Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
30.Jantung berdebar kencang


__ADS_3

Raid kini sudah ada di pertigaan dan tepatnya di depan minimarket. Dari jauh sudah datang pak Kasiman dan mbak Yani. Akhirnya mereka bertiga sudah siap berangkat dan mobil yang di tunggu pun sudah datang.


"Mbak itu mobil sudah datang," Raid menunjukkan pada mbak Yani.


"Oh ya benar," mereka bersiap di pinggir jalan.


Ketiga nya naik ke bus itu, mbak Yani dan pak Kasiman duduk bersama. Sedangkan Raid duduk dengan seorang kakek yang pakai tempel koyo.


Perjalanan sudah beberapa menit, sampai di perempatan Puri atau lebih di kenal pasar Puri indah. Ada beberapa yang turun dan naik ke bus kota tersebut.


Ya termasuk Dara namun Dara dapat bangku yang rusak. Dan duduk bersama seorang lelaki berbadan besar. Ia merasa tidak nyaman sekali, Dara celingukan melihat bangku yang kosong.


Sang kenek bus paham jika Dara sang gadis cantik ini. Tidak merasa nyaman duduk di bangku yang rusak. Kemudian dia pun mencoba mencari bangku yang kosong untuk Dara. Sayang semua penuh, ada beberapa penumpang yang baru naik itu pada berdiri.


Berjalan kembali sekitar 2 menit kemudian, berhenti di puskesmas Kedoya. Turun lah si kakek yang sebelah Raid permisi untuk turun. Lalu Raid pindah ke bekas kakek itu, yang posisi pinggir jendela.


Sang kenek baru mau menyuruh Dara untuk duduk di bangku depan yang tidak rusak. Tapi Dara sudah duduk di bangku tersebut, dan bangku bekas dara juga sudah ada seorang pemuda duduk.


Sementara Dara langsung pindah ke depan ketika melihat kakek itu turun. Dan laki-laki yang duduk di bangku depan itu bergeser ke pinggir jendela. Dara duduk bersandar di bangku namun tidak lama, ia tegak kembali dengan celingak-celinguk.


Sedangkan Raid sangat terkejut saat ada seorang perempuan cantik duduk di sebelahnya nya. Hal ini terjadi untuk yang pertama kalinya ia duduk bersebelahan dengan perempuan.


Di tatapnya gadis itu, dan kebetulan Dara menoleh, sehingga keduanya bertatap muka. Hal itu membuat Raid merasakan jantung berdebar kencang. Ini juga ia rasakan saat bertemu dengan perempuan. Ia dapat membedakan saat dirinya bertemu dengan Aminah.


Memang saat ketemu dengan Aminah ada rasa suka. Tapi jantung sedikit berdebar, tidak seperti saat ini yang ia rasakan. Begitu juga dengan Winarti anak pak Kasiman atau Sumi janda muda.


Dara tersenyum saat bertemu pandang dengan pemuda itu, yang mana saat ini sedang memandangi dirinya. Kemudian keduanya mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.

__ADS_1


Raid tersenyum juga ketika melihat gadis cantik itu tersenyum padanya. Karena malu, kemudian menoleh ke arah jendela. Namun sesekali melirik ke arah gadis itu lagi, sambil memperhatikan tingkah polah gadis itu.


Apakah harus di tanya atau tidak, karena seperti orang yang bingung mencari alamat.


Kalau jalan arah tanah Abang dan sebaliknya ia hafal. Karena sering pergi ke tanah Abang, maka ia tau sekitar nya.


"Mbak lagi cari alamat apa bagaimana?"tanya Raid yang sudah tidak bisa nahan, ketika melihat tingkah gadis yang sudah membuat jantung nya berdebar kencang.


Dara menjawab dengan gelengan kepala, membuat Raid semakin gemas melihat tingkahnya.


"Lalu sedang mencari apa? mungkin bisa di bantu?"tanya lagi, sambil menatap wajah Dara yang mengemaskan menurut nya.


