PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 30 : TERBUNUHNYA MARQUIS BONJER


__ADS_3

Myro menatap ke arah mayat Marquis Bonjer dengan dingin, ia sama sekali tak merasa bersalah sebab jika ia tidak melakukan ini, dirinya yang akan mati sebab kekuatan penuh Jirfa memakai Serangan Inti 5 Bayangan bukan sesuatu yang dapat dilawan oleh manusia seperti Myro. Oleh karena itu, Myro membutuhkan beberapa cara untuk menenangkan pertarungan ini yaitu membunuh tuan mereka agar Holuka serta Jirfa ikut terluka.


"Pertarungan telah berakhir, bukankah kalian sendiri yang mengatakan sewaktu tuan kalian mati, para roh akan mengalami luka fatal! Sebentar lagi Mili datang kesini karena Holuka yang terluka bukanlah lawannya, jadi aku sarankan untuk menyerah", teriak Myro yang masih memanfaatkan angin salju di sekitarnya untuk menutup jejak yang ia miliki.


Jirfa menghapus jejak darah yang masih ada di mulutnya, 5 dirinya tanpa diketahui yang mana bayangan serta yang mana asli menatap ke arah sekitar penuh rasa dingin "Kau pikir aku memilih untuk menyerah? Itu sebuah kesalahan besar, walaupun aku mati sekalipun, menyerah kepada jendral kejam seperti Milier Lux bukanlah sebuah pilihan. Aku sebelumnya mengatakan bahwa kemampuan 5 Bayangan bukan hanya membuatku menjadi 5 bukan? Sekarang aku akan tunjukkan kepada kalian, kekuatan asli dari 5 Bayangan".


Meskipun Jirfa tak dapat melihat sekitar dengan jelas akibat tertutup oleh angin salju, Myro sebagai pengguna tentunya sama sekali tidak terpengaruh akibat sihirnya sendiri. Karena alasan tersebut, ia mampu melihat keadaan Jirfa dengan sangat jelas.


Saat ini di depan mata Myro, aura kegelapan yang menakutkan meledak dari tubuh Jirfa lalu menyebar ke semua arah. Baik itu salju ataupun badai es yang merupakan sihir Myro langsung dimakan oleh kegelapan hingga menghilang tanpa jejak.


5 Jirfa membuka matanya pada waktu yang sama dimana semua mata mereka telah berubah menjadi hitam sepenuhnya, lalu 5 Jirfa juga berteriak secara bersamaan "Bukankah kau sangat bangga terhadap kekuatan salju milikku? Kalau begitu, biarkan aku tunjukkan kepadamu bahwa kekuatanku mampu memakan semuanya, bahkan badai salju yang kau buat!".


.....


Mili yang sedang bergantungan di tembok kapal memakai tombaknya berada di situasi krisis dimana 2 pedang api terbang menuju ke arah dirinya sedangkan ia sama sekali tidak mempunyai tempat lari lain kecuali lompat ke laut.


Pada awalnya Holuka yang berada di kabin atas berpikir Mili akan melompat ke arah laut tanpa ragu, bagaimanapun ada kesempatan untuk bertahan hidup jika melompat ke laut sedangkan tetap bergantungan di sana akan membuat ia terbunuh oleh pedang api Holuka.


Oleh karena itu, Holuka secara diam-diam menggerakkan 1 pedang apinya yang lain untuk menunggu Mili di bawah, selama Mili memutuskan lompat ke laut maka pedang api Holuka yang lain akan langsung membunuh dirinya.

__ADS_1


Sedangkan 1 pedang api Holuka yang tersisa masih tetap berada di sisinya melindungi dirinya.


Tetapi sesuatu yang tidak diduga Holuka adalah Mili bukan melompat ke laut, ia yang tergantung di tombaknya bergoyang beberapa kali sebelum mengarahkan kakinya menuju jendela kapal yang ada di depannya.


"Krak!".


Mili benar-benar menghancurkan jendela kapal dan mendarat di kabin istirahat dimana ada banyak penumpang yang lain berteriak ketakutan akibat kemunculannya.


Mengabaikan teriakan panik semua orang, Mili terus berlari di kabin istirahat sambil berteriak "Kau lihat Holuka? Aku sudah bilang tadi, ada tempat melarikan diri yang aman bukan?".


