PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 15 : MELARIKAN DIRI MENUJU WILAYAH COUNT VAGHOL


__ADS_3

Marquis Bonjer dan Holuka saling bertemu di hutan bersama pasukan mereka, Holuka menghapus keringat miliknya sambil berkata "Tuan, bagaimana? Apakah anda menemukan jejak orang-orang tersebut?".


Marquis Bonjer menggelengkan kepalanya "Tidak beruntung, aku sama sekali tidak menemukan jejak mereka!".


"Seharusnya itu tidak mungkin, pria yang mencoba menyerang kita tadi terluka berat serta hampir mati, ia tidak mungkin mampu melarikan diri jauh dari sini kecuali Mili meninggalkannya maupun membuanb mayatnya", gumam Holuka keberatan, ia yakin 2 orang tersebut pasti masih berada di sekitar sini.


Sang Marquis bertanya aneh "Bukankah ada 1 cara lain, selama Mili menjadi roh pria tersebut, semua lukanya akan pulih lalu mereka bisa melarikan diri bersama. Bagaimanapun pria tersebut telah datang jauh-jauh kesini hanya untuk sang wanita, apakah menurutmu Mili tidak akan tersentuh?".


"Anda mungkin tidak mengerti, namun aku sudah mengenal Mili sejak lama", kata Holuka tegas "Ia merupakan wanita sombong serta berdarah dingin, kemungkinan ia mengakui seseorang sebagai tuannya terlalu kecil hanya karena ia berhutang kebaikan, apalagi Mili pernah menolak tawaran anda yang sangat menguntungkan bukan? Itu adalah bukti jelas dari kesombongan yang ia miliki, kesetiaan yang ia miliki pada kerajaan tidak akan membiarkannya mengakui siapapun sebagai tuannya".


Ketika mereka sedang sibuk berbicara, sosok Jirfa tiba-tiba muncul di antara mereka "Tuan, Holuka sepertinya aku menemukan keberadaan mereka, ayo ikuti aku!".


Tanpa menunggu jawaban 2 orang tersebut, Jirfa segera bergegas pergi, ia takut Mili dan Myro melarikan diri lagi.


Marquis Bonjer serta Holuka saling menatap, mereka mengangguk lalu mengejar Jirfa menuju hutan.


Mereka semua tiba di depan sebuah gua yang terletak cukup tersembunyi di lembah hutan, ada banyak bebatuan serta pohon yang menutupi pintu gua ini sehingga cukup sulit untuk ditemukan.


Holuka yang melihat posisi gua tersebut sedikit kaget "Letaknya benar-benae sangat tersembunyi, aku sekarang mengerti kenapa kita belum menemukan mereka sejak tadi. Tuan, apa yang harus kita lakukan?".


Marquis Bonjer berkata tegas "Jangan membuang waktu lagi, semua orang mengepung gua dari semua sisi dengan Holuka dan Jirfa yang berada di depan, kali ini kita tidak boleh membiarkan mereka melarikan diri lagi".


Semua orang mengangguk, mereka mengepung gua lalu mendekati pintu depannya secara diam-diam supaya orang yang bersembunyi disana sama sekali tidak menyadari keberadaan mereka.

__ADS_1


Setelah jarak mereka sekitar 50 meter dari gua, masih belum ada tanda-tanda orang yang bersembunyi di gua menyadari mereka.


Menyadari orang di gua belum menyadari kedatangan mereka, Marquis Bonjer tersenyum senang, apalagi mereka menemukan 2 jejak kaki di depan gua yang menambah keyakinannya bahwa Myro serta Mili bersembunyi disini.


Berbeda dari Marquis Bonjer yang senang, wajah Holuka berubah suram "Serbu menuju gua! Meskipun Mili terluka berat sekalipun, ia tetap seorang jenderal hebat yang menjadi roh! Ia seharusnya menyadari kedatangan kita, namun belum ada tanda apapun dari gua".


Setelah berteriak, Holuka bergegas menuju gua lebih dulu, Jirfa langsung mengikuti di belakangnya bersama Marquis Bonjer serta seluruh prajurit miliknya.


Ketika mereka sampai di gua, wajah mereka berubah menemukan ada banyak sekali tanda aneh di sekeliling gua.


