Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
10.Nasehat pemilik yayasan


__ADS_3

"Ya orang baik bu. Kalau mereka bukan orang baik, mana mungkin kami sampai di sini dengan selamat. Dan kalau kami kenapa-kenapa di jalan tadi, kami di suruh telepon mereka. Dan mereka mengancam tukang bajaj itu kalau kami tidak sampai di yayasan."Jawab Dara panjang lebar, menjelaskan pada pemilik yayasan.


"Ya sudah. Lain kali kalian jangan lakukan seperti, selain merugikan yayasan. Nanti juga akan merugikan diri kalian sendiri, kalian perempuan kaga baik keluar malam-malam begini. Maka akan di anggap perempuan malam, maka akan sulit nantinya kalian dapat jodohnya."Nasehat pemilik yayasan untuk Dara dan Lisna.


"Iya bu, tapi tergantung ibu mencarikan kami majikannya seperti apa. Apa ibu tidak kasihan sama kami ini, masak kerja dari subuh sampai jam 9 malam. Kami makan hanya sekali saja, kami kerja pakai tenaga bu. Bukan cuma pakai mata, jadi butuh energi dan asupan nutrisi yang cukup."Kata Dara yang masih belum bisa menerima, jika dirinya di anggap salah terus.


Lisna juga setuju dengan apa yang di ucapkan Dara, karena dirinya ini yang sekarang ini tidak memiliki apa pun. Untuk makan saja bergantung dari yayasan. Dan uang yang di berikan oleh penjual martabak manis. Untuk berdua dengan Dara, itu pun hanya untuk jajan.


"Ibu tahu Dara, tapi coba nanti kalau kamu sudah tidak sanggup. Kamu konfirmasi pada mpo Hilda atau mba ayu. Supaya tidak berantakan dan tidak ada yang dirugikan lagi. Nasib baik tidak selalu ada pada kalian, bagus sekarang ini kalian selamat. Karena bertemu orang yang baik, coba kalau kalian bertemu pada orang yang jahat. Seperti preman yang bringas, bagaimana nasib kalian. Biar bagaimana pun kalian, ibu juga harus menjaga kalian. Kalian masuk ke sini baik, maka ketika keluar pun harus dalam keadaan baik-baik. Paham?"tanya pemilik yayasan, setelah memberikan nasehat panjang lebar.


"Paham bu, tapi kemarin kami tidak punya nomor telepon yayasan. Makanya saya senekat ini, saya minta maaf jika sudah menyusahkan ibu. Tapi saat ini saya tidak punya uang lagi, bu untuk beli makan di sana. Tidak ada pilihan lagi, selain nekat pergi mala ini."Jawab Dara sambil meneteskan air matanya.


"Ya bu, tolong berikan kami majikan yang baik. Kalau bisa yang menjemput kami langsung, tidak seperti kemarin bu. Sehingga kami tahu, orang itu benar baik atau tidak."Timpal Lisna.


"Insya Allah nanti akan ibu pilih kan majikan yang baik. Sekarang kalian masih ada waktu untuk istirahat. Sampai waktu subuh nanti, lumayan masih ada satu jaman."Perintah pemilik yayasan.


Akhirnya mereka berdua bisa beristirahat di dalam. Langsung saja mereka masuk dan naik ke lantai dua. Di mana tempat para calon pekerja, di tampung. Sementara pemilik rumah menempati bagian bawah.


Dara langsung membersihkan diri di kamar mandi. Dan ternyata yang sejak tadi dia rasakan tubuhnya yang pada sakit dan perut sakit. Kini Dara tengah datang bulan, yang memang sudah telat 10 hari dari bulan lalu.


Dara keluar dari kamar mandi, untuk mengambil pembalut yang sudah ia siapkan sejak sepuluh hari lalu. Akhirnya kini terpakai, ia bernafas lega, karena sempat berpikir yang tidak-tidak tentang diri sendiri.

