Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
27. Bertemu Winarti.


__ADS_3

Dara menangis di dalam doanya karena hatinya juga terasa sakit saat ia mengadukan semua masalah pada sang maha pencipta.


"Aku akan terima jodoh seperti apa pun yang Allah berikan nanti. Maka jangan pernah pertemuan aku dengan Artanto lagi, selama di dunia ini. Rasanya sangat lah sakit ya Allah hati ku ini, sampai kapan pun aku tidak bisa melupakan dirinya. Yang sudah menggores kan luka di hati ku ini. Hanya padamu tempat ku mengadu dan tempat ku meminta petunjuk ya Allah."Bisikkan doa Dara, dan menangis dalam diam namun masih terdengar sesenggukan.


Setelah itu Dara mencoba tidur lagi, lumayan subuh akan tiba kurang lebih 1 jam lebih. Kalau Dara tidak tidur maka dia akan merasa ngantuk besok.


...****************...


Hari ini Raid yang memang ingin di jodohkan dengan anak dari pak Kasiman. Lagi main yang memang sudah di bilangin pak Kasiman untuk datang. Hari anaknya datang ke Jakarta bersama istrinya. Pak Kasiman ingin mengenalkan anak gadisnya dengan Raid.


Raid kini sampai di mes, tempat tinggal pak Kasiman. Saat sedang ngobrol dengan pak Kasiman, istrinya keluar dari dalam kamar.


"Eh...,Raid. Apa kabar mu?" tanya bu Waginah, istrinya pak Kasiman, mengulurkan tangannya untuk menyalami Raid.


Raid yang paham pun segera menerima uluran tangan tersebut. Kemudian Raid pun mencium tangan bu Waginah, sebagai menghormati orang yang lebih tua.


"Alhamdulillah baik bu, ibu sendiri bagaimana kabarnya?"tanya Raid, sambil menyambut uluran tangan itu.


"Ya begini seperti yang kamu lihat."Jawabnya kemudian ia masuk ke dalam.


Pak Kasiman hanya menjadi istrinya dengan istri pertama nya. Berinteraksi dengan baik dengan Raid yang akan ia jadikan menantunya.


Tak lama bu Waginah kembali membawa kopi dan cemilan khas kebumen yaitu kelanting. Makanan yang di buat dari bahan singkong ini, dan di beri warna merah dan putih.


"Ini Id, di makan dan ini kopi nya di minum."Ujar bu Waginah.


"Wah ibu repot-repot saja, tapi terima kasih sudah kasih oleh sama kopi." Ucap Raid.


"Apa to, ini aja ya dak repot."Ucap bu Waginah.


"Saya kan ke sini cuma mau main malah dapat oleh-oleh." Ucapnya pada bu Waginah.

__ADS_1


"ya tidak apa-apa. Ya sudah lanjut ngobrol sama bapak ya." Bu Waginah langsung masuk ke dalam kamarnya.


Kini pak Kasiman dan Raid, mereka berdua ngobrol. Entah apa yang di obrolkan hanya mereka berdua ngobrol. Tak lama dari itu anak perempuan pak Kasiman yang akan bekerja itu keluar.


"Pak minta duit,"pintanya pada bapaknya.


"Emang mau beli apa kamu?"tanya pak Kasiman.


"Aku pengen makan bakso ni, pasti segar kalau panas begini." jawabnya.


"Iya sebentar lagi juga tukang bakso lewat nanti bapak pesenin." Ujar pak Kasiman.


"Oh ya wes, tapi bener ya pak?" ia ingin memastikan bahwa bapak nya tidak bohong.


"Iya ya" meyakinkan anaknya yang minta kepastian. Setelah mendengar jawaban bapaknya ia mau masuk lagi ke kamar. Setelah ia tidak jadi jangan keluar dari perumahan komplek ini.


"Eh tunggu," pak Kasiman menahan tangan anaknya.


"Ada apa pak?"tanyanya, ia bingung kenapa bapak nya menahan dirinya masuk.


