
Mili dan Holuka saling menatap dengan tajam, mereka sama-sama sedang mengawasi serta mengamati celah masing-masing untuk mulai menyerang.
Walaupun Holuka berada di atas angin sebab ia menggunakan serangan inti miliknya, ia sama sekali tidak berani bergerak gegabah. Alasannya yaitu Mili juga belum memakai serangan inti miliknya, lalu alasan lain adalah sekalipun Mili tak membuka serangan inti, kekuatannya tetap menakutkan sehingga Holuka tidak berani bertindak sembarangan.
Mereka terus mencari celah sampai Holuka memutuskan bergerak lebih dulu, Holuka mulai melangkah maju, pada waktu yang bersamaan 4 pedang api yang selalu berputar di sekitar Holuka mulai menyebar.
1 pedang api terbang serta menyerang dari depan, 1 pedang api dari kiri, lalu 1 pedang api lainnya menyerang dari kanan Mili, untuk 1 pedang api terakhir tetap berada di sekitar Holuka melindungi dirinya.
Walaupun semuanya adalah pedang api yang terbang dengan keadaan berputar-putar, tapi setiap kali pedang api berputar maka api yang ada di sekitarnya menunjukkan bentuk seperti bunga mawar dengan kelopak bunga api yang terus berjatuhan.
"Tang! Tang!".
Mili memukul 2 pedang api yang menyerang dari kiri dan kanannya tanpa masalah, setelah itu ia menghindari pedang api yang menyerang dari depan dengan sedikit menggerakan tubuhnya ke samping.
Tiba-tiba 2 pedang api yang dipukul menjauh terbang kembali menuju ke arah dirinya, sedangkan pedang api yang berhasil ia hindari berputar seperti bumerang yang bergegas menuju ke arah Mili lagi.
Kali ini Myro di serang dari 4 arah sebab bagian depan terdapat Holuka juga yang menebaskan pedangnya.
"Duri Mawar Api!", teriak Holuka dimana api pedangnya berubah menjadi batang mawar yang penuh duri lalu meledak mencoba menangkap Mili.
"Slash!".
Mili memotong batang mawar api yang menyerang ke arah dirinya. Tapi tidak peduli seberapa keras Mili mencoba memotongnya, batang mawar api terus tumbuh kembali mencoba menangkap dirinya.
__ADS_1
Di tengah keadaan terdesak, Mili memusatkan kekuatan yang besar di tombaknya "Aku mengakui serangan inti yang kau miliki memang merepotkan, tetapi pada akhirnya ada sebuah kelemahan besar pada setiap kekuatan yaitu penggunanya! Selama sang pengguna mati, tak peduli seberapa kuat kekuatan tersebut, pada akhirnya semua akan menghilang. Aura Darah!".
Aura merah aneh berkumpul di tombak Mili, ia menarik nafasnya sebelum mengayunkan tombaknya menuju ke arah tumpukan batang mawar api yang mencoba membunuh dirinya dengan cara menangkapnya.
"Slash!".
Aura darah dari tombak Mili membentuk tebasan yang memotong tumpukan batang mawar berduri.
Setelahnya, tebasan tersebut terus maju hingga sampai tepat di depan Holuka.
Menghadapi tebasan serangan tombak Mili, Holuka berkata percaya diri "Kau benar, tak peduli seberapa kuat suatu serangan selama penggunanya mati maka semua itu akan menghilang. Namun kau melupakan 1 hal, serangan inti milikku bukanlah sebuah serangan untuk membunuh musuhnya, melainkan tujuan utama serangan inti ku adalah pelindung yang melindungi targetnya, sesuai nama serangan inti milikku yaitu Pelindung Cincin Mawar Api!".
"Brak!".
Serangan aura darah Mili segera dihentikan oleh 1 pedang api yang masih berputar di sekitar Holuka.
Tetapi perlahan-lahan aura darah Mili melemah sedangkan pedang api Holuka tetap sama kuatnya.
Di bawah serangan berputar pedang api, akhirnya serangan aura darah Mili benar-benar menghilang.
