PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 16 : RUNE KUNO


__ADS_3

Mendengar perkataan Sang Marquis, Jirfa bertanya aneh "Tuan, kenapa anda ragu? Bukankah itu hanya wilayah Count? Selama mereka mendengar gelar Marquis milik tuan, aku yakin kita pasti disambut di wilayah mereka. Bahkan Count Vaghol itu mungkin akan membantu kita menangkap Mili".


"Jika sekarang keadaannya adalah waktu dimana Kerajaan Talem masih melawan Kerajaan Barga, maka apa yang kau katakan benar sebab bangsawan belum terbagi menjadi 2 pihak", kata Marquis Bonjer dengan wajah suram "Namun sekarang berbeda, Count Vaghol yang memiliki dermaga merupakan salah satu pengikut paling setia dari raja, ia selalu bertentangan denganku sebab mengetahui ambisi milikku yang berusaha menguasai kerajaan. Oleh karena itu, saat mengetahui aku datang ke wilayahnya, ia pasti akan menghentikanku serta tidak menutup kemungkinan kami akan saling berperang".


Wajah Holuka serta Jirfa juga menjadi berat, mereka tahu seberapa buruk masalah ini. Setelah ini, kemungkinan besar akan sulit menemukan jejak Mili karena sewaktu sudah mencapai dermaga lalu menuju ke lautan memakai kapal, jejak pergerakan Mili menjadi lebih sulit untuk diketahui.


Melihat wajah 2 orang itu menjadi suram, Sang Marquis lanjut berkata lagi "Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak bisa mengejar mereka lagi, kita dapat mengambil resiko untuk menyusup ke wilayah Count Vaghol dengan membentuk kelompok kecil agar tidak diketahui. Masalahnya, kita perlu membuat rencana dengan hati-hati sebab sepertinya lawan kita kali ini bukan hanya Mili, melainkan ada 1 orang lagi yang merepotkan".


Holuka langsung mengerti "Apakah kau mengenal orang yang menggunakan Rune Kuno ini, tuan?".


Marquis Bonjer melihat jejak es di tanah sebelum menggelengkan kepalanya "Jika tentang Rune Kuno, aku kurang mengetahuinya, bahkan sekarang aku baru mengetahui ada sesuatu yang disebut sebagai Rune Kuno, berbeda dari Rune normal yang aku ketahui. Tetapi aku pernah mengenal orang yang sering menggunakan sihir es seperti Eternal Winter, Hutan Paku Es yang merupakan sihir tingkat 5, lalu selama di medan perang ia juga terkenal menggunakan tombak serta busur panah, beberapa kali ia menjebak musuhnua memakai jebakan Rune es. Karena alasan tersebut, aku yakin ia orang yang sama dengan orang yang aku kenal di masa lalu, meskipun seharusnya ia sudah dianggap mati sejak lama. Pria tersebut yang datang membantu Mili, kemungkinan besar ia adalah Myro Aras Sang Es Abadi dari Kerajaan Barga! Sosok yang pernah menjadi target utama seluruh Kerajaan Talem beberapa tahun yang lalu, raja Kerajaan Talem juga memberikan hadiah yang sangat tinggi bagi siapapun yang dapat membunuhnya sebab ia sendiri pernah membunuh banyak sekali petarung serta penyihir rank 5 hingga rank 6 di pihak kami".


Wajah Holuka juga menjadi tegas, sebagai orang yang berasal dari medan perang, ia tahu dengan sangat jelas bahwa mereka yang bisa mendapatkan julukan di medan perang umumnya orang-orang dengab kekuatan yang berada di atas pikiran orang lain seperti dirinya sendiri, Jirfa atau Mili. Lebih tepatnya mereka yang menjadi roh umumnya di masa lalu adalah tokoh berpengaruh baik di medan perang maupun pertarungan.


"Tuan, ceritakan lagi lebih banyak mengenai semua yang anda ketahui tentang Myro ini!", kata Holuka sebab kekuatan Myro akan mempengaruhi bagaimana strategi yang akan mereka gunakan berikutnya.

__ADS_1


.....


Myro dan Mili sekarang sedang berada di kereta kuda dimana ada beberapa orang lain selain mereka yang berada di kereta ini juga.


Di dunia ini, kereta kuda merupakan kendaraan umum yang digunakan orang-orang sehingga tidak aneh kalau ada kereta kuda yang mencari penumpang untuk pergi dari 1 wilayah ke wilayah lain.


