PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 37 : DITELAN KEGELAPAN


__ADS_3

"Orang gila!", kata Myro suram.


Sebagai prajurit elit dari Kerajaan Barga, Myro tentunya mengenal banyak pembunuh terkenal juga dari kerajaan dia dulu baik pembunuh yang dilatih bangsawan maupun raja. Tidak peduli pembunuh darimana mereka berasal, mereka semua pasti tetap mementingkan hidup mereka juga. Karena alasan tersebut, di mata Myro perkataan Jirfa seperti perkataan orang gila.


Jirfa langsung berubah menjadi dingin, ia menatap Myro dengan mata penuh rasa pembunuhan "Aku tidak akan keberatan berapa kalipun kau mengejekku, dibandingkan kau mengejek ayahku atau apapun yang ia katakan! Disini, kau adalah orang yang gila, apakah kau berpikir dengan menusuk salah satu dari 5 diriku maka kau bisa menang? Itu salah besar, 5 Bayangan yang merupakan Serangan Inti milikku bukan hanya membuat tubuhku menjadi 5 melainkan selama masih ada kegelapan di sekitar, maka aku dapat terus memulihkan diriku tanpa henti! Jadi aku sarankan kau untuk menyerah, di dunia ini akan selalu ada kegelapan yang berarti aku tidak terkalahkan".


Tiba-tiba di tengah beberapa saat diam, Myro tertawa keras yang membuat Jirfa bingung "Kenapa kau tertawa? Apakah kau menjadi gila ketika dirimu akan mati?".


Myro yang tertawa keras melambaikan tangannya "Aku tertawa bukan karena gila melainkan aku merasa sedikit lucu, kau mengatakan kemenanganmu begitu percaya diri. Aku memang mengakui bahwa kau memang kuat, aku hampir tak mempunyai kesempatan menang melawanmu. Namun sejak kau memakai senjata kutukan itu, aku memiliki kesempatan besar menang".


"Apa maksudmu?", tanya Jirfa dengan wajah gelap, ia belum mengerti maksud perkataan Myro.


"Kau sudah jujur memberitahuku tentang kekuatanmu, jadi aku akan memberitahumu juga tentang diriku", kata Myro yang membentuk sebuah tombak es di tangan kanannya "Selain menjadi seorang prajurit, sebenarnya aku juga pandai besi yang cukup terkenal di Kerajaan Barga, kau tahu tombak Rune yang aku pakai sebelumnya? Semua itu adalah buatanku sendiri baik tombaknya maupun Rune yang ada di atasnya, yah tujuanku bukan untuk memamerkan kemampuan pandai besi ku kepadamu melainkan karena aku pandai besi yang cukup mampu sehingga aku tahu belati di tanganmu bukan hanya sebuah senjata kutukan melainkan itu jebakan yang dibuat pemilik sebelumnya untuk pengguna berikutnya-- Bukan, belati itu dulunya milik ayahmu bukan? Berarti belati itu sejak awal dibuat untuk menjebak dirimu".


Jirfa marah terhadap perkataan Myro, ia langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang "Sudah akuaku bilang, apabila kau mengatakan sesuatu yang buruk--".

__ADS_1


"Tunggu dulu, jangan marah dulu sebab aku hanya mengatakan kebenarannya", kata Myro menatap tajam ke arah belati Jirfa "Aku akan bertanya 1 hal padamu, apakah ayahmu mencoba mencari kehidupan tanpa akhir atau sesuatu seperti itu? Jebakan di belati milikmu akan aktif saat belati nya hancur, kau akan jatuh menuju kegelapan dimana jejak roh dari pemilik belati sebelumnya yang ada di belati tersebut akan mencoba mengambil tubuh milikmu. Selama tubuhmu sedang direbut, aku mampu membunuh--".


"Sudah aku bilang diam!", teriak Jirfa yang bergegas tiba di depan Myro penuh kemarahan, ia langsung menebas ke arah leher Myro tanpa ragu.


"Slash!".


Myro mundur selangkah sehingga tebasan belati tadi tidak membunuhnya, namun tetap ada jejak tebasan kecil di lehernya yang tak begitu fatal.


"Jangan pikir sudah berakhir!", teriak Jirfa yang menebas tangan Myro memakai kekuatan penuh, ia berusaha memotong tangan kanan Myro.


