Pertemuan di bus kota

Pertemuan di bus kota
16.Di tinggal nikah


__ADS_3

"Jadi saat itu kalian tidak karena memergoki aku dan Dara. Tapi sengaja mengagetkan aku dan Dara yang......?"tanya Arta yang malu karena kepergok.


Tapi ia juga bersyukur, dengan begitu ia tidak melakukan hal yang sama dengan istrinya. Jika apa yang terjadi pada ia dan istrinya, juga terjadi pada Dara. Ia tidak bisa bayangkan seberapa hancurnya hati Dara karena dirinya.


"Karena aku dan Yanto tidak ingin berdosa juga. Sebab membiarkan kalian mesum di sini Ta, tapi aku menyesal."Jawab Aji, di angguki oleh Yanto.


Arta menatap keduanya, dengan wajah bingung nya. Tidak paham menyesal karena apa, apa mungkin tidak dari awal sebelum dirinya mencumbui Dara atau bagaimana.


"Memang menyesal kenapa?" tanya Arta dengan wajah bingung nya.


"Seharusnya waktu itu aku panggil warga untuk menggrebek kalian. Dan segera di nikah kan saat itu juga, kalau pun di tunda paling juga besok nya. Kamu tidak akan meninggalkan Dara begitu saja. Dan dari hari itu tidak akan ada yang terluka dan terjadi penghianatan."Jawab Yanto, yang menyesal kenapa baru terpikirkan oleh sekarang.


Arta kemudian mengingat lagi wajahnya Dara, yang manis. Dan hal itu membuatnya meneteskan air matanya. Penyesalan tidak akan bisa merubah keadaan. Nasi sudah menjadi bubur, tidak dapat kembali menjadi nasi. Begitu juga hubungan nya dengan Dara yang sudah musnah karena kebodohannya.


Arta tidak lagi bisa menahan rasa sakit hati nya ketika mengingat Dara tidak ingin ia sentuh. Bahkan tidak ingin melihat wajahnya dan berbicara lagi. Atau meminta penjelasan padanya, itu karena ia sudah mentorehkan luka di hatinya.


"Percuma kamu nangis sekarang. Kalau kamu mau mengejar Dara tadi. Kamu tidak akan merasakan semua ini. Seharusnya kamu mengakhiri sebuah hubungan dengan baik-baik Ta. Sekarang yang harus kamu lakukan, jangan kamu ulangi lagi dengan kamu menyakiti hati istrimu. Supaya kamu hidup bahagia jangan ada lagi yang terluka lagi." Ucap Yanto.


Arta tidak berkata apa pun, namun ia berpikir. Apa yang di katakan Yanto benar adanya, apa lagi saat ini istrinya sedang hamil. Meski pun ia masih ragu akan hal itu, ia tidak akan menyakiti hati istrinya. Apa pun yang terjadi kedepannya akan ia terima. Meski pun anak yang di kandung istrinya bukan anak kandungnya. Terap akan ia rawat dan di terima sebagai anak kandung sendiri.


...****************...


Dara menangis sesenggukan di panjang jalan menuju pasar baru. Mencari halte bus kota, untuk pulang ke rumah majikannya. Sungguh tidak menyangka hari ini, adalah hari terakhir melihat dan mendengar suara Arta.


Dara sedang duduk di halte, ada beberapa orang yang sedang menatap dirinya. Ada yang iba, ada juga yang membicarakan tentang dirinya.


"Tu cewek nangis sampai begitu apa yang terjadi kira-kira ya." Berisik pada temannya.


"Apa lagi kalau tidak patah hati, karena di putusin pacarnya." Balas nya yang satunya.


"Padahal dia cantik, imut, kok bisa pacar nya mutusin." Katanya lagi.


"Mungkin saja pacarnya dapat cewek yang lebih cantik lagi dari dia." Katanya, yang di jawab dengan anggukan.


Ada ibu-ibu yang baru datang, Dudu di sebelah Dara. Dara sudah tidak menangis seperti tadi pas datang. karena mendengar dirinya di bicarakan. yang di kira tidak denger dengan perkataan.


"Dek habis nangis ya?" tanya ibu itu, Dara cuma mengangguk. Dan masih terdengar sesenggukan sisa tangisnya.


"Memang kenapa? Apa putus dari pacarnya?" tanya ibu itu, membuat yang lain menoleh pada Dara. Karena ingin tau kebenaran nya, jika cewek cantik itu.


