Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
23.Ke hotel mau


__ADS_3

Akhirnya yang mendengar pun menangis, orang yang berada di kamar atau ruangan tamu. Sebab lagu yang mereka dengar adalah lagu yang tepat dengan yang mereka rasakan.


Setelah itu semua melakukan tugas yang masih tertunda yaitu sholat dzuhur. Lalu mereka mempersiapkan untuk acara tahlilan nanti malam.


...****************...


Di hari yang sama Dara yang mendapat hari libur pun bingung harus pergi kemana tida ada tujuan. Dara berjalan arah keluar komplek Puri kencana dan menuju pasar Puri indah.


Namun di pos satpam gerbang blok K. Di sana ia di sapa beberapa satpam kantor dan satpam gerbang. Sebab gerbang tersebut dekat dengan ruko pemasaran dan properti. Tidak hanya itu para satpam yang kenal pekerja bagian kebersihan itu suka dengan Dara pun. Berniat untuk jalan bareng dengan Dara kapan lagi mumpung Dara libur kerja dan bisa jalan bareng.


"Hai Dara." Sapa para satpam.


Yang bertepatan dengan Agus datang dengan motor king nya . Dia menatap Dara dari atas sampai bawah, terlihat cantik dengan baju kemeja kotak dadu warna biru muda. Di padu dengan celana jeans panjang warna navy. Sandal selop tinggi 5 cm, dengan rambut terurai, bibir merah muda. Dara terlihat cantik dan seksi, sehingga siapa pun akan terpesona.


"Hai juga pak."Sapa balik Dara.


"Kamu mau kemana pagi-pagi begini Dara?"tanya Agus, sambil mematikan mesin motor milik nya.


"Aku lagi libur tapi gak tau mau kemana."Jawab Dara.


Ya Dara memang bingung hendak kemana. Kalau dia menuju ke pasar Puri juga harus jalan selama kurang lebih 10 dari gerbang itu. Lalu mau kemana ia juga belum ada tujuan, jadi ketika di tanya itu lah yang ia jawab.


"Bukan biasanya kamu ketemuan dengan pacar mu?"tanya Agus yang pengen tau, kenapa perempuan di hadapan nya ini tidak ada tujuan.j


Dara menarik nafas dalam-dalam lalu mem ygbuangnya "Aku sudah gak punya pacar mas."Jawab Dara, dengan wajah terlihat lesu.


"Oh sudah putus ya kebetulan tu Agus juga masih sendiri. Bisa pergi kemana gitu, ya siapa tahu ada kecocokan."Kata satpam.


Membuat Agus tersenyum, tapi ia juga harus kerja itu yang ia pikirkan. Sesungguhnya di dalam hatinya senang jika ia bisa jalan bareng Dara.

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu di putusin?"tanya Agus pada Dara.


Dara menggelengkan kepalanya "Lalu?"lanjut Agus.


"Aku pergi begitu saja saat dia datang kepada ku. Dan saat itu dia sudah menjadi suami perempuan lain." jawab Dara, dengan raut wajahnya yang sedih.


"Dah Gus ajak jalan sana."Perintah satpam itu yang bernama Hadi.


"Tapi saya kerja bang, nanti kalau di cariin bagaimana?"tanya Agus pada satpam jadi.


"Tenang nanti ku bantu ngomong sama mandor."Ujar Hadi.


"Ya sudah, terima kasih bang." Lalu Agus menatap Dara yang masih setia menunggu.


"Kamu mau jalan ke mana?" tanya Agus dengan lembut.


"Aku gak tau bingung terserah aja mau jalan kemana. Yang penting tidak di buang di hutan rarangan, sama laut."Jawab Dara dengan senyum malu, dan di balas senyum oleh Agus.


"Kalau ke hotel, namanya bukan jalan-jalan pak. Itu tidur." Jawab Dara dengan jawaban polos nya. membuat yang lain tersenyum, mendengar jawaban Dara.


"Ayo naik,"ajak Agus sambil menyalakan mesin kuda besinya.


