PERTARUNGAN 1000 ROH

PERTARUNGAN 1000 ROH
BAB 18 : DIIKUTI


__ADS_3

Myro dan Mili akhirnya naik ke atas kapal, ada banyak sekali orang yang berada di sekitar mereka, lagipula kapal ini mampu menampung 200 orang tanpa masalah. Oleh karena itu, ada lebih dari 200 orang disini.


Setelah penumpang di kapal mencapai batasnya, jalan yang terhubung ke kapal dari dermaga di lepas, lalu pintu kapal mulai menutup.


Semua orang tersebar di seluruh kapal baik itu pada kabin atas dimana mereka dapat melihat kapal yang bergerak maju serta lautan luas ataupun kabin ruang istirahat pasa kapal yang sebagian besar merupakan kursi dan meja supaya setiap penumpang bisa istirahat maupun tidur hingga kapal tiba.


Seluruh penumpang boleh pergi ke bagian manapun di kapal selama perjalanan kecuali ruang kemudi dan ruang daya sihir dimana lokasi batu sihir yang menggerakkan kapal berada. Bagaimanapun batu sihir yang mampu menggerakkan kapal sebesar ini pasti dapat dijual mahal, jadi orang lain dilarang mendekatinya secara sembarangan.


Myro dan Mili sedang berjalan menuju lokasi kabin atas bersama beberapa orang lainnya, sedangkan sebagian besar penumpang pergi ke kabin istirahat ataupun kabin tempat makan.


Mili yang dari tadi berjalan di samping Myro sambil mengamati sekitar sebab ia masih kagum terhadap kapal ini berkata "Tuan, apakah kau menyadarinya? Sejak kita datang ke dermaga hingga naik ke atas kapal, ada orang yang terus mengawasi kita".


Mili berkata dengan suara yang sangat kecil sehingga hanya Myro yang mampu mendengarnya, selain itu ia tetap melihat sekitar kapal seakan-akan masih kagum yang membuat siapapun pasti tidak menyadari bahwa ia sedang berbicara bersama Myro.


Bahkan Myro kaget sebab sejak awal Mili bersikap seperti fokus pada kehebatan kapal tanpa memperhatikan sekitar, siapa yang berpikir bahwa semua itu sepertinya hanya penyamaran Mili agar tidak menarik perhatian orang yang mengikuti mereka.


Karena Mili bersikap seakan-akan tidak sadar terhadap gerakan orang yang mengikuti mereka, maka Myro ikut bersikap normal dan menatap ke depan "Kau benar, jumlah mereka sekitar 3 orang, sama seperti yang aku pikirkan tentang gerakan Marquis Bonjer. walaupun aku belum melihat secara langsung wajah orang yang mengikuti kita, namun kemungkinan besar mereka adalah Marquis Bonjer bersama 2 rohnya".


Sebuah senyuman muncul di wajah Mili "Pada akhirnya kita tetap tidak bisa lari dari tangan mereka ya? Baiklah, aku rasa tidak buruk juga untuk memulai beberapa pemanasan sebelum tiba di Gunung Emas".


Berbeda dari Mili yang begitu optimis, Myro tetap berhati-hati "Jangan gegabah, mereka pasti tahu kekuatanmu yang telah kembali. Selain itu aku yakin Marquis Bonjer sudah mengenal diriku melalui serangan es serta Rune yang aku gunakan, bagaimanapun aku adalah musuh dari Kerajaan Talem yang terkenal di masa lalu, hampir semua bangsawan, pejabat maupun prajurit mengenal diriku selama mereka mengetahui kekuatan yang aku gunakan".

__ADS_1


"Meskipun sudah mengetahui semua itu, mereka tetap berani datang kesini, aku yakin mereka mempunyai beberapa rencana tertentu, jangan lengah".


Mili yang dari tadi menatap kapal mengarahkan mata rubi nya ke arah Myro "Tuan, sebenarnya aku telah menebak rencana mereka".


Myro sedikit tertarik oleh tatapan mata rubi Mili, tapi sebagai seorang prajurit selama bertahun-tahun, ia mendapatkan kembali kesadarannya lalu berkata "Jadi, menurutmu apa yang akan mereka lakukan?".


Mili sedikit mengarahkan matanya ke belakang tempat dimana ada beberapa orang yang diam-diam mengikuti mereka, namun gerakan Mili tersebut sangat berhati-hati sehingga orang yang mengejar mereka sama sekali tidak tahu bahwa mereka sudah diketahui "Tujuan mereka kemungkinan besar menyerang kita secara terpisah setelah mengetahui kau menjadi tuanku. Apakah tuan tahu, saat tuan terbunuh maka roh akan terluka berat hingga kekuatannya menurun selama beberapa saat atau bahkan seminggu, mereka mungkin berencana memanfaatkan hal tersebut".