"Tidak mas, saya lagi menghafalkan jalannya dan melihat-lihat saja." Jawab Dara dengan senyum manisnya.


"Saya bukan orang Jawa, saya orang Betawi jadi panggil saja Abang." Kata Raid yang paling tidak suka di panggil mas.


"OOO, maaf kalau salah panggil." Ucap Dara, ia merasa tidak enak. Karena sudah memanggil mas, apa lagi terlihat orang tidak suka dengan panggilan itu.


"Hanya ingin tau aja, supaya tau dan tidak akan nyasar. Lagian saya suka melihat kemana-mana, supaya tidak mengantuk."Jawabnya.


"Memang tidak di mana dan mau kemana?" Raid benar-benar penasaran dengan gadis cantik satu ini. Tidak sombong, seperti gadis yang sering ia temui.


"Saya kerja di perumahan komplek Puri kencana bang. Tadi janjian sama temen mau jalan-jalan, tapi saya juga tidak tau mau di ajak kemana. Saya dah nunggu lama di pasar Puri indah. Malah dia batalin pergi, karena dia di ajak jalan sama pacarnya." Jelas Dara apa adanya.


"Teman nya perempuan apa laki-laki?" ada rasa yang ingin tau kepribadian gadis cantik ini.


"Perempuan bang," jawab Dara.

__ADS_1


"Lalu ini mau kemana?"tanya Raid.


"Saya tidak tau bang, pengen pergi ke Senen. Tapi ragu juga takut tidak ada." Jawabnya.


"Kalau tidak ada orang mau ke mana?" tanyanya.


"Keliling Jakarta aja bang, melalui bus Kopaja atau Metromini. Atau bus yang lain, banyak dari tanah Abang bisa ke blok M. Oh ya, dari tadi kita ngobrol tapi tidak tau nama." Ujar Dara.


"Oh ya, Saya Raid." Ucap Raid, mengulurkan tangannya guna memperkenalkan diri.


"Saya Dara," menyambut uluran tangan dari Raid, sambil tersenyum manis.


"Abang Raid sendiri mau ke mana?"tanya Dara balik bertanya.


"Saya di ajak teman saya, itu yang kaos biru." Menunjukkan ke arah mbak Yani, yang duduk di bangku agak depan.


"Oh memang mau kemana bang?" Dara pun tidak ada canggung sama sekali, berbeda saat ngobrol sama Agus.


"Mau Kemayoran Jakarta pusat, tapi bukan PRJ. Mau kerja ke rumah saudara nya, di daerah sana." Jawabnya.


"Apa pergi sendiri tidak takut? kan tidak ada tujuan nih, mending ikut kita saja." Menawar kan pada Dara, ada rasa tidak ingin berpisah dengan gadis yang sudah mencuri hati dalam hitungan menit ini.


"Tapi bang saya tidak enak kan kita baru kenal, dan belum kenal sama temen Abang."Kata Dara ragu sebagai baru kenal, namun hatinya juga merasa nyaman saat bersama Raid.


"Dia baik kok, nanti saya yang bilang ke dia buat ajak em Dara. Gak apa-apa kan jika saya panggil nama mu saja?" tanya Raid, karena merasa dirinya lebih tua. Dan ia lebih nyaman memanggil nama dari pada mbak.


"Tidak apa-apa bang, lagian saya kan lebih muda. Kurang nyaman saja jika di panggil mbak, oleh orang yang lebih tua." Jawab Dara dengan senyum manis, yang membuat Raid merasa berdesir di dalam hatinya.

__ADS_1


Di balasnya senyum manisnya dan dengan senyum manis pula. Keduanya ngobrol dari tadi, tidak perduli dengan orang sekita nya. Bahkan kedua merasa nyaman satu sama lain, sehingga tidak tau jika obrolan mereka. Jadi pusat perhatian orang bagian belakang dan samping. Mbak Yani pun sesekali menoleh pada Dara dan Raid yang ngobrol santai dan nyaman.


*****Bersambung....


__ADS_2