Melihat tanda aneh itu, wajah Holuka berubah panik "Semua orang lari dari gua!".


Tanpa ragu, Holuka dan Jirfa berdiri di depan sang Marquis, mereka menggunakan energi mereka untuk melindunginya.


"Brak!".


Tanah di bawah kaki semua orang hancur, es yang tajam muncul dari lubang-lubang di tanah yang menusuk semua orang di gua. Bahkan bukan hanya di gua, mereka yang berada di depan pintu gua ikut dikejutkan oleh es tajam yang muncul dari tanah.


Es tajam menyebar dengan cepat dari tanah membentuk seperti kumpulan pepohonan es layaknya sebuah hutan.


Es hanya menutupi jarak sekitar 100 meter dari gua sebelum berhenti.


Setengah dari pasukan Marquis terbunuh akibat es, sedangkan beberapa orang lainnya cukup kuat untuk menghentikan serangan kejutan dari hutan paku es ini.

__ADS_1


Sang Marquis duduk ketakutan di tanah, kalau bukan karena Holuka dan Jirfa yang datang tepat waktu untuk melindunginya, ia pasti sudah mati.


Jirfa yang menghentikan paku es berkata kesal "Sebenarnya siapa yang berani memakai cara licik seperti ini? Apakah mereka tidak punya malu, memakai Rune untuk mengalahkan musuh?".


Berbeda dari Jirfa, wajah Holuka tetap datar namun memang ada jejak kemarahan juga sebab dirinya tertipu oleh musuh "Ini adalah medan perang, tidak ada strategi adil maupun tidak adil di medan perang, hanya ada menang dan kalah. Oleh karena itu, kesalahan kita sendiri yang tertipu oleh musuh. Tetapi aku sedikit penasaran, apakah kau tidak merasakan ada yang aneh dari Rune barusan?".


"Aneh?", kata Jirfa bingung, ia menggelengkan kepalanya setelah tidak menemukan petunjuk apapun "Bukankah normal Rune seperti itu?".


"Itu tadi bukan Rune normal, buktinya Rune barusan mampu membunuh setengah dari pasukan terlatih disini", kata Holuka dengan wajah suram "Bahkan sebelum kita datang ke zaman ini, pada zaman kita dulu dimana banyak orang kuat serta ahli yang menakutkan, hanya ada kurang dari 5 orang yang dapat memakai Rune ini".


Jirfa segera mengertj maksud perkataan Holuka "Apakah maksudmu Rune tadi adalah Rune Kuno? Tidak mungkin! Bukankah pada zaman ini, Rune Kuno sudah hilang? Bahkan dari sangat banyak orang yang kita tanya, mereka semua telah melupakan Rune Kuno!".


"Ada banyak hal yang belum kita ketahui di dunia ini, jangan mudah mengambil kesimpulan", kata Holuka dengan wajah suram "Nampaknya ada cukup banyak orang hebat yang membantu Mili kali ini".


Seorang prajurit yang masih hidup dan berada di depan gua berlari mendekat menuju Sang Marquis.


Sang Marquis yang baru berdiri berkata marah, bagaimanapun ia tadi sangat memalukan sebab jatuh terduduk akibat ketakutan "Ada apa?".


Ragu-ragu sebentar karena takut kemarahan Sang Marquis, prajurit tersebut mencoba memberanikan diri "Tuan, ditemukan jejak kaki yang bergerak menuju ke arah timur, dari apa yang aku nilai, sepertinya jejak kaki tersebut milik 2 orang".


"Tidak diragukan lagi, mereka sudah pergi dari gua dan bergegas menuju timur, ke Gunung Emas tempat dimana pertarungan terakhir akan dilakukan", kata Holuka tegas "Ayo, kita harus mengejar mereka sebelum kita kehilangan jejak mereka sepenuhnya".


"Tunggu sebentar!", teriak Marquie Bonjer yang menghentikan 2 roh tersebut "Apabila mereka bergerak menuju ke timur, berarti mereka melarikan diri ke wilayah Count Vaghol, kita tidak bisa bertindak dengan gegabah di sana!".

__ADS_1


__ADS_2