"Oh, kenalin Raid, panggil bang Raid ya. Soalnya saya bukan orang Jawa kalau di panggil mas."Ujar Raid, pada Winarti sambil bersalaman.


"Winarti bang, bisa panggil Wina atau Narti."Sambut Winarti menyalami tangan Raid.


"Oh ya, tadi kata bapak Wina mau kerja. Mau kerja di mana?"tanya Raid yang berusaha mengakrabkan diri pada gadis di depannya ini.


Winarti, cantik, rambut sedikit kering, kulit hitam manis, dan badan yang lumayan gemuk. Raid, merasa biasa saja tidak ada getaran sedikit seperti saat berkenalan dengan Aminah. Ia melakukan ini untuk menghormati pak Kasiman.


"Saya tidak tau bang, babak yang tahu."Jawab Winarti.


"Di mana pak Wina mau kerja?"Raid bertanya pada pak Kasiman.

__ADS_1


"Itu kerja sama Bu Yati mama nya Shintya, bekerja nginep di situ. Nanti sore baru saya antar Id."Jawab pak Kasiman.


"Oh semoga betah ya wina, apa lagi orang nya juga baik-baik semua." Ucap Raid, yang menyemangati Wina.


"Iya bang. Ya sudah kalau begitu saya juga mau masuk aja dulu. Bang Raid, lanjutkan ngobrol sama bapak ya." Kata Winarti.


yang langsung masuk ke kamar bapaknya.


Raid mengangguk sebagai jawaban, lalu lanjut ngobrol mereka. Tidak lama Raid pun pamit pulang, karena hari sudah siang.


Di tengah jalan ketemu mbak Yani. Yang baru pulang dari minimarket depan, yang tidak jauh dari gerbang perumahan komplek ini.


"Mbak Yani dari mana?"tanya Raid.


Walau pun sudah tahu, mbak Yani dari mana. Sebab terlihat dari kantong plastik yang di tenteng mbak Yani. Di kantong plastik itu terpampang brend minimarket nya.


"Ini Raid, aku habis beli perlengkapan mandi, di minimarket depan."Jawab mbak Yani.


"Tumben sekali mbak Yani sendiri, biasanya bareng mbak Iroh atau mbak Sumi?"tanya Raid.


"Iya ini mereka lagi pada sibuk kali, dari kemarin aku gak ketemu sama mereka. Oh ya Id, dua hari lagi kan hari tujuh belasan, kamu libur kan?"tanya mbak Yani, memastikan pada Raid. Siapa tau tidak sama dengan suaminya yang libur kerja pas tujuh belasan.


"Em,,, libur sih mbak, emang kenapa?"tanya Raid.


"Ikut yuk ke Kemayoran, aku mau kerumahnya saudara angkat ku." Ajak mbak Yani.


"Tapi saya lagi gak punya duit mbak, kalau ikut. Soalnya minggu ini lagi tidak ada Yana minta di rapih kan ini tamannya. Mbak Yani kan tau saya kerja bukan untuk sendiri tapi untuk sekeluarga. Untuk saya pribadi, ya ngandelin kerjaan sampingan?"Kata Raid, yang berbicara apa adanya pada mbak Yani.


"Kamu tenang saja, ongkos pulang pergi dan makan. Semua aku tanggung, soalnya aku yang ajak kamu. Ya itu-itu kita liburan, soalnya nanti sekalian jalan-jalan kemana gitu. Mau ya?"tanya mbak Yani.


"Tapi kita pergi sama siapa aja? kan pak Kasiman lagi ada istrinya?" tanya Raid.

__ADS_1


"Mbak Waginah disini cukup sampai besok sore, itu juga besok sore mbak Waginah pulang kampung. Kan dia kesini cuma datang untuk anterin si Wina. Jadi pak Kasiman bisa ikut kita untuk pergi, kita tidak cuma berdua kok.


*****Bersambung.....


__ADS_2