"Lagipula pengetahuan semua orang yaitu manusia sama sekali bukan lawan roh, akun yakin rencana mereka adalah Holuka akan menahanku. Walaupun ia bukan lawanku, ia masih dapat menahanku selama 2 menit. Kalau Holuka menggunakan Serangan Inti, menahanku selama 5 hingga 10 menit bukan masalah. Selama waktu tersebut, kau akan di serang oleh Jirfa serta sang Marquis. Setelah kau terbunuh, mereka akan menyerang diriku yang terluka akibat kematian tuan. Di bawah luka yang membuatku menurun serta kekuatan 2 roh, kemungkinan besar aku akan kalah. Karena alasan tersebut, apakan tuan mempunyai kepercayaan diri untuk menahan Jirfa bersama sang Marquis sampai 10 menit?".


Mereka akhirnya tiba di kabin atas, Myro yang melihat lautan luas di depannya tersenyum "Jangan khawatir, aku akan mencoba yang terbaik untuk menahan mereka. Meskipun sulit bagimu mempercayai apa yang aku katakan tanpa bukti, apakah kau dapat memberiku kepercayaan untuk masalah kali ini, Mili?".


Kurang dari 20 detik kemudian, Mili menarik pengamat nya kepada Myro sebelum mengangguk setuju "Baik aku ataupun tuan akan menjadi rekan hingga Pertarungan 1000 Roh selesai, jadi aku memutuskan untuk percaya pada tuan. Kalau tuan kalah, maka aku hanya akan menyalahkan diriku sendiri sebab belum siap menghadapi semua situasi. Bagaimanapun tuan merupakan orang yang sudah melindungi hidupku berkali-kali, aku akan percaya padamu".


Myro mengangguk, mereka berjalan ke pinggir kabin atas dimana ada pagar agar menghentikan siapapun yang mungkin terjatuh akibat guncangan pada kapal.


Myro yang berada di pagar tersebut menemukan laut bisa dilihat lebih jelas disini "Mili, kita akan memulai semuanya sesuai rencana".


Mili mengangguk "Jangan khawatir, akau akan mengalahkan Holuka tanpa membuang-buang waktu".


Setelah itu, Myro berjalan pergi dari kabin atas, ia bergegas menuju kabin istirahat dengan sikap seperti perlu ke toilet.

__ADS_1


Pada awalnya orang yang mengikuti mereka sedikit kebingungan terhadap apa yang terjadi, namun mereka tidak banyak berpikir sebab sikap akting Myro dan Mili sangat bagus sehingga mereka sama sekali belum sadar bahwa semua gerakan mereka telah disadari.


Mili yang berada di kabin atas menemukan jumlah orang yang mengawasinya berkurang, nampaknya mereka mengikuti Myro.


Lalu 1 orang terakhir yang mengawasinya berjalan mendekat, orang yang mendekat tersebut menarik pedangnya secara perlahan-lahan supaya tidak menarik perhatian siapapun, bahkan penumpang lain belum menyadari gerakan yang ia lakukan.


Tanpa ragu, sosok tersebut berlari ke arah Mili dan menusuknya dari belakang.


"Tang!".


Suara tabrakan besi terdengar, Mili yang dari tadi fokus terhadap laut tiba-tiba berbalik serta menarik tombaknya, ia menghentikan serangan pedang yang mencoba menusuknya dengan mudah.


"Pada akhirnya memang tidak mudah membunuh dirimu, Mili", kata orang yang menusuk Mili, sosok tersebut memang tidak lain adalah Holuka.


Mili yang menghentikan pedang Holuka hanya menjawab datar "Sedangkan kalian sangat keras kepala mencoba membunuhku, tanpa ragu menyusup ke wilayah musuh hingga bergabung ke kapal yang kami naiki, kalian benar-benar susah disingkirkan".


"Tang!".


Holuka menabrakkan pedangnya pada tombak Mili, lalu ia mundur sejauh 10 langkah.


"Sejak awal kami memang tidak akan berhenti mengejar mu sampai kami berhasil membunuhmu, Mili!", teriak Holuka penuh kebencian "Jangan harap setelah datang ke zaman ini untuk Pertarungan 1000 Roh, kejahatan yang kau lakukan di masa lalu akan menghilang. Semua orang mungkin memaafkan kesalahan yang kau perbuat sebab itu terjadi jauh di masa lalu, tapi apapun yang terjadi, aku tidak akan memaafkan semua yang telah kau lakukan! Tanganmu yang penuh akan darah itu, hari ini aku akan menghancurkannya!".

__ADS_1


__ADS_2