"Bukan di putusin bu, rencana nya bulan depan nikah. Tapi dia malah nikah sama cewek lain, tadi saya ketemu. Tapi dia tidak bicara apa-apa sama saya. Karena kesal saya pernah begitu saja tanpa mau mendengarkan apa alasannya. Bagi saya percuma bu, tidak dapat merubah apa pun. Yang ada akan memperkeruh keadaan. Apa lagi saat ini dia adalah suami orang, saya sebagai perempuan juga tidak ingin berbagi."Jawab dara menceritakan tentang kisah cinta nya.

__ADS_1


"Oh di tinggal nikah."Ucap yang tadi.


"Itu itu bagus dek, kamu sebagai perempuan harus punya pendirian. Jangan mau di injak-injak laki-laki seperti itu. Tapi kamu tahu dari mana dia menikah?"tanya ibu itu juga penasaran.


"Teman dan sahabat nya bu, yang mengira saya yang menikah dengan dia. Karena ada pekerjaan dan dia nikah mendadak. Lalu sahabat nya nelpon dia untuk datang. Ketika dia datang bersikap seolah saya ini bukan siapa-siapa nya. Padahal saya datang juga untuk menanyakan kepastian nya. Kapan dia akan datang ke kampung dengan keluarganya. Untuk lamaran sekaligus menentukan tanggal pernikahan. Setelah tahu jawabannya dia saat di tanya temannya. Saya sudah tahu tidak mungkin saya merusak pernikahan. Biar saya yang mengalah, mungkin ini lebih baik. Dari pada setelah menikah dan memiliki keturunan, baru tahu belangnya." Cerita Dara pada ibu itu dan yang lainnya.


"Betul itu dek, semoga kelak kamu mendapatkan yang lebih baik dari dia."Ucap ibu itu sambil mengusap punggung belakang Dara.


"Iya mbak saya setuju sama kamu, laki-laki yang bej*t dan br*ngsek itu tidak akan pernah berubah. Syukur kamu tahu sekarang ini, kalau setahun atau dua tahun lagi. Nasib akan sama dengan adik saya menjadi janda muda."Kata perempuan cantik yang tidak jauh dari Dara, yang datang saat dara baru cerita yang pertama.


Obrolan mereka sampai di situ. Karena mobil yang di tunggu dara telah tiba. Kemudian Dara pamit lebih dulu dari yang lain.


Sampai di rumah majikannya sudah hampir maghrib sehingga dari tidak ngapa-ngapain. Langsung mandi dan melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim. Kemudian turun, untuk makan malam. Bu Risa dan pak Jhon melihat Dara yang datar dan matanya sembab pun tidak bertanya. Karena tidak ingin membuat Dara menangis lagi, mereka dapat menebak pasti habis putus sama pacarnya.


Di kamar dara memutar kaset, untuk mendengarkan lagu. Niatnya untuk melepaskan penat di hatinya, yang sedang merana karena cinta. Pas sekali dengan kisah cinta nya, dengan lagu yang ia dengar. Sehingga Dara hanyut dalam lagu, merasa seakan itu dirinya.


......................


Sering kumencoba melupakan dirimu


Namun sakit hati tak pernah pudar


Biarlah lukaku kan kurawat sendiri


Harumannya bunga cinta yang dulu kau janjikan


Hingga kuterlena dalam pelukmu


Kini kusadari meski sudah terlambat


Biarlah kutanggung derita ini ...


Malam tiada bintang


Hanya ada angin Berdesir


menyibakkan rambutku


Harus ku sesali


Apa yang telah terjadi diam

__ADS_1


Cintaku telah ternoda ...


Hancur hati ini bila kuingat dirimu


Hanya air mata jadi saksi bisu dalam kehidupan


Entah sampai kapan ku harus hidup begini


Tiada temanku lagi tempatku mengadu dan untuk mengeluh


Malam tiada bintang


Hanya ada angin pelan


Berdesir menyibakkan rambutku


Haruskah ku sesali


Apa yang telah terjadi


Cintaku telah ternoda ...


Hancur hati ini bila kuingat dirimu


Hanya air mata jadi saksi bisu dalam kehidupan


Entah sampai kapan ku harus hidup begini


Tiada temanku lagi tempatku mengadu dan untuk mengeluh


Hancur hati ini bila kuingat dirimu


Hanya air mata jadi saksi bisu dalam kehidupan


Entah sampai kapan ku harus hidup begini


Tiada temanku lagi tempatku mengadu dan untuk mengeluh


......................


Setelah lagu itu habis Dara langsung mematikan music nya. Merebahkan diri di kasur busa berukuran 100x200 cm. Menangis dalam diam karena takut mengganggu majikannya dan tetangga sebelah.

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2