Di sisi lain, Mili menghindari pedang api yang menyerangnya dari sisi kanan, lalu ia menebas pedang api dari sisi kiri menggunakan tombaknya.
Merasakan krisis dari belakang, Mili melompat ke atas tanpa ragu yang membuat ia berhasil menghindar lagi.
__ADS_1
Melihat bagian belakang dirinya merupakan bagian kosong, Mili berlari ke arah belakang tanpa ragu. Ia bukan orang bodoh, kalau terus seperti ini maka tinggal masalah waktu sampai ia akan dikalahkan oleh Holuka.
Karena alasan tersebut, Mili lari menuju pagar yang membatasi antara kapal dan laut.
Tanpa ragu, Mili melompat hingga berdiri di atas pagar pembatas, lalu ia melompat menuju laut tanpa ragu.
"Apa?", Holuka kaget terhadap langkah gila Mili, mereka sekarang berada di tengah-tengah laut.
Walaupun kapal mereka belum terlalu lama berangkat, tapi mereka sudah cukup jauh dari dermaga. Jika melompat sekarang, ada kemungkinan besar mati di tengah laut baik akibat tenggelam, kelelahan, maupun kelaparan.
Oleh karena itu, Holuka tak pernah berpikir Mili akan memilih lompat ke laut sebagai jalan melarikan diri. Siapa yang berpikir, jalan paling tidak mungkin sebaliknya menjadi jalan yang dipilih oleh Mili.
Tanpa ragu, Holuka berlari menuju ke arah dimana Mili melompat diikuti oleh 4 pedanb api yang terus terbang di sekitarnya sambil bergumam "Apakah dia gila? Ia bahkan meninggalkan tuannya hanya untuk hidupnya sendiri, apakah ia tidak punya hati-- Tunggu, ia adalah jendral berhati dingin yang membunuh 1 ibukota tanpa ragu, aku rasa bukan hal yang aneh kalau ia meninggalkan tuannya juga untuk hidupnya sendiri".
Ketika sampai di pagar pembatas, Holuka langsung melihat ke bawah dimana ia terkejut menemukan sebuah batang besi tajam yang terbang ke arah dirinya.
"Tang!".
Untungnya ada 4 pedang api yang selalu melindunginya sehingga batang besi itu gagal melukainya.
Tetapi Mili yang sekarang sedang bergantung di tembok kapal dengan cara menusukkan tombaknya pada tembok tersenyum bangga "Seperti yang aku katakan, setiap kekuatan mempunyai kelemahan! Nampaknya aku berhasil menemukan kelemahan fatal dari kekuatanmu yang lain yaitu 4 pedang api itu hanya bisa menyerang orang yang kau lihat. Kalau target tidak berada di bawah penglihatan mu, maka pedang api tidak akan bisa mengejarnya, apakah aku benar".
Wajah Holuka menjadi dingin, ia sadar ternyata Mili menipu dirinya, ia berpura-pura melompat dari kapal supaya ia lengah yang membuat Mili mengetahui 1 kelemahan yang lain dari kekuatan intinya.
__ADS_1
"Apabila kau mengetahui hal itu lalu kenapa? Apakah kau pikir sudah menang? Aku mungkin tidak dapat menyerang mereka yang tidak berada di bawah penglihatanku, meskipun begitu pertahanan pedang api milikku akan selalu melindungiku secara otomatis baik aku sadar maupun tidak. Jadi pada akhirnya serangan mu tak akan melukaiku", kata Holuka percaya diri, lalu ia melambaikan tangannya yang membuat 2 pedang api bergegas menuju Mili yang bergantungan pada tombaknya yang menusuk kapal "Selain itu bukankah keadaanmu benar-benar buruk sekarang? Dengan melompat lalu bergantungan pada tombakmu, bukankah berarti kau tidak mempunyai tempat melarikan diri lagi dari pedang ku kecuali kau melompat ke laut?".
Menghadapi 2 pedang api yang mendekati dirinya, Mili yang hampir tidak punya jalan melarikan diri lagi berkata dengan senyum mengejek "Apakah menurutmu begitu? Namun kau salah, ada jalan melarikan diri disini!".