Holuka yang ada di kabin atas menatap ke bawah penuh rasa kaget, ia tidak pernah berpikir Mili akan melompat menuju kabin istirahat melalui jendela yang mudah dihancurkan hanya dengan memakai sekali tendangan.


Jadi Mili yang sudah hilang dari penglihatan Holuka dikatakan bebas dari 4 pedang api miliknya.


"Jangan pikir kau bisa melarikan diri!", teriak Holuka yang bergegas lari menuju tangga untuk pergi ke kabin bawah dimana Mili lari.


.....


Di sisi lain, Mili sedang duduk bersembunyi di ruang mesin. Walaupun ruang mesin dilarang untuk didatangi oleh orang lain serta terkunci memakai sihir, di hadapan kekuatan Mili maka ia mampu membuka kunci sihir tersebut tanpa masalah.

__ADS_1


Mili sedang duduk di ruang mesin yang mulai sedikit membeku akibat kekuatan Myro, ia melihat ke arah es di sekitar sebelum tersenyum senang "Nampaknya masih banyak hal yang belum aku ketahui tentang tuan 1 ini, sihir es yang sedang dia gunakan ini bukan sesuatu yang seharusnya digunakan oleh kekuatan rank 5, selain itu ia juga hebat memakai rune kuno yang telah lama hilang, aku curiga ia sendiri yang membuat semua Rune kuno di tombaknya seperti yang ia buat pada tembok gua".


Mili melompat dari mesin yang sedang ia duduki, ia mengambil tombak yang disandarkan nya ke tembok lalu meletakkan tombak tersebut ke pundaknya "Tuanku benar-benar orang yang menarik! Baiklah, aku juga harus menyelesaikan musuhku agar tidak kalah dari tuan. Lalu, bagaimana cara aku mengalahkan Holuka? Walaupun aku sudah mengetahui kelemahan serangan intinya, untuk mengalahkannya tetap cukup sulit kecuali aku juga ikut membuka Serangan Inti milikku. Tidak, apabila bukan situasi yang benar-benar buruk, aku tak akan menggunakan kekuatan inti milikku sebab hal tersebut membuatku mengingat banyak sekali masa lalu buruk. Kalau begitu, bagaimana cara aku mengalahkan Holuka tanpa kekuatan inti? Apakah ada cara?".


Mili tiba-tiba menemukan ada beberapa keanehan pada tumpukan salju yang berada di bagian bawah kakinya, ia menunduk sebelum matanya terbuka lebar-lebar penuh rasa terkejut, sebuah senyuman kembali muncul di wajahnya "Begitu, pada awalnya aku sudah berpikir tuan cukup hebat sebagai manusia yang bisa melawan roh untuk sementara waktu, ternyata ia lebih dari itu! Baiklah, aku tidak boleh membuang kesempatan berharga yang diberikan tuan".


.....


Holuka berjalan di seluruh kabin penumpang dengan 4 pedang api yang terbang di sekitarnya, banyak penumpang yang bertemu dengan dirinya langsung ketakutan, mereka menjauh sebab takut terkena pedang api miliknya.


Kecuali ada yang berusaha mendekat, Holuka sama sekali tidak menyerang mereka melainkan mengabaikan mereka semua. Ia terus menatap semua penumpang dengan hati-hati, memastikan Mili tak bersembunyi di antara mereka.


Ketika sampai di ruang mesin yang merupakan ruang akhir dari kabin istirahat sebelum tiba di ruang nahkoda, Holuka menghentikan langkahnya. Ia menyentuh tembok ruang mesin sebelum berteriak "Akhirnya ketemu, biar aku lihat apakah kau masih akan bersembunyi!".


"Slash!", pedang api Holuka langsung menebas tembok ruang mesin yang membuat sebuah lubang besar pada tembok.


Ia melewati lubang pada tembok yang telah dirinya buat.


Melihat ruang mesin yang kosong tanpa seorangpun di sana kecuali mesin-mesin kapal, Holuka tersenyum mengejek "Ayo tunjukkan dirimu sekarang, aku tahu kau bersembunyi di sekitar ruangan mesin ini!".

__ADS_1


__ADS_2