Kali ini Jirfa memakai kecepatan penuh miliknya, belum lagi 4 Jirfa yang lain berada di sekitarnya juga untuk menyerang sehingga Myro sama sekali tidak bisa menghindar tepat waktu.


Jirfa kaget sebab sewaktu belati miliknya menebas tangan kanan Myro yang ditutupi perban, tangan kanan Myro sama sekali tidak terpotong seperti apa yang ia pikirkan melainkan belati miliknya yang patah.


Dibalik jejak perban yang terpotong, ada sedikit lubang pada perban sehingga Jirfa dapat melihat tangan kanan Myro sedikit yang berwarna hitam seperti besi. Lebih tepatnya tangan Myro sendiri bukan seperti tangan manusia, melainkan tangan mesin.

__ADS_1


Sebelum Jirfa sadar dari rasa terkejutnya, tangan kanan Myro memakai kepala Jirfa yang barusan menebas dirinya "Aku lupa memberitahumu 1 hal lagi, julukan tangan kanan hitam milikku itu benar! Jadi sekarang kau bisa pergi, jangan sampai belati milikmu membawa masalah kepadaku!".


Myro melempar Jirfa yang belati nya patah menjauh.


Jirfa yang terlempat ke udara berputar beberapa kali di udara sebelum mendarat di tanah tanpa masalah ketika ia kembali sadar, setelahnya ia menatap ke belati di tangannya penuh rasa khawatir sebab itu adalah belati yang ditinggalkan ayahnya serta benda yang selalu ia lindungi.


"Gawat, bagaimana mungkin aku membuat belati yang diberikan oleh ayah patah? Apa yang harus aku lakukan?", teriak Jirfa tersebut penuh rasa panik, ia terlihat akan menangis.


"Jangan khawatir, sebentar lagi kau juga tidak akan membutuhkan belati itu karena kau akan kehilangan hidupmu setelah jatuh ke jebakan yang ada disana dari pemilik sebelumnya", kata Myro tak peduli.


"Sudah aku bilang tutup mulutmu!", teriak Jirfa penuh kemarahan, 4 Jirfa yang ada di sekitarnya Myro mengangkat belati nya dan berencana menyerang dia lagi, tapi keadaan tiba-tiba berubah.


Belati Jirfa yang patah sebelumnya meledak dengan aura hitam yang aneh. Aura hitam itu bergegas menutupi seluruh tubuh Jirfa yang memegang belati, lalu sebuah bola berwarna hitam terbentuk di sana seperti sebuah kegelapan yang menelan Jirfa.


4 Jirfa yang lain bingung terhadap apa yang terjadi, mereka mencoba berlari untuk membantu Jirfa yang jatuh ditelan bola kegelapan tersebut, tapi mereka menyadari bahwa diri mereka mulai menghilang.

__ADS_1


"Setelah kalian jatuh menuju kegelapan yang ada di sana, semua energi atau kekuatan kalian akan menghilang. Oleh karena itu, tanpa peduli apakah kalian semua merupakan Jirfa yang asli, selama salah satu dari kalian jatuh ke bola kegelapan, maka semua kekuatan maupun energi kalian akan menghilang yang berarti kemampuan 5 Bayangan ikut menghilang. Pertandingan berakhir! Meskipun aku bukan pemenang sepenuhnya sebab aku tidak mengalahkanmu di pertarungan 1 lawan 1, setidaknya aku dapat membunuh tanpa masalah dengan membekukan dirimu yang kehilangan kesadaran di bola kegelapan. Aku memanfaatkan rencana orang lain untuk menang, jadi ini juga bisa dibilang kemenangan ku", kata Myro tanpa keraguan sedikitpun setelah melihat 4 Jirfa yang lain menghilang.


Saat ini di ruangan tersebut hanya tinggal Myro bersama bola kegelapan yang menelan Jirfa, Myro melihat bola kegelapan tersebut penuh rasa jijik "Walaupun aku dan Jirfa adalah musuh serta bola kegelapan ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang membantuku untuk menang, namun orang yang membuat jebakan pada belati kutukan itu terlalu menjijikan! Ia bahkan menggunakan anaknya sendiri sebagai wadah, melatih anaknya untuk menjadi pembunuh hebat agar bisa ia gunakan sendiri, benar-benar tindakan yang menjijikan!".


__ADS_2