Mili yang duduk di samping Myro berkata dengan suara kecil supaya orang di sekitar mereka tidak mendengarkan apapun "Tuan, kenapa kita menaiki kereta penumpang yang lambat seperti ini? Daripada naik kereta kuda, bukankah lebih baik berlari sebab dengan kekuatan kita, kecepatan berlari yang kita miliki masih jauh di atas kecepatan kereta kuda ini".


Myro yang mencoba menutup matanya untuk tidur berkata "Mili, apabila kau sedang mengejar roh lain, apakah kau berpikir mereka akan naik kereta kuda untuk melarikan diri?".


Mili terkejut akibat pertanyaan Myro, ia menggelengkan kepalanya ragu "Aku pasti tidak akan berpikir seperti itu karena selama roh berlari memakai kekuatan penuh, mereka pasti lebih cepat daripada kereta kuda penumpang seperti ini, apakah itu alasan kenapa tuan memilih kereta kuda dibandingkan lari ke dermaga?".


"Tetapi kereta penumpang berbeda, yang diperiksa hanya kusir kuda sedangkan penumpang cukup membayar biaya melewati gerbang. Jadi walaupun lambat, setidaknya menggunakan kereta kuda membuat kita lebih aman".


Mili terus mengangguk sambil mendengar penjelasan Myro "Ternyata tuan telah memikirkannya sampai sejauh itu, kalau begitu aku tidak akan mengatakan apapun lagi. Benar juga, bagaimana dengan Rune Kuno yang kau buat di tembok gua tadi?".

__ADS_1


Myro membuka matanya sedikit dan menatap ke arah mata Mili yang bersinar, sepertinya ia sangat penasaran "Tidak ada hal khusus, aku mempelajarinya dari seseorang yang aku anggap sebagai ayahku sendiri".


Mili terus mencoba bertanya "Tuan, apabila kau tidak keberatan menjawab, apakah nama--".


Tanpa menunggu Mili menyelesaikan perkataannya, suara teriakan seorang anak kecil di kereta tersebut terdengar "Ibu, ibu, lihat! Apakah itu laut yang selalu ibu ceritakan!".


Akibat suara anak kecil itu, semua orang menatap ke arah jendela kereta yang dibuat agar semua penumpang bisa mendapatkan angin.


Tetapi saat ini, mereka semua melihat laut yang terbuka luas melalui jendela kereta, ada banyak kapal yang berlayar melewati laut sebab tempat ini sendiri dekat dengan Dermaga Vaghol sehingga banyak dilalui kapal.


Melihat lautan yang luas, Mili menghela nafas "Cukup lama sejak terakhir kali aku melihat lautan, namun setiap aku melihat lautan di masa lalu pasti bukan dengan keadaan damai seperti sekarang, melainkan suasa perang yang mencekam. Terima kasih sudah menemaniku, tuan! Pada awalnya aku berpikir kalau mempunyai seorang tuan, itu hanya akan merepotkan roh sebab tuan dapat mengatur roh untuk beberapa perintah tertentu, oleh karena itu aku menolak mengakui siapapun menjadi tuanku selain karena kesetiaanku kepada kerajaan, aku berpikir keberadaan tuan tidak akan memberikan bantuan apapun. Tapi ternyata apa yang aku pikirkan salah, melakukan perjalanan bersama seseorang cukup menarik juga".


Myro yang juga menatap ke arah lautan berkata "Bagaimanapun semuanya bukan salahmu, aku yang terlalu ikut ke masalah milikmu, jadi sudah seharusnya aku berterima kasih sebab kau tidak keberatan atas tindakanku".


Kusir kereta kuda yang berada di depan berteriak "Semuanya, kita tiba di Kota Vaghol, tempat dimana salah satu dermaga terbesar di kerajaan ini berada serta wilayah dari Count Vaghol, persiapkan diri kalian!".

__ADS_1


Semua orang melihat ke arah depan untuk menemukan sebuah kota yang ditutupi oleh tembok batu raksasa di arah depan sedangkan bagian belakangnya sama sekali tidak mempunyai tembok batu, alasannya bagian belakang merupakan dermaga sehingga tidak diperlukan tembok batu untuk melindunginya.


Mili tersenyum dan berkata kepada Myro sambil menatap dengan mata rubi miliknya "Tuanku, mulai dari sekarang dan ke depannya, aku harap kita bisa terus saling bekerja sama dengan baik! Ayo, perjalan kita baru di mulai!".


__ADS_2