Dara tersenyum, lalu naik ke atas motor king milik Agus. Kemudian ia meletakkan tas selempang milik nya di tengah-tengah. Dara juga pegangan besi belakang, tidak mau pegangan pada Agus.


Di tengah jalan yang ramai itu Agus kadang iseng mengerem mendadak. Ingin mendapatkan kesempatan dari Dara, agar Dara menempel pada punggung nya. Namun sama sekali tidak bisa, Dara tetap pada pegangan nya.


Setelah satu jam perjalanan kini mereka sampai di pantai Muara Angke. Tapi Agus tidak ingin nyebrang, kalau Dara mau ia akan membayar ongkos nya. Dia menunggu di pesisir pantai Muara Angke Jakarta tersebut.


"Itu yang naik perahu pada mau kemana bu?" tanya dara yang menjual makanan dan kelapa muda.

__ADS_1


"Itu mau nyebrang ke pulau seribu dek." Jawab penjual kelapa muda itu.


"Oh, berapa lama bu perjalanan ke sana?" tanya Dara lagi.


"Bisa satu jam- 1,5 jam bisa juga lebih tergantung tujuannya pulau yang mana." Jawabnya.


Dara melihat kapal-kapal yang berlayar menuju ke pulau seribu. Dara merinding ngeri, ia pun menggidikkan pundaknya. Agus melihat Dara yang menatap ke tengah laut, ia berpikir jika Dara ingin ke sana.


"Dara mau ke sana?" tanya Agus.


"Emang mas Agus mau ke sana?"Dara balik tanya bukannya menjawab pertanyaan Agus.


Agus tersenyum "Kalau saya tidak mau ke sana. Tapi kalau Dara mau, biar saya belikan tiket nya untuk mu."Jawab Agus.


Dara yang sudah sudah pernah namanya di tinggal kan pun. Dia berpikir sejenak sebelum ia memutuskan untuk pergi atau tidak. Dalam pikirannya, ada rasa takut jika nanti dia lagi di tengah laut Agus pulang sendiri. Dan dirinya di tinggal begitu saja, apa lagi tidak tau jalan. Maka ia akan jadi apa di sini.


"Kalau mas Agus tidak pergi aku tidak akan pergi. Lebih baik kita pulang saja yuk." Ajak Dara, yang sudah takut duluan.


Agus menatap wajah pias Dara, pun ia tersenyum manis. Dan berusaha meyakinkan Dara, bahwa dirinya akan menunggu nya sampai balik dari pulau. Mana mungkin ia meninggal orang yang sudah mencuri sebagai hatinya.


"Saya tidak akan tinggal, saya tunggu sampai kamu kembali dari sebrang pulau."kata Agus.


"Aku tidak mau, kalau sendiri. Nanti mas Agus bilang kalau nunggu di sini. Pas aku kembali sudah tidak ada, jadi apa, aku di sini. Apa lagi aku ini perempuan, nanti aku dalam bahaya pun tidak ada yang nolong." Kata dara dengan panjang lebar pada Agus.


Penjual kelapa muda itu tersenyum mendengar kedua sejoli itu. Ya pasangan suami istri itu, mengira kalau Dara dan Agus sepasang kekasih. Nyatanya mereka bukan siapa-siapa, hanya saja ingin saling mengenal.


Dara tahu jika Agus orang baik, tapi ia tidak bisa percaya begitu saja dengan Agus. Dara melihat senyum penjual kelapa muda itu, jadi malu. Dara pun menunduk, memainkan pasir dengan sendalnya.


"Kamu tidak percaya pada ku karena apa?" tanya Agus, di jawab oleh dara dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Demi Allah, saya tidak akan pernah tinggal kamu di sini. Saya bukan orang yang bodoh, masa melakukan hal itu pada perempuan. Saya takut kena karma Dara, pasti kalau saya jahat pada mu. Bukan tidak mungkin, keluarga saya akan mendapatkan dampaknya. Terutama adik perempuan saya, yang masih sekolah. Saya tidak mau dia yang akan menerima karmanya."Jawab Agus dengan menatap Dara dengan tatapan serius.


*****Bersambung.....


__ADS_2