__ADS_1


Kalau orang dalam keadaan normal tidak ada sampai mengalami datang bulan yang tidak teratur. Kalau ia tahu, ada dua faktor yang menyebabkan seorang perempuan telat datang bulan. Yaitu karena tidak sehat pada rahim nya atau hamil.


Sekarang ini Dara masih singel belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Maka yang ada di pikiran dara, dirinya tidak sehat. Bahkan sempat berencana, jika sudah punya uang akan memeriksakan diri ke dokter atau bidan.


Setelah selesai Dara langsung tidur di sebuah kasur lantai. Bersama dengan teman baru semua, karena yang barengan dirinya kemarin. Sudah dapat kerjaan semua, dan saat ini temannya lebih banyak dari yang kemarin.


"Dara apa kamu saat ini lagi datang bulan?"tanya Lisna, dan di jawab dengan anggukan.


"Alhamdulillah ikut senang deh."Kata Lisna, karena kemarin Dara sempat uring-uringan.


Lisna ikut merebahkan diri di sebelah Dara, beberapa saat mereka sudah pulas. Tanpa mereka sadari ada dua temannya yang nguping. Bahkan berpikir bahwa Dara bukan perempuan baik. Dan sekarang ini datang bulan, karena senang bahwa Dara tidak hamil. Apa lagi melihat jam dinding, menunjukkan pukul 3 pagi. Itu artinya mereka berdua bukan perempuan benar apa lagi baik.


****************


Raid baru saja sampai di halaman rumah, para saudara dan saudari nya berteriak. Heboh dengan kepulangan Raid yang pulang bawa piyem (tape khas Bandung), pisang tanduk matang dan beberapa manisan buah pala.


"Cang-cing ini Raid sudah pulang."Teriak mereka bersamaan.


Ya saudara sepupunya banyak bujang mau pun gadis remaja.


"Id dari mana aja lu? Emak lu nangis-nangis nyari lu. Bahkan Thomi nyariin di rumah saudara babak lu juga kaga ada. Dah sana buruan temuin Emak lu, dia sampai sakit-sakit mikirin lu." Kata bu Marisa, adalah adik Sharifah emaknya Raid.

__ADS_1


"Iya cing, aya ke dalam dulu nemuin emak."Setelah Raid menyalami ncing nya masuk ke dalam rumah emaknya.


"Assalamualaikum Mak," Ucap Raid langsung menyalami tangan dan mencium tangan emaknya.


"Wa'alaikumsalam, Masya Allah tong. Huhuhu lu ke mana aja? dah tiga hari lu kaga pulang? Lu baik-baik aja kan tong kaga ngapa-ngapa?"berentet pertanyaan dari emaknya. Sambil menangis bahagia karena anaknya sudah pulang dengan selamat tidak kurang satu pun.


"Eng eng hah?" tanya sang babak.


"Aya baik-baik aja mak, bak. Aya ikut Sabri pulang ke Kuningan kampung babak." Jawab Raid.


Degg


Jawaban Raid membuat kaget kedua orang tuanya. Pantas saja di cari di sekitar rumahnya, bahkan kampung sebelah tempat kakak pak Kamil yang perempuan.


"Ya Allah kita cari lu kemana-mana, dari teman lu kerja. Sampai ke rumah wak Rida kaga ketemu. Kaga kepikiran kalo sampai di rumah Sabri. Padahal dia ada nomor telepon nya, kan bisa ke wartel buat telpon dia. Emak suruh abang lu atau adik lu. Lain kali lu kalo mau kemana-mana bilang ama emak ngapa tong." Kata bu Sharifah.


"Iya emak, nanti kalau aku pergi jauh akan bilang ke emak. Kemarin aya takut kaga di izinin sama emak." Kata Raid sambil cengengesan.


"Oh babak dapat salam dari wak Asep, Wak Asep kasih pisang tanduk sama manisan mak." Lanjut Raid dan memberikan oleh-oleh yang di bawanya.


"Lah ini ada tape tong, ini lu beli apa di belikan sama wak Asep?"tanyanya bu Sharifah.

__ADS_1


"Itu.....


*****Bersambung....


__ADS_2