
"Tidak usah sudah biar saya yang bayarin, itu uang mu simpan untuk ongkos pulang kamu nanti." Tolak mbak Yani.
"Masya Allah, ini orang baik banget. Ya Allah mudahkan lah rezeki mbak Yani. Karena dia begitu baik pada semua orang yang baru di kenalnya." Dara berkata dalam hatinya.
Mereka berkeliling kebun binatang tersebut, mbak Yani mengeluarkan Camera Kodak yang viral di jaman nya. Ia minta Raid memotretnya bertiga, yaitu mbak Yani, pak Kasiman dan dara. Setelah itu Dara dan Raid berdua, begitu terus setiap berjalan dan bergaya. Hingga sampai di pasar boneka yang berada di tengah-tengah kebun binatang tersebut. Begitu masuk tenda penjual boneka, hujan turun lebat sekali bersama petik yang gelegar.
"Mbak nanti cari musholla ya, atau masjid untuk sholat dzuhur." Ujar Dara.
"Iya nanti kalau sudah tidak hujan, kita lihat-lihat saja nanti kalau ada yang pas kita beli."Ajak mbak Yani.
Sudah setengah jam hujan belum reda juga, sehingga banyak nya orang berteduh namun ti pada belanja si pemilik lapak marah-marah. Dara berinisiatif untuk beli payung yang tersedia di toko tersebut.
Mbak Yani pun juga ikutan beli payung, untuk jaga-jaga perjalanan pulang jika tidak berhenti hingga nya sore maka mereka pulang pakai payung. Satu payung untuk berdua, mereka langsung pindah lapak makan sambil mencari musholla. Karena waktu dzuhur sudah lewat, setengah jam.
Sampai di lapak makanan yang lain Medan bakso Dara mie ayam. Ketika bayar pun mbak Yani lagi yang keluar uang, Dara tidak di izinkan untuk membayar. Hujan juga sudah reda dan kembali matahari bersinar. Mereka mencari Musholla, untuk sholat dhuhur yang memang sudah lewat.
Mencari musholla sudah muter-muter tidak ketemu karena hampir menyerah. Melihat petugas kebersihan dara menghampiri dan bertanya. Ternyata sudah ada di depannya dan sudah mereka lewati dua kali ini, Dara menepuk keningnya.
"Ya Allah, saya sudah dua kali kesini lo pak." Kata Dara sambil nepuk keningnya.
"Karena tidak begitu kelihatan musholla ada di bagian belakang neng." Kata bapak itu.
"Terima kasih ya pak, saya permisi dulu sudah lewat waktu sholat dzuhur nih."Ucap Dara langsung melangkah menuju musholla.
"Iya neng,"kata bapak itu
__ADS_1
Itu mbak cuma gak kelihatan dari jalan, ayo ke sana." Ajak Dara pada tiga teman baru nya.
Raid banyak diam di sini begitu juga pak Kasiman, mereka menjadi pengawal kedua perempuan itu. Setelah beberapa menit mereka melaksanakan sholat dzuhur.
"Kita pulang saja ya nanti ke malaman lagi sampai rumah. Apa lagi kamu nanti kemalaman, di marahin sama bos mu."Kata mbak Yani.
"Iya mbak saya ikut saja." Dara pasrah sama yang mengajak nya.
Mereka langsung keluar dari kebun binatang ragunan. Menunggu bus yang bertujuan tanah Abang namun penuh terus. Akhirnya mbak Yani mengajak naik ke jurusan blok M. Karena hujan sudah mulai turun lagi, dari pada nunggu lama dan kebasahan.
Setelah sampai di blok M, mbak Yani ngajak ke pasar dan ke musholla. Sholat ashar mereka laksanakan di sana karena sudah lewat juga. Setelah itu ke pasar lihat-lihat sebentar, mata dara Tertuju di tukang martabak mini.
"Sebentar mbak saya pengen beli itu sama minum yang gelas saja di warung kopi." Ujar Dara.
"Iya mbak."Kata Dara.
"Pak ini. martabak mini berapa an?" dara pada bapa penjual martabak itu.
"Ini 500 neng."Jawabnya.
"Saya mau 500 ya pak yang hijau sama kacang coklat."Karena ada dua macam warnanya.
"Iya neng sebentar ya," langsung di bungkusin sesuai per mintaan.
Setelah itu dara membeli air yang gelas dua, begitu juga mbak Yani. Lalu mereka naik mobil jurusan Ciledug, karena sekalian mau pulang naik mobil yang tadi pagi ia naikin. Setelah duduk di bangku Dara Memberikan minum dan mengajak Raid makan.
__ADS_1
"Bang, ini untuk Abang sama ini martabak mini mau yang mana terserah kita makan berdua." Ajak Dara.
"Kan kamu beli buat kamu bawa pulang Dara."Kata Raid malu-malu, dia tidak beli apa-apa buat perempuan yang sudah membuatnya jatuh hati.
"Tidak bang ini untuk makan sekarang, mumpung masih anget enak. Kalau sudah dingin kurang enak rasanya juga berbeda. Ini kalau saya saja yang makan tidak akan habis, nanti mubajir bang." Ujar Dara.
Raid pun akhirnya mengambil dan makan 4 martabak mini. Sisanya untuk Dara, dia di suruh ngambil lagi tidak mau. Sebab tidak enak hati dengan Dara.
Perjalanan satu jam setengah mereka sampai Ciledug, mbak Yani ngajak ke warung pecel lele. Yang baru buka sore hari, memesan ayam 3 tahu tempe seporsi. Raid tidak mau ayam atau lele, apa lagi ikut mas. Raid akhirnya makan cukup dengan tahu tempe lalapan plus sambel.
Setelah makan selesai tepat dengan mobil jurusan tanah Abang. Mereka naik mabil tersebut dan akan turun tepat di tempat mbak Yani, pak Kasiman dan Raid.
"Dara mau yang nanti mampir ke rumah saya, nanti pulang nya saya antar." Ujar Raid, ia berniat ingin tahu tempat kerjanya Dara.
"Tapi nanti saya ngerepotin abang."Kata Dara yang ragu-ragu.
"Tidak repot kok, sekalian saya ingin tahu tempat kerja mu. Boleh kan kalau abang tau tempat kerja mu?" tanya Raid.
"Baiklah, tapi jangan terlalu malam. Abang langsung anterin saya pulang ya?"tanya dara balik.
"Iya nanti abang anterin setelah abang mandi ya." Kata Raid, dan Dara mengangguk sebagai jawaban. Raid senang, perempuan yang ia cintai mau ikut ke rumah.
Tidak lama setelah berbicara mereka sampai di kembangan tempat Raid dan kedua temannya naik. Raid turun sambil tersenyum senang karena Dara ikut.
*****Bersambung.....
__ADS_1