
"Saya yang minta maaf, gara-gara ikut saya pulang jadi bahan omongan mereka. Ya begitulah orang kampung Dara beda sama orang komplek. Mereka lebih berisik, mau tau urusan orang, jangan kapok ya main ke sini." Ucap Raid pada Dara, yang menceritakan kampung ia tinggal.
"Iya bang tidak apa-apa. Tapi pasti besok heboh deh dengan abang bawa saya pulang. Dan mungkin akan membuat kuping abang pengeng, karena di omongin oleh mereka. Terus abang jadi artis dadakan, hehehe."Ucap Dara.
"Mana mungkin neng abang jadi artis dadakan. Wartawan mana yang mau menerima artis orang jelek seperti ini." Raid sedikit bingung dengan ucapannya Dara.
"Tentu bisa bang, kan artis kampung, para wartawan nya sudah pasti tidak perlu wajah abang itu ganteng atau tidak. Sebab mereka tidak bawa Camera cukup pakai mulut. Dan yang jadi wartawan kan warga kampung, seperti tadi yang di pos ronda." Ucap Dara dengan senyum manisnya pada Raid.
Mendengar ucapan Dara, membuat Raid terhibur dengan senyum manisnya Dara. Karena gemas namun belum bisa apa-apa Dara yang sudah membuat jatuh cinta. Raid mengangkat mengusap kepada Dara sebagai tanda ia gemes dan sayang.
"Kamu ya sudah membuat abang tersanjung. Itu kita naik angkot saja turun pasar Puri, tempat kamu naik bus." Kata Raid yang melihat angkot "masuk duluan."Raid menyuruh dara yang duluan masuk.
"Biasanya ke komplek naik ojek apa jalan?" tanya Raid pada Dara.
"Aku biasa jalan bang, itu-itu olahraga."Jawab Dara dengan cengengesan.
"Mana ada olahraga malam hari neng?"tanya Raid dengan senyum.
"Ada bang, aku orang nya. Hahaha," membuat semua penumpang ikut tersenyum. Melihat Dara tanpa malu menjawab pertanyaan pemuda yang di kira pacar ini.
Raid pun tersenyum melihat tingkah polah Dara yang cukup menghibur ku hatinya. Dan sudah membuat jantung berdebar tak karuan, dengan berada dekat gadis cantik satu ini.
"Kiri bang." Kata Raid saat sampai tujuan.
"Ayo, awas kepada nya."Raid yang duluan turun dan menjaga kepala Dara supaya tidak kebentur. Lalu membayar ongkos mobil yang hanya dua ribu berdua. Setelah itu menggandeng tangan Dara untuk menyebrang jalan raya itu. Setelah sampai di sebrang ia tidak langsung melepaskan tangannya dari genggamannya.
Dara sebenarnya nyaman saat tangannya di genggam oleh Raid. Dara menoleh pada Raid yang menggenggam tangannya. Namun Dara yang merasa bukan siapa-siapa bagi Raid pun langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Maaf bang ini sudah di sebrang jalan, tidak perlu gandeng tangan Dara." Katanya.
"Maaf ya abang lupa, habis nyaman pegang tangan Dara." Ucap Raid jadi malu juga.
"Pantas abang betah banget pegang tangan ku." Kata Dara dengan senyum manis.
Mereka terus berjalan menuju rumah majikannya, kini sudah sampai gerbang samping apartemen. Raid memperhatikan jalan yang mereka lalui, supaya hapal jalan pulang nanti.
"Masih jauh gak rumah majikannya?"tanya Raid.
"Tidak ini setelah gerbang ini kita bisa nerobos jalan pintas bang. Kalau lewat jalan utama jauh bang soalnya muter-muter." Jawab Dara, sambil terus berjalan hingga sampai pos ronda yang tepat gang rumah majikannya. Yang berjarak 20 meter dari rumah tempat kerja Dara.
"Malam pak," sapa Dara pada satpam yang sedang keliling komplek.
