aku menerima semua balasan atas dosa yang aku buat, kau tinggal menganggap kematianku akibat alasan tersebut sehingga kau tidak merasa bersalah lagi-- Terima kasih, Mili! Setidaknya kedatangan dirimu membuat aku mati sebagai prajurit layaknya rekan ku yang lain, bukan seorang penakut yang melarikan diri dari medan perang--".
Myro perlahan-lahan menutup matanya, nafas yang ia miliki semakin melemah, bahkan tubuhnua sedikit menjadi dingin sebab darahnya yang terus berkurang dari luka fatal di tubuhnya.
Mata Mili terus jatuh pada tubuh Myro yang semakin melemah, setetes air jatuh dari wajahnya dan ia berkata dengan kesal "Apa-apaan ini, padahal kita baru bertemu kurang dari seminggu tapi aku merasa sangat terluka jika kehilangan dirimu. Selain itu kau terlalu tidak adil, Myro! Kau selalu membantuku namun kau tidak pernah memberiku kesempatan membalas kebaikanmu, kau terus-menerus bersikap dingin padaku sebelumnya tapi kau sekarang begitu peduli padaku. Kau memanggilku menggunakan namaku dengan lembut, kau juga berusaha menghiburku supaya aku tak merasa bersalah atas kematianmu, bukankah ini terlalu tidak adil? Kau sangat egois, Myro".
Nafas Myro terus melemah, Mili tahu waktu Myro sudah tak lama lagi sehingga ia ragu-ragu sebentar sebelum matanya berubah menjadi tegas "Aku, Milier Lux bukan orang yang tidak tahu berterima kasih. Selain itu di antara semua orang yang aku temui selama ini, kau adalah satu-satunya orang yang aku akui! Selama ini kau telah bertindak egois tanpa memperdulikan perasaan serta rasa terima kasih ku, jadi aku yakin kau tidak akan keberatan kalau aku yang bersikap egois sekarang bukan?".
Cahaya merah meledak dari tubuh Mili yang menyebar menuju tubuh Myro, cahaya merah terutama berkumpul di antara kening Myro dan Mili yang membentuk sebuah bola.
Pada awalnya hanya ada cahaya merah yang muncul dari tubuh Mili, tapi kegelapan yang suram juga muncul dari tubuh Myro yang bergegas menuju Mili serta bergabung bersama cahaya merah miliknya.
Di tengah cahaya merah yang bersinar serta kegelapan yang suram, Mili membuka matanya dengan sebuah senyuman "Kau tahu Myro-- Tidak, maksudku tuan! Apabila orang seperti anda dianggap telah berdosa karena membunuh banyak orang dan sekarang adalah waktunya kau menerima pembalasan, lalu bagaimana denganku? Dirimu hanya menutupi tanganmu dengan darah, sedangkan aku membentuk sebuah kolam darah raksasa di bawah kakiku yang selalu berusaha menenggelamkan diriku menuju keputusasaan. Dibandingkan diriku, pembunuhan yang kau lakukan terlalu kecil untuk menerima pembalasan. Paling tidak sampai orang seperti diriku mati akibat semua pembunuhan yang aku lakukan, kau belum boleh mati, tuanku".
__ADS_1
.....
Di kejauhan, terdapat seorang anak berusia sekitar 15 tahun berdasarkan tubuhnya yang sedang duduk di atas tahta, aura hitam menakutkan dapat dirasakan di seluruh tubuhnya yang membuat orang lain merasa ketakutan.
Masalahnya anak ini duduk di sebuah tahta pada kerajaan yang telah berubah menjadi reruntuhan, ada banyak orang berbaris di seluruh ruangan sambil menundukkan kepala mereka, menunggu perintah orang yang sedang duduk di tahta.
Seorang berjubah hitam yang terlihat seperti penyihir berjalan mendekati anak yang berada di atas tahta dengan hormat "Raja ku, 1 bintang lagi hilang, apalagi kali ini bintang nya cukup besar".
"1 bintang hilang? Sepertinya para roh mulai memilih tuan mereka dengan cepat, kali ini bintang siapa yang hilang?", kata anak tersebut menutup matanya seakan-akan sedang tertidur damai.
Penyihir itu ragu-ragu sebentar sebelum berkata "Bintang yang hilang adalah Nona Milier Lux, Roh peringkat 2 dari Kerajaan Alv kita".
Anak kecil itu akhirnya membuka matanya yang semua bagian mata berwarna hitam, sama sekali tidak ada bagian berwarna putih pada matanya.
Tiba-tiba tawa keras terdengar dari tubuh anak kecil tersebut, namun ada juga air mata yang jatuh dari wajahnya "Begitu, begitu rupanya! Ia menolak mengakui diriku serta mengatakan hanya selalu setia kepada kerajaan, nyatanya ia sekarang memberikan kesetiaannya kepada orang lain. Sudah kuduga, di dunia ini tidak ada yang bisa aku percaya kecuali diriku sendiri, bahkan Mili juga mengkhianatiku. Baiklah, kalau begitu aku akan membawa bencana ke dunia ini lalu membangun ulang seluruh dunia yang mengakui diriku. Apakah kalian semua akan mengikuti ku?".
__ADS_1
Aura hitam mengalir dari seluruh tubuh pasukan di bawah sang anak, mereka langsung berlutut serta aura kegelapan yang membunuh semakin kuat pada tubuh mereka "Kami akan mengikuti anda dan membangun ulang dunia yang telah hancur ini, yang mulia!".