"Malam Dara, baru pulan?" tanya satpam.
"Sepertinya begitu."Kata satpam itu.
"Memang mereka pergi kemana, kok belum pulang?" tanya Raid.
Satpam cuma jadi pendengar sekaligus mata-mata, yang siap laporan pada Agus besok pagi. Dan memperhatikan pemuda yang bersama Dara yang terlihat akrab itu.
"Mereka pergi ke Ciledug bang, ke rumah adiknya ibu. Makanya Dara izin pergi boleh soalnya mereka juga gak di rumah." Jawab Dara.
"Oh, sudah lama kerja di sini?"tanyanya lagi.
"Bulan Januari akhir bang."Jawab Dara.
__ADS_1
"Maaf kalau nanya terus habis gak ada yang kita obrolin. Tapi sebelum di sini kerja di mana aja neng?"tanya Raid lagi.
"Banyak bang bahkan dapat tawaran langsung dari majikan, untuk kerja ke Malaysia selama 2 tahun di sana. Kalau bisa bertahan selama itu nanti bisa balik lagi ke sana. Tapi aku gak mau, takut gak betah dan tidak ada izin dari bapak." Jawab Dara.
"Emang bapaknya gak izinin kalau keluar negeri?" tanya Raid.
"Dari awal aku ke Jakarta dulu bapak pernah pesan. Kemana pun kamu pergi jangan pernah pergi selain kota Jakarta. Meskipun itu masih negara sendiri tapi kalau jauh dari jangkauan kami orang tua. Bapak tidak akan izinkan kami keluar dari kampung ini. Apa lagi izin untuk pergi ke Batam, Singapura, Malaysia, Taiwan, Thailand dan Hongkong. Lebih baik kamu di rumah saja, karena bapak tidak ingin kehilangan anak tanpa jejak. Itu kenapa aku tidak mau, ikut majikan ku setahun lalu." Jawabnya Dara.
Apa sebenarnya kamu ingin ke sana?" tanya Raid yang melihat wajah cantik Dara sedikit murung.
Dara mengangguk sebagai jawaban, ia ingin tahu seperti apa luar negeri itu. Apa lagi melihat dari televisi itu pemandangan nya indah.
"Mungkin orang tuanya neng, tidak ingin terjadi sesuatu hal yang di luar dugaan. Apa lagi di luar negeri ada beberapa TKW asal Indonesia banyak yang mengalami hal buruk di sana. Sementara orang tua tidak dapat berbuat apa-apa saat itu terjadi. Dan akan menjadi beban pikiran yang tidak pasti untuk mereka." Kata Raid yang menyimpulkan kekhawatiran orang tuanya Dara.
"Iya bang, bapak memang khawatir kalau sampai seperti anak tetangga. Dia berangkat Tahun 1999-2005 ini masih belum pulang dari Malaysia. Di tanyakan ke penyalur, tapi anaknya tidak di temukan. Kemungkinan terjadi sesuatu, dan anak itu kabur dan tidak di temukan jejak nya bang. Itu menurut kabar dari penyalur TKW tersebut. Dari itu juga yang membuat aku takutkan jika aku tetap kerja sama majikan ku itu. Meskipun yang suaminya orang Jambi, tetap ada rasa asing di sana." Jawab Dara.
"Ya, apa lagi sudah ada pengalaman dari tetangga jadi bisa di ambil sebagai pertimbangan. Agak kita tidak mudah tergiur dengan upah penghasilan di luar negeri." Kata Raid.
"Iya bang," kata Dara.
Lalu ia mendongak menatap ke depan, yang lebih tepatnya mobil majikannya telah tiba dan jam 9 malam.
Dara langsung berdiri dan hendak berjalan ke arah rumah majikannya. Namun tangannya langsung di tarik oleh Raid.
"Iya bang?"tanya Dara.
"Ada yang ingin abang bicara kan sama kamu boleh minta izin sebentar lagi gak sama majikannya." Jawabnya Raid.
__ADS